Tanggapan Pemuda Dewan Dakwah Aceh
MENYIKAPI pernyataan aktivis perempuan dalam acara “Diskusi Syariat Islam di Aceh dan Kesejahteraan Perempuan” Jumat (16/01/2015) lalu di Bakoel Cafee Cikini Jakarta;
Kami dari Pemuda Dewan Dakwah Aceh mengecam keras pernyataan bodoh tanpa dasar aktivis perempuan yang menyampaikan hal itu karena beliau tidak paham sejarah dan harapan rakyat Aceh.
Dari masa endatu Aceh jaya karena Islam, kerajaan Islam Aceh telah mengukir sejarah yang gemilang, ketika penjajah datang, Aceh diporak-porandakan, tapi orang Aceh tetap konsisten dengan agama nya, belanda gagal, gagal nya belanda karena kegigihan masyarakat Aceh dalam berperang. Kegigihan itu lahir karena keimanan nya yang kuat.
Kami menyeru supaya ibu aktivis perempuan membaca kembali sejarah Aceh dan melihat kondisi masyarakat, baru berbicara soal Aceh.
Tidak betul ada kemudharatan, pengengkangan Islam terhadap perempuan, dan perempuan Aceh tidak pernah merasa terkekang dengan kehidupan syariat Islam.
Bahkan perempuan Aceh merasa terlindungi dengan adanya syariat Islam.
Para perempuan justru terangkat harkat dan martabat nya dengan syariat Islam, perempuan begitu dihargai dalam Islam. Maka sangat keliru ketika beliau katakan syariat Islam mengekang kehidupan perempuan.
Kami rasa para aktivis perempuan perlu membaca dulu sejarah Aceh, dan sejarah lahirnya hukum syariat di Aceh.
Dan jangan sampai, persepsi individual beliau seolah olah sama dengan persepsi perempuan Aceh secara keseluruhan, itu keliru.
Selain itu, para aktivis perempuan perlu meminta maaf pada masyarakat Aceh atas pernyataan tersebut, karena itu menyakitkan perasaan perempuan Aceh yang merasa niat, perjuangan nya dan aspirasinya tidak dihargai, bahkan aktivis perempuan telah melakukan pembohongan publik dan pencedrai sejarah.
Kami menyeru kepada aktivis perempuan cukup sudah melakukan pembohongan publik, dan penipuan sejarah.
Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, dengan harapan para masyarakat nasional tidak tertipu dengan pernyataan dan penipuan sejarah itu.*
Salam
Sanusi Madli
Sekjend Pemuda Dewan Dakwah Aceh