Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Media: Dampak Kampanye Melawan Teror Ala Amerika, Destabilisasi Seluruh Kawasan Timur Tengah [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 September 2015 23:41 11:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 September 2015 23:41
Bagikan
“Hanya ada pilihan mendukung kami, atau dicap berpihak kepada teroris,” ujar Bush
Bagikan

Hidayatullah.com—12 September 2001 sehari setelah serangan yang meruntuhkan menara kembar Gedung WTC, Presiden AS ketika itu, George W. Bush mencanangkan perang melawan teror. Apa dampak program itu pada keamanan dunia? Inilah ulasan media Jerman, Deutsche Welle.

***

14 tahun lalu, Presiden George W.Bush melalui siaran nasional secara resmi memproklamasikan program melawan terror tepat pada 12 September 2001, sehari setelah serangan yang meruntuhkan menara kembar WTC di New York dan ke markas Pentagon di Washington.

Ia juga meminta dukungan kepada pimpinan dunia untuk menggalang kampanye memberantas terorisme.

“Hanya ada pilihan mendukung kami, atau dicap berpihak kepada teroris,” ujar Bush ketika itu.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Afghanistan jadi target serangan pertama. Tudingannya, negara ini membantu melindungi gembong Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, yang dituding sebagai dalang serangan “nine eleven”. Didukung mitra NATO dan Aliansi Utara yang sebetulnya ex-rezim Mujahidin, dalam waktu hanya beberapa minggu pemerintahan rezim Taliban berhasil ditumbangkan tanpa banyak kesulitan.

Tahanan Guantanamo
Tahanan Guantanamo [dpa]
Tapi realitanya Taliban dan Al-Qaidah tidak bubar. Mereka berubah menjadi organisasi bawah tanah, yang terus merongrong Afghanistan serta “pasukan pendudukan” yang mula-mula dipimpin AS, dan kemudian dilimpahkan kepada NATO.

Al-Qaidah pecah menjadi faksi-faksi yang bergerak di Yaman, Iraq, Suriah dan juga menyebar hingga ke Afrika Barat dan Asia Tenggara. Perang melawan teror justru meninggalkan citra pelanggaran HAM berat di Abu Ghraib, kasus pembunuhan ekstra yudisial Black Water serta munculnya penjara-penjara rahasia CIA hingga kamp Guantanamo di Kuba.* (bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:11 SeptemberAbu GraibAmerikaGuantanamoterorismeWTC
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Organisasi Sinagog Seru Serbu Al-Aqsha, Warga Gelar Solidaritas “Labbaik ya Aqsha”
Tulisan selanjutnya Menteri Perminyakan Syarif Ismail Jadi PM Baru Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?