Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Tambah Pasukan, Amerika Ingin Keruk Kekayaan Tanah Aghanistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Agustus 2017 09:14 9:14 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Agustus 2017 09:14
Bagikan
Tentara NATO mengunjungi kamp penambangan batubara, di Herat, Afghanistan. Ditengarai menyimpan mineral tak tersentuh termasuk lithium, besi, tembaga, kobalt dan emas
Bagikan

Hidayatullah.com–Dengan dalih memburu teroris, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menambah pasukan. Namun di sisi lain, mengakui sedang mengincar kekayaan mineral Afganistan yang nilainya mencapai triliunan dolar AS.

Donald Trump hari Senin mengizinkan penambahan pasukan Amerika Serikat di Afghanistan dalam strategi barunya yang ia sebut menangani permasalahan di kawasan.

Dalam pidato di sebuah pangkalan militer dekat Washington, Trump mengatakan pendekatan baru ini bertujuan untuk mencegah Afghanistan dijadikan termpat berlindung apa yang ia istilahkan ‘militan Islamis’ yang ingin menyerang Amerika.

Dalam pidato yang tidak terperinci itu, Trump tidak menjelaskan berapa pasukan yang akan ditambahkan, tidak memberikan linimasa yang menunjukkan akhir keberadaan pasukan AS di Afghanistan dan malah mendorong Pakistan, India dan negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara alias NATO untuk meningkatkan komitmen.

Baca: Pasca 2014 Ribuan Tentara Amerika Tetap Bercokol di Afghanistan

Sejumlah pejabat mengatakan Trump telah menandatangani rencana Menteri Pertahanan James Mattis untuk mengirim 4.000 lebih pasukan untuk memperkuat 8.400 tentara yang sudah berada di Afghanistan, tulis CNN.

Baca Juga

Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital

Namun di saat yang sama, Amerika mengakui sedang berupaya mengeruk kekayaan alam Afghanistan, berupa tambang mineral.

Duta Besar Afghanistan untuk AS Hamdullah Mohib sebagaimana dikutip Reuters, Senin (21/08/2017), mengatakan, Donald Trump tertarik dengan potensi ekonomi Afghanistan.

Menurut studi Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) kekayaan mineral Afghanistan berpotensi mencapai nilai hingga 1 triliun dolar AS.

“Perkiraan kami 1 triliun dolar AS untuk tembaga, bijih besi, logam, alumunium, emas, perak, seng, merkuri, dan litium. Ini baru,” kata Mohib seperti dikutip Reuters Juni lalu.

Baca: Amerika Mengincar Kandungan Alam Berharga di Afghanistan

Kajian USGS selama satu dekade lalu juga mengidentifikasikan adanya cadangan sumber daya mineral yang kemudian diperkirakan bernilai 1 triliun dolar.

Selain sumber daya emas, perak dan platinum, Afghanistan juga memiliki cadangan bijih besi, uranium, zinc, tantalum, bauksit, batubara dan gas alam serta tembaga dalam jumlah yang signifikan. Terutama untuk tembaga, dimana keberadaan cadangan di Afghanistan menjadi penting karena langkanya penemuan cadangan baru di tambang-tambang seluruh dunia.

Sebagaimana diketahui, Perang Afghanistan yang dicetuskan AS tahun 2001 dan digembar-gemborkan sebagai perang balasan karena serangan 9/11 dinilai hanya  agenda geopolitik sekaligus ekonomi di Afghanistan yang membutuhkan kehadiran permanen pasukan AS.

Prof Michel Chossudovsky,  peneliti dan profesor emeritus di jurusan ekononomi di Universitas Ottawa dalam bukunya America’s “War on Terrorism” mengatakan, kebijakan memerangi  Afghanistan hanya sebuah “Perang Sumber Daya” yang didorong oleh keuntungan.

Baca: Memalukan, Biaya Perang AS dari Hutang!

Argumen hukum yang digunakan oleh Washington dan NATO untuk menyerang dan menduduki Afghanistan di bawah “doktrin keamanan kolektif” adalah serangan 11 September 2001 merupakan “serangan bersenjata” yang tidak dideklarasikan “dari luar negeri” oleh sebuah kekuatan asing yang tidak disebutkan namanya, yaitu Afghanistan.

Namun faktanya menunjukkan, tidak ada pesawat tempur Afghanistan di langit New York pada pagi hari tanggal 11 September 2001.

Fakta lain, Afghanistan memiliki cadangan mineral dan gas yang luas, dengan produksi lebih dari 90 persen pasokan opium dunia yang digunakan untuk memproduksi heroin kelas 4.

Kehadiran Pangkalan militer AS di Afghanistan dinilai bermaksud melindungi perdagangan narkotika miliaran dolar. Di mana, perdagangan heroin –yang dipicu pada awal perang Soviet-Afghanistan pada tahun 1979–  dilindungi oleh CIA dan menghasilkan pendapatan tunai di pasar Barat yang melebihi $ 200 miliar dolar setahun.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanalumuniumAmerikabijih besiDonald TrumpemasJames MattisKekayaan alam AghanistanlitiumlogamNATOPakta Pertahanan Atlantik UtaraPasukan AmerikaperakTalibantembaga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya vaksin Israel ‘Kehalalan’ Vaksin MR dan Rendahnya Cakupan ASI
Tulisan selanjutnya Mimpi Penduduk Desa di Ghana Menuju Baitullah Jadi Kenyataan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
Analisis

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas

19 Oktober 2024 15:22
Analisis

NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

2 April 2024 21:00
Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?