Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Hanya dengan Pertumpahan Darah Israel Akan Melunak?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Juli 2017 14:57 2:57 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Juli 2017 14:53
Bagikan
[Foto file] Penjajah Israel menangkapi remaja Palestina
Bagikan

Oleh:  Gideon Levy

 

ENAM terbunuh dan lebih dari 300 terluka dalam satu hari. Itu merupakan jumlah korban dalam minggu berdarah dikarenakan sikap keras kepala pemerintah penjajah Israel yang menolak untuk menyingkirkan pendeteksi metal dari pintu masuk Al-Haram Al-Sharif, yang terjajah.

Tiga warga Palestina syahid dalam demonstrasi jalanan dan tiga pemukim ilegal Yahudi ditusuk hingga mati di pemukiman Halamish dekat Ramallah, penyerang mereka menyatakan bahwa motivasinya untuk membunuh pemukim ilegal karena perlakuan Israel terhadap Masjidil Aqsha.

“Mereka menodai Al-Aqsha dan kita tertidur. Apakah anda tidak malu? Mereka menutup Masjid Al-Aqsha dan kalian tidak mengangkat senjata. Hal yang memalukan ialah kita malah duduk santai … Mengapa kalian tidak menyatakan jihad?” kata Omar al-Abed, 20 tahun, yang berasal dari desa Kubra – yang juga kampung halaman salah satu pemimpin Palestina Marwan Barghouti – sebelum melancarkan serangan pisau yang menewaskan 3 pemukim ilegal Yahudi pada Sabtu malam itu.

Baca Juga

Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital

Baca: Inilah yang Terjadi di Wilayah Jajahan Palestina

Untuk pertama kalinya dalam seratus tahun terakhir, masjid ini, situs paling suci ketiga Islam, kosong.

Keputusan pemerintah penjajah Israel untuk menempatkan pendeteksi logam di pintu masuk Al-Aqsha, sebagai respon serangan penembakan yang terjadi beberapa hari sebelumnya oleh tiga warga Palestina berkewarganegaraan Israel, menewaskan dua polisi perbatasan, memicu gelombang protes dari warga Palestina dan dunia Islam, serta warga Palestina tidak mau memasuki situs suci itu selama pendeteksi logam Israel masih ada.

Pada titik ini, tentunya, bukan dikarenakan pendeteksi logam itu sendiri, tetapi perubahan yang sangat sensitif dan rapuh terhadap status quo situs tersebut.

Menempatkan alat keamanan, atau sebuah pos penjagaan Israel, di pintu masuk sebuah tempat suci Muslim dirasa oleh Palestina, Arab, dan Muslim, sebagai perluasan kontrol Israel terhadap komplek tempat suci itu dan sebuah intensifikasi penjajahan di sana.

Israel sedang menjadi Israel

Beberapa orang berpikir Israel sedang mencari sebuah peningkatan, tetapi sebenarnya Israel hanya sedang menjadi Israel, di mana hampir semua yang terjadi merupakan hasil dari politik internal: persaingan siapa yang lebih sayap kanan, dan siapa yang lebih ultra-nasionalis dan militeristik di dalam pemerintahan Israel paling ultra-nasionalis dan militeristik yang pernah ada. Inilah yang mendiktekan sikap keras kepala Israel terhadap pendeteksi logam.

Baca: 11 Pelanggaran Israel terhadap Tahanan Palestina

Shin Bet dan militer Israel tidak menyetujui pemasangan itu atau, lebih tepatnya, mendukung dicabutnya alat itu; hanya polisi Israel yang berpikir sebaliknya.

Namun, kabinet keamanan Israel memutuskan pada Kamis malam untuk membiarkannya tetap berada di situ, sebagian besar untuk melawan ancaman politik dari sayap kanan.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengkhawatirkan tentang peningkatan popularitas ketua Jewish Home dan Menteri Pendidikan Naftali Bennett dengan basis politik sayap kanan di Israel: itulah nama permainan ini. Jumat pagi sudah terlihat seperti awal dari sebuah Black Friday, dengan pertumpahan darah yang akan datang. Itu merupakan sebuah ramalan yang memuaskan.

Tetapi Black Weekend ini, atau lebih tepatnya karena pertumpahan darah, Red Weekend, dapat secara mudah menjadi sebuah titik balik berbahaya. Ketegangan tidak akan mereda dalam beberapa hari, dan tentara penjajah Israel benar karena berpikir bahwa kerusuhan ini akan berlangsung setidaknya hingga beberapa minggu, minimalnya.

Sedangkan skenario lain kurang dapat diharapkan, meskipun diragukan bahwa kita berada di awal intifada ketiga.

Palestina kekurangan infrastruktur, kepemimpinan, persatuan dan tenaga untuk hal itu, dan mereka masih berdarah karena intifada kedua, yang tidak menghasilkan apapun bagi mereka.

Tetapi bahaya yang lebih besar, yang juga ditunjukkan oleh militer, merupakan bahwa kekuatan relijius baru saat ini akan memasuki perjuangan terhadap penjajahan Israel, menghasilkan sebuah peran yang lebih relijius terhadap perlawanan.

Keputusannya ada di pengadilan Israel, seperti biasa. Jika pemerintah bersikap bijak dan menyingkirkan pendeteksi logam, mengembalikan situasi pada status quo, dan tidak melakukan pembalasan dengan terhadap penyerangan di Halamish, mungkin perlawanan warga Palestina dapat dihilangkan sementara. Dan akhirnya, perlawanan terhadap penjajahan tidak akan berhenti, tetapi hanya berganti penampilan, cover dan mengecil di tingkat kekerasan, tetapi tidak akan pernah menghilang; ini kita pelajari dari sejarah manusia.* >> (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:Al Haram Al-SharifDunia ArabisraelMasjidil AqshaMetal DetectorOmar al-Abedpalestinapenjajah Israelperlawananpertumpahan darahShinbetZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Beras, Anggota DPR Kritik Argumen Pemerintah Tidak Masuk Akal
Tulisan selanjutnya Fahira: Di Indonesia yang Demokratis, Pembubaran Ormas Seharusnya Lewat Pengadilan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
Analisis

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas

19 Oktober 2024 15:22
Analisis

NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

2 April 2024 21:00
Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?