Pemakaman Baqi’ tempat terakhir istri Nabi dan 10.000 sahabat mulis Nabi Muhammad ﷺ dalam hadisnya Rasulullah akan memberi syafaat orang yang meninggal di Madinah
Hidayatullah.com | MAKAM Baqi’ atau dikenal juga dengan Jannatul Baqi’ atau Baqi’ al-Gharqad. Pemakaman ini berada di dalam kawasan Masjid Nabawi di Madinah al-Munawrah, sebelah tenggara serta memiliki luas sekitar 174.962 meter persegi.
Jika Anda berada di Makkah, Pemakaman al-Ma’la adalah pemakaman yang terkenal dan dianggap sebagai lokasi yang wajib dikunjungi bagi mereka yang melakukan umrah atau haji. Di Madinah, Makam Baqi’ juga menjadi lokasi yang wajib dikunjungi.
Makam Baqi’ mengambil nama al-Baqi’ yang berarti taman pepohonan (gerumbul, bahasa Jawa). Dengan kata lain, Baqi’ berarti tempat tumbuhnya berbagai jenis pohon.
Areal pemakaman dulunya ditumbuhi pohon berduri yang disebut al-Gharqad, yaitu pohon berduri yang sangat besar. Baqi’ ialah tanah kuburan untuk penduduk Madinah sejak zaman Jahiliyah sampai sekarang.
Jama’ah haji yang meninggal di Madinah dimakamkan di Baqi’. Di tempat ini dimakamkan anggota keluarga dan 10.000 sahabat Nabi ﷺ.
Diketahui, jenazah pertama yang dimakamkan di pemakaman ini adalah seorang sahabat Anhsar bernama Asa’ad bin Zararah, sedangkan dari kelompok Muhajirin pertama adalah Utsman Mahzun.
Sahabat Usman bin Affan ra. dan para isteri Nabi, yaitu; Siti ‘Aisyah ra., Ummu Salamah, Juwairiyah, Zainab, Hafsah binti Umar bin Khattab dan Mariyah Al-Qibtiyah ra, putera-puteri Rasulullah, di antaranya lbrahim, Siti Fatimah, Zainab, dan Ummu Kulsum.
Juga Ruqayyah, Halimatus-Sa’diyah (ibu susu Rasulullah ﷺ) dimakamkan di sini. Imam Malik, pendiri Mazhab Maliki yang juga merupakan guru dari Muhammad bin Idris pendiri Madzhab Syafi’i juga dimakamkan di Baqi’.
Menurut riwayat setelah hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 M setelah dilantik sebagai Rasul pada usia 40 tahun, tanggal 1 Muharram hingga kini dikenang sebagai Awal Muharram untuk memperingati hari besar Islam.
Selain itu, salah satu kelebihan lain meninggal dunia di Madinah adalah shalat jenazah dihadiri oleh jamaah yang banyak di Masjid Nabawi. Sebagaimana diketahui bahwa kota Madinah al-Munawarah merupakan tanah suci yang menjadi pusat perhatian umat Islam dan tidak surut dibanjiri oleh banyak orang tanpa mengenal waktu dan hari.
Mengunjungi Baqi’ adalah sunnah. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Umar, Nabi ﷺ pernah bersabda:
مَنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَفْعَلْ، فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ مَاتَ بِهَا
“Siapa yang bisa memilih mati di Madinah, silahkan dia lakukan. Karena saya akan memberi syafaat bagi mereka yang mati di Madinah.” (HR. Ahmad 5437, Turmudzi 4296 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Di Baqi’ ini Rasulullah ﷺ membaca salam dengan/do’a sebagai berikut;
Aisyah radhiallahu ánhaa berkata :
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كُلَّمَا كَانَ لَيْلَتُهَا مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَخْرُجُ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ إِلَى الْبَقِيعِ، فَيَقُولُ: «السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ، غَدًا مُؤَجَّلُونَ، وَإِنَّا، إِنْ شَاءَ اللهُ، بِكُمْ لَاحِقُونَ، اللهُمَّ، اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ»
“Kebiasaan Rasulullah ﷺ jika menginap di jatah nginap Aisyah maka Nabi ﷺ keluar di akhir malam ke pekuburan al-Baqi’, lalu beliau berkata, “Keselamatan atas kalian para penghuni tempat tinggal kaum mukminin, telah datang kepada kalian apa yang kalian dijanjikan, kamipun akan seperti kalian hanya saja untuk kami ditunda hingga kemudian hari, dan kami insyaa Allah sungguh akan menyusul kalian. Ya Allah berilah ampunanMu kepada penghuni kuburan Baqii’ al-Gharqad.” (HR: Muslim).
Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah ﷺ pernah bersabda :
أَنَا أَوَّلُ مَنْ تَنْشَقُّ عَنْهُ الأَرْضُ ثُمَّ أَبُو بَكْرٍ ثُمَّ عُمَرُ، ثُمَّ آتِي أَهْلَ البَقِيعِ فَيُحْشَرُونَ مَعِي، ثُمَّ أَنْتَظِرُ أَهْلَ مَكَّةَ حَتَّى أُحْشَرَ بَيْنَ الحَرَمَيْنِ
“Aku adalah orang pertama yang akan dibangkitkan dari bumi, kemudian Abu Bakr, kemudian Umar, kemudian aku menuju para penghuni pemakaman al-Baqi`, kemudian mereka semua dibangkitkan bersamaku, kemudian aku menunggu penduduk Makkah sehingga aku dikumpulkan antara penghuni dua Tanah Haram Madinah dan Makkah.” (HR: At-Tirmidzi, Al-Hakim, dan Ibnu Hibban).*
Zaman Revolusi Media | Media lemah, da’wah lemah, ummat ikut lemah. Media kuat, da’wah kuat dan ummat ikut kuat
Langkah Nyata | Waqafkan sebagian harta kita untuk media, demi menjernihkan akal dan hati manusia
Yuk Ikut.. Waqaf Dakwah Media
Rekening Waqaf Media Hidayatullah:
BCA 128072.0000 Yayasan Baitul Maal Hidayatullah
BSI (Kode 451) 717.8181.879 Dompet Dakwah Media