Hidayatullah.com—12 September 2001 sehari setelah serangan yang meruntuhkan menara kembar Gedung WTC, Presiden AS ketika itu, George W. Bush mencanangkan perang melawan teror. Apa dampak program itu pada keamanan dunia? Inilah ulasan media Jerman, Deutsche Welle.
***
14 tahun lalu, Presiden George W.Bush melalui siaran nasional secara resmi memproklamasikan program melawan terror tepat pada 12 September 2001, sehari setelah serangan yang meruntuhkan menara kembar WTC di New York dan ke markas Pentagon di Washington.
Ia juga meminta dukungan kepada pimpinan dunia untuk menggalang kampanye memberantas terorisme.
“Hanya ada pilihan mendukung kami, atau dicap berpihak kepada teroris,” ujar Bush ketika itu.
Afghanistan jadi target serangan pertama. Tudingannya, negara ini membantu melindungi gembong Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, yang dituding sebagai dalang serangan “nine eleven”. Didukung mitra NATO dan Aliansi Utara yang sebetulnya ex-rezim Mujahidin, dalam waktu hanya beberapa minggu pemerintahan rezim Taliban berhasil ditumbangkan tanpa banyak kesulitan.
Al-Qaidah pecah menjadi faksi-faksi yang bergerak di Yaman, Iraq, Suriah dan juga menyebar hingga ke Afrika Barat dan Asia Tenggara. Perang melawan teror justru meninggalkan citra pelanggaran HAM berat di Abu Ghraib, kasus pembunuhan ekstra yudisial Black Water serta munculnya penjara-penjara rahasia CIA hingga kamp Guantanamo di Kuba.* (bersambung)