Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menteri Perminyakan Syarif Ismail Jadi PM Baru Mesir

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 September 2015 23:41 11:41 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 September 2015 23:41
Bagikan
Syarif Ismail, perdana menteri Mesir pengganti Ibrahim Mahlab.
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Mesir Abdul Fattah Al-Sisi telah memerintahkan Syarif Ismail, menteri perminyakan dari kabinet Ibrahim Mahlab yang mengundurkan diri, untuk membentuk kabinet baru dalam waktu satu pekan, lapor Ahram Online.

Kabinet Ibrahim Mahlab mengajukan pengunduran diri hari Sabtu (12/9/2015), menyusul tekanan publik yang semakin kuat beberapa pekan terakhir.

Syarif Ismail dilahirkan pada Juli 1955, berstatus menikah dengan dua anak. Dia memiliki latar belakang pendidikan insinyur mesin dan menjabat menteri perminyakan sejak Juli 2013.

Ismail lulus dari fakultas tehnik Universitas Ain Syams tahun 1978, dan memulai karirnya di perusahaan minyak multinasional, Mobil.

Tahun 1979 dia pindah ke perusahaan Mesir Engineering for Petroleum and Process Industries (Enppi) sebelum akhirnya duduk di jajaran direksi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ismail menjabat wakil menteri perminyakan untuk urusan minyak dan gas dari tahun 2000 sampai 2005.

Dari tahun 2007 hingga 2013 dia duduk di kursi komisaris Ganoub El-Wadi Petroleum Holding Company (GANOPE).

Sejak Juli 2013 dia menjabat kursi menteri perminyakan, di bawah kepemimpinan PM Hazem El-Beblawy dan PM Ibrahim Mahlab.

Di masanya sebagai menteri, pada Juli 2014 pemerintah menaikkan harga bahan bakar hingga 78 persen guna memangkas subsidi sebesar 44 milyar pound, sebagai bagian dari rencana pemerintah mengurangi defisit anggaran.

Pada masanya pula, Agustus 2015 perusahaan migas asal Italia, Eni, menemukan ladang gas alam dengan kandungan hingga 30 trilyun kaki kubik di lepas pantai utara Mesir. Sumber gas alam itu merupakan yang terbesar di Mesir dan kawasan Mediterania yang pernah ditemukan.

Hasil kerja Ismail dipuji oleh mantan menteri perminyakan Usama Kamal.

“Ismail berhasil menangani sejumlah masalah kunci, termasuk membayar hutang pemerintah yang jatuh tempo di sektor perminyakan, memenuhi kebutuhan energi dalam negeri serta berhasil menemukan sumber-sumber (energi) baru,” kata Kamal kepada Ahram Online hari Sabtu, yang menyebut penunjukan Ismail sebagai perdana menteri adalah langkah yang tepat di saat Mesir perlu melakukan reformasi ekonomi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Media: Dampak Kampanye Melawan Teror Ala Amerika, Destabilisasi Seluruh Kawasan Timur Tengah [1]
Tulisan selanjutnya Pesawat Rusia Kirim Bantuan untuk Rezim Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?