Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hidcompedia

Qirbah

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Maret 2022 22:08 10:08 pm
Ahmad
Dipublikasikan 5 Maret 2022 06:00
Bagikan
qirbah
Bagikan

Kita juga sering mendengar kata  qirbah, yaitu tempat air minum yang terbuat dari kulit sapi asli yang telah disamak sesuai syariat.

Hidayatullah.com | KITA sering mendengar, orang Arab dulu menggunakan kulit sebagai wadah atau bejana untuk berbagai keperluan mereka, seperti alat minum, makan, wudhu’ dan lainnya. Dan dalam kitab-kitab klasik juga banyak menceritakan jild (kulit) sebagai alat untuk berbagai aktifitas mereka.

 

Kata jilid dalam bahasa Indonesia, berasal dari bahasa Arab, yaitu jildun yang bermakna kulit. Kemudian orang menyebutnya dengan “menjilid buku, menjilid kitab dan lainnya.

 

Baca Juga

Makna Ijma’ dan Fatwa dalam Hukum Islam: Asal Kata, Definisi, dan Fungsinya
Makna “Dzalim”  
Makna “Bid’ah” dalam Pemahaman Keagamaan
Ribath di Jalan Jihad
Dua Kalimah Syahadat

Atau juga, menyebut buku yang berjilid-jilid dengan jilid 1, jilid 2 dan seterusnya, itu dari mujalladat. Kata jilid juga diartikan kulit, ada jilid keras, jilid lunak, dan jilid spiral.

 

Kulit yang dibentuk atau dibuat sebagai wadah dalam bahasa Arab memiliki beberapa nama, yaitu; qirbah, syikwa, mizwad, i’kah, bithanah, zurnah.

 

Kita juga sering mendengar kata qirbah. Qirbah adalah tempat air minum yang terbuat dari kulit sapi asli yang telah disamak sesuai syariat. Ada qirbah Nabi dan qirbah lainnya, bahkan dengan qirbah dibuat untuk mencari keberkahan air dari bekas tempat seseorang.

 

Tetapi, tidak semua kulit yang dibentuk itu namanya adalah qirbah. Namanya disesuaikan dengan apa yang ada di dalamnya (isi), atau sesuai dengan fungsinya.

 

Jika kulit tersebut diisi dengan air, maka disebut dengan qirbah (قربة), jika diisi dengan susu, itu disebut shikwa (شكوة), bila diisi dengan tepung halus maka namanya juga berubah, yaitu mizwad (مزود). Bila kulit itu dipenuhi dengan minyak atau mentega, maka dinamakan I’kah (عكة).

 

Bila dipenuhi dengan kurma, namanya berubah, yaitu bithanah (بطانة). Jika dibuat alat musik, dengan dipenuhi angin/udara maka namanya zurnah (زرنة).

 

Demikian pula manusia. Manusia serupa dalam tubuhnya, tetapi isi atau esensi mereka berbeda. Perbedaan isi itulah yang menentukan nama atau sebutan mereka yang berbeda-beda.

 

Manusia itu terdiri dari lahir (dahir) dan batin. Tetapi, sering kali, yang bersifat lahir selalu menjadi hal yang utama dan diutamakan.

 

Dan yang lahir paling sering dirawat dengan berbagai aksesorisnya,  sedangkan batin yang merupakan inti dan esensi sering dilupakan. Memang keduanya sama-sama penting, karena kalau tidak ada lahir, bagaimana batin mempunyai tempat. Tapi, batinlah yang menjadi esensi dari keberadaan seseorang.*/Dr Halimi Zudy, FB Halimi Zuhdy

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:qirbahsyariat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tambang Batu Andesit Wadas Pemerintah Targetkan Pembayaran Ganti Rugi Wadas Rampung Sebelum Idul Fitri
Tulisan selanjutnya kerajaan mughal Sejarah Islam: Aurangzeb Alamgir, Pemimpin Kerajaan Mughal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Hidcompedia

Hisab, Muhasabah dan Yaumul Hisab

14 Maret 2024 03:25
Hidcompedia

Asal Usul Kata “Tarhib Ramadhan”

13 Maret 2024 00:30
Hidcompedia

Istilah Makar dalam Al-Quran

1 Maret 2024 14:00
Hidcompedia

Sarir dan Rahasia Ranjang

26 Januari 2024 11:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?