Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan di Mancanegara

Puasa di Belanda, Jeda Tarawih-Sahur Hanya 3 Jam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juni 2017 11:11 11:11 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Juni 2017 10:55
Bagikan
Shalat tarawih Ramadhan 1438 H di Tilburg, Belanda.
Bagikan

Hidayatullah.com– Tahun ini Allah mentakdirkan kami mengecap nikmatnya Ramadhan di kota Tilburg, Belanda. Pengalaman pertama bagi kami berpuasa dengan durasi waktu yang lumayan panjang, sekitar 19 jam karena bertepatan dengan musim panas.

Selain panjangnya waktu puasa, tantangan lain bagi kami  adalah pemandangan “luar biasa” dari penduduk negeri ini dengan gaya berpakaian musim panasnya.

Bagi mereka, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memanjakan diri dengan sinar matahari serta udara yang menghangat setelah 3 bulan lebih harus bersahabat dengan dingin.

Saat ini jeda antara selesai shalat tarawih dengan waktu sahur hanya sekitar 3 jam, sehingga saya dan suami sering memutuskan untuk tetap terjaga dan mengganti waktu istirahat setelah shalat subuh.

Baca: Bulan Ramadhan Tidak Lewat di Turkistan Timur

Sebelumnya, sulit bagi kami membayangkan berpuasa sepanjang ini. Namun diluar dugaan kami, Allah memberikan kemudahan dengan kondisi fisik yang kami rasa jauh lebih baik dibandingkan ketika berpuasa di tanah air.

Baca Juga

Gadis Timor Leste Masuk Islam, Direstui Kedua Orang Tuanya yang Katolik
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
Seluruh Sopir Taksi Dubai Diberi Uang Bonus Ramadhan

Mungkin faktor udara sejuk yang mempengaruhi tubuh tidak mengalami dehidrasi. Hanya sesekali udara Tilburg di atas 32o celcius. Secara pribadi kami tidak mengalami kendala berarti.

Berbeda halnya dengan anak-anak kami yang masih berusia pra-baligh. Kami harus memahamkan sejak awal bahwa puasa di sini tidak sama dengan ketika berpuasa di Indonesia. Jika saat di Indonesia, anak-anak akan selalu dikondisikan dengan lingkungan yang menghargai bulan puasa. Sekolah akan meniadakan istirahat makan siang dan mengganti dengan kegiatan Ramadhan yang bermanfaat.

Baca: Jutaan Warga Yaman Kekurangan Makanan Selama Ramadhan

Sedangkan di sini, semua akan berjalan seperti biasa. Tak ada pengecualian bagi yang berpuasa, termasuk saat di sekolah. Mereka tetap harus mengikuti pelajaran olah raga maupun kegiatan fisik lainnya.

Bahkan ketika sekolah merayakan datangnya musim panas dengan mendatangkan truk es krim dan membaginya secara gratis kepada para siswa, anak-anak kami sempat diminta untuk membatalkan puasa pada hari itu agar tidak kehilangan momentum perayaan.

Alhamdulillah, anak-anak kami tetap pada pendirian untuk melanjutkan puasa walaupun teman-teman di sekolah menikmati lelehan es krim yang sangat menggoda ketika udara memanas.

Kami bersyukur karena anak-anak kami tak sendiri ketika harus tinggal di ruang kelas saat anak-anak yang lain berpindah ke ruang makan untuk makan siang. Ada beberapa siswa Muslim yang juga menjalankan puasa Ramadhan.

Menikmati hidangan pada Ramadhan 1438 H di Tilburg, Belanda. [Dok. Faried Mariya]
Masjid El-Feth

Ramadhan 1438 H ini masjid hanya menyediakan kurma dan kue khas Maroko sebagai menu pembatal puasa bagi para jamaah. Mungkin hal ini dikarenakan jeda waktu maghrib dan isya yang begitu pendek.

Saat ini masjid juga sedang berkonsentrasi pada pengumpulan donasi untuk pembangunan gedung masjid yang baru. Penggalangan dana ini dilakukan selama 7 hari pada bulan Ramadhan dalam 3 sesi.

Di bulan Ramadhan jadwal kelas mengaji tetap sama, kecuali untuk kelas akhwat diubah waktunya menjadi hari Ahad dengan materi pengulangan (muroja’ah) hafalan. Rata-rata masing orang menyetorkan 3-5 halaman.

Baca: Warga Thailand Terkejut Tahu Muslimin Berpuasa 14 Jam

Shalat tarawih langsung dimulai setelah shalat isya dengan 8 rakaat  dan 3 rakaat shalat witir. Bacaan surat dimulai dari Al-Baqarah. Lama waktu shalat tarawih relatif sama dengan di Indonesia tetapi tidak disertai kultum.

Rata-rata jamaah langsung bergegas pulang untuk persiapan sahur. Walaupun waktu shoalat tarawih yang sangat larut, tidak menghalangi antusiame jamaah wanita untuk ikut serta. Sampai saat ini belum terlihat ada jamaah yang beriktikaf di masjid.* Kiriman Faried Mariya (Tilburg, Belanda) untuk hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Belandabulan kemenanganbulan puasabulan suci RamadhanIslam di BelandaRamadhanRamadhan 1438 HRamadhan bulan kemenanganRamadhan di BelandaRamadhan di Mancanegarasahurshalat tarawihSyiar RamadhanTilburgtoleransi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kadernya Masih Ditahan, Fokal IMM Minta Komnas HAM Dorong Polisi Gelar Perkara
Tulisan selanjutnya Patung Perempuan Turki Jadi Bulan-Bulanan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ramadhan di Mancanegara

70.000 Jamaah Berkumpul di Masjid Al-Aqsha untuk Shalat Jumat Terakhir di Bulan Ramadhan

9 Mei 2021 11:22
Ramadhan di Mancanegara

Hadapi Gelombong Kedua Covid-19, Mesir Melakukan Penguncian jelang Hari Raya Idul Fitri

6 Mei 2021 14:00
Ramadhan di Mancanegara

Usia 72 Tahun Tak Halangi Nenek Ini Khatam Al-Quran Meski Gunakan Kaca Pembesar

30 April 2021 10:59
Ramadhan di Mancanegara

Bek Leicester City Berterima Kasih pada Lawan Main setelah Diizinkannya Berbuka Puasa

28 April 2021 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?