Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hidcompedia

Bahagia [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Oktober 2015 11:16 11:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Oktober 2015 11:16
Bagikan
Dalam ajaran Islam, bahagia adalah kondisi hati
Bagikan

Ibarat magnet, kata yang satu ini mampu menyedot jutaan manusia untuk melakukan apa saja demi mencicipi kata ‘bahagia’ dalam sepenggal hidupnya.

Sayangnya sebagian manusia masih keliru memahami makna yang benar daripada bahagia (happiness). Setidaknya pemahaman tersebut bisa tergambar dari yang tercantum dalam kamus The Oxford English Dictionary (1963).

Kamus yang diakui sebagai standar Internasional itu memberi pengertian sebagai berikut; “good fortune or luck in life or in particullar affair, success, prosperity”. Sedang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (offline), “bahagia” disebut sebagai keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala hal yang menyusahkan). Kata bahagia juga bermakna, beruntung atau berbahagia.

Cendekiawan Muslim Adian Husaini, mengatakan, kaum sekular memandang kebahagiaan sebagai sesuatu yang ada di luar manusia. Ia bersifat temporal (sementara), sesuai keadaan yang ada (kondisional) serta bergantung kepada keadaan sekitar manusia.

Orang-orang sekular hanya bisa merasa bahagia sebagai perolehan atas suatu kenikmatan. Kalau ia berkuasa atau meraih sesuatu yang diinginkan, maka di situ ada kebahagiaan. Sedang jika orang itu jatuh, maka hilanglah kebahagiaan. Sebab ia tidak mengakui bahwa kekuasaan dan rezeki itu adalah anugerah dan pemberian mutlak dari Allah semata. Adapun manusia sekedar berusaha secara maksimal dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga

Makna Ijma’ dan Fatwa dalam Hukum Islam: Asal Kata, Definisi, dan Fungsinya
Makna “Dzalim”  
Makna “Bid’ah” dalam Pemahaman Keagamaan
Ribath di Jalan Jihad
Dua Kalimah Syahadat

Dalam ajaran Islam, bahagia adalah kondisi hati. Hati yang dipenuhi dengan cahaya iman sedang ia berperilaku sesuai dengan keyakinannya itu.

Imam Al-Ghazali menerangkan, semua bentuk ketakwaan dan kecintaan kepada Allah adalah buah dari ilmu yang bermanfaat. Sedang seluruh rangkaian ibadah dan amal kebaikan yang mendekatkan diri kepada Allah adalah kebahagiaan bagi orang beriman. Itulah hakikat sebuah kebahagiaan. Bahagia hanya bisa diraih sejak masa di dunia dengan cara mengenal Allah dan beribadah kepada-Nya.

Senada, Syed Muhamad Naquib al-Attas menegaskan, urusan kebahagiaan tak hanya merujuk kepada sifat badan atau jasmani secara fisik saja. Ia bukan pula sekedar hasil fantasi nalar yang dinikmati di alam pikiran manusia. Tapi bahagia itu merujuk kepada keyakinan dan pengamalan berdasarkan apa yang diyakini tersebut (Adian Husaini, Pendidikan Islam Membentuk Manusia Berarakter dan Beradab, 2102)

Lebih jauh, mari berkaca kepada lembaran sejarah, apa yang menjadikan sahabat Bilal ibn Rabah Radhiyallahu anhu (Ra) merasa bahagia? Sedang di saat yang sama Bilal justru sedang menjalani penyiksaan luar biasa oleh Majikannya, Umayyah ibn Khalaf. Apa yang membuat Bilal merasa bahagia dan tak bermasalah ketika dipanggang di tengah terik padang pasir? Apa yang menjadikan Bilal sanggup tersenyum sepanjang hari sedang dirinya “hanya” budak berkulit hitam yang dibebaskan oleh Abu Bakar ash-Shiddiq? */Masykur Abu Jaulah (bersambung) ..’kimia kehabagiaan‘

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahagiahatiImanperasaantakwa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Universitas Kairo Larang Staf Akademik Bercadar di dalam Kelas
Tulisan selanjutnya Alfian Tanjung: Kader PKI Akan Gelar Reuni Keluarga Besar di GBK

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi

Berita
12 Juli 2026 17:17
Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Hidcompedia

Hisab, Muhasabah dan Yaumul Hisab

14 Maret 2024 03:25
Hidcompedia

Asal Usul Kata “Tarhib Ramadhan”

13 Maret 2024 00:30
Hidcompedia

Istilah Makar dalam Al-Quran

1 Maret 2024 14:00
Hidcompedia

Sarir dan Rahasia Ranjang

26 Januari 2024 11:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?