Selain rukun Islam, kalimat syahadat merupakan pintu gerbang seseorang menyatakan diri masuk Islam
Hidayatullah.com | UMAT ISLAM mungkin sudah terbiasa mendengar istilah dua kalimat syahadat. Mengucapkan dua kalimat syahadat merupakan hal pertama dalam Rukun Islam.
Apa yang dimaksud dengan kalimah/kalimat syahadat? Inilah inti kalimat syahadat yang perlu Anda ketahui dan perlu Anda amalkan sebagai seorang muslim.
Kalimah syahadat juga disebut kalimat tauhid. Kata syahadat berasal dari kata syahida (شَهِدَ), yasyhadu (يَشْهَدُ) atau syahadatan (شَهَادَةً) yang berarti kesaksian.
Dilihat dari pengertiannya, syahadat membawa pengertian kesaksian seseorang yang hadir dalam suatu peristiwa dengan menceritakan, menceritakan atau mengakui apa yang diketahuinya melalui inderanya baik melihat, mendengar, merasakan atau menyentuh sesuatu.
Sedangkan “dua kalimah syahadat” merupakan bentuk ucapan pengakuan dosa yang mengungkapkan keimanan penuturnya terhadap keesaan Allah Taala dan Nabi Muhammad ﷺ sebagai utusan-Nya.
Pembacaan Kalimah Syahadat
Berikut pengucapan kedua kalimah syahadat yang dibacakan:
Ucapan pertama:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
ashadu an la ilaha illallah
Artinya: “Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah”
Ucapan kedua:
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Wa ashadu anna muhammadan rasulu-llah
Artinya : “Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah.”
Kategori Syahadat
Kalimah syahadat terbagi menjadi dua; syahadat yang terjalin antara lidah dengan hati dan syahadat dengan lidah tanpa diikuti hati.
- Syahadah Menetapi Lisan dan Hati
Maksudnya, dilafazkan di lisan serta diyakin dalam hati. Ini dikenali sebagai syahadah yang benar.
- Syahadat secara Lisan Tanpa Ditepati di Hati
Maksudnya; diucapkan secara lisan tanpa rasa percaya di dalam hati. Ini disebut syahadat palsu.
Syarat Penerimaan Syahadat
1. Ilmu
Kalimat tauhid ini diterima bukan hanya dengan membacanya saja. Di sisi lain, kita perlu memahami makna Laa Ilaaha Illa Allah.
Hal ini sebagaimana tertulis dalam Al-Quran Surat Muhammad ayat 19:
فَاعْلَمْ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوٰىكُمْ ࣖ
“Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu.” (QS: Muhammad ayat 19).
2. Keyakinan
Selanjutnya, kita perlu mengimani kalimat tauhid ini dengan sepenuh hati tanpa keraguan sedikitpun.
3. Implementasi/pelaksanaan
Setelah memahami dan yakin, selanjutnya kita diperintahkan melaksanakan segala perintah Allah Swt dan meninggalkan segala larangan-Nya dalam hidup.
Hal-hal yang Membatalkan Syahadat
Perbuatan yang menyebabkan batalnya syahadat seseorang adalah ketika ia menyekutukan (syirik) kepada Allah swt, baik itu aspek substansi, sifat, perbuatan apalagi ibadah.
Syirik kepada Allah secara hakikat berarti meyakini bahwa sifat-sifat makhluk hidup sama dengan sifat-sifat Allah Swt.
Syirik kepada Allah dalam arti perbuatan yang meyakini bahwa ada yang mengatur alam semesta dan rezeki yang diperoleh manusia.
Dan kesyirikan kepada Allah ditinjau dari ibadah adalah menyembah sesuatu, selain Allah SWT, mengagungkan-nya dan mencintai-nya sebagaimana kita mengagungkan Allah SWT.
Hal-Hal Penting Kalimah Syahadat atau Kalimat Tauhid
1. Tanda Masuknya Islam
Pertama, kalimat syahadat merupakan pintu gerbang seseorang menyatakan masuk Islam. Dengan kata lain, keimanan seseorang dianggap sah jika ia mengucapkan dua kalimah syahadat di dalam hatinya.
Hal ini dijelaskan melalui Surat Ali-Imran ayat 18 dimana yang membedakan antara muslim dan kafir adalah syahadat.
شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَاُولُوا الْعِلْمِ قَاۤىِٕمًاۢ بِالْقِسْطِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
“Allah Swt menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahaperkasa, Maha-bijaksana.” (QS: Ali Imran: 18).
2. Hakikat ajaran Islam
Selain itu, kalimah syahadat sangat penting, karena ia merupakan inti ajaran Islam. Pemahaman seorang muslim terhadap Islam tergantung pada pemahamannya terhadap kata tersebut.
3. Kebijakan Perubahan yang Menyeluruh
Ucapan La ilaha illa Allah adalah penerimaan pengabdian dan keimanan kepada Allah Swt dengan melaksanakan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh-Nya.
Adapun ucapan Muhammad Rasulullah artinya penerimaan penghambaan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Bahwa meyakini Baginda Nabi Muhammad adalah teladan.
Dan tentunya penghambaan kepada Tuhan ini mencakup seluruh aspek kehidupan. Allah berfirman dalam Surat al-An’am ayat 162,
قُلۡ اِنَّ صَلَاتِىۡ وَنُسُكِىۡ وَ مَحۡيَاىَ وَمَمَاتِىۡ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَۙ
“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.”(QS: Al-An’am: 162).
Saat hijrah ke Habasyah, Raja Najasyi bertanya kepada kaum muslimin;
“Apa sebenarnya ceritamu ini dan agama baru apa yang kamu bawa?” Kemudian Jaafar bin Abi Thalib menjawab: “Dahulu kami menyembah berhala, kami memakan hewan yang tidak disembelih, kami melakukan maksiat, kami saling berkelahi dan kami memutuskan tali persaudaraan. Setelah itu, datanglah seorang dari kaum kami, mengajak kami untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan meninggalkan berhala batu yang tidak memberi manfaat…”
Dari kata-kata tersebut kita dapat melihat bahwa kata syahadat merupakan landasan perubahan.
4. Hakikat Dakwah Para Rasul
Setiap Rasul diberi tanggung jawab untuk membawa risalah dakwah dan menegakkan din (agama) Allah SWT. Hal ini sebagaimana tercantum dalam surat Al-Mumtahanah ayat 4 yang artinya:
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِىٓ إِبْرَٰهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ
“Sesungguhnya telah ada teladan yang baik bagimu pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya…” Artinya, kata syahid merupakan inti seruan para rasul….” (QS: Al Mumtahanah; 4)
5. Keutaman Besar
Terakhir, dua kalimat syahadat mempunyai keutamaan besar bagi setiap umat Islam. Dengan adanya kalimah tauhid ini, maka setiap kita akan mendapatkan pahala di dunia dan akhirat.*/ Harakah