Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hidcompedia

Memahami Kalimat Takwa

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 28 November 2023 14:05 2:05 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 28 November 2023 14:05
Bagikan
Sesungguhnya Allah itu tergantung prasangka hambanya
Bagikan

Takwa adalah menaati apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah, bukan sebaliknya

Hidayatullah.com | TAKWA (atau taqwa), adalah kata yang selalu kita dengarkan di setiap khutbah Jumat, saking penting nya takwa, Allah perintahkan untuk mewasiatkan bertakwa disetiap khutbah Jumat yang biasa disampaikan dengan kalimat marilah kita tingkatkan iman dan takwa.

Takwa dalam artian menjalankan segala perintah nya dan menjauhi segala larangan nya. Bahkan menjadi rukun di dalam khutbah yang dimana ketika salah satu rukun tidak di kerjakan maka batal lah suatu ibadah tersebut.

Jadi takwa adalah menaati apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah. Bukan malah sebaliknya menjalankan larangan nya dan menjauhi perintahnya, nyatanya sekarang ada orang yang mengharapkan rizki dari permainan judi-judi online.

Bekerja siang malam sampai melupakan sholat, bekerja siang malam untuk mencari rezeki dengan cara meninggalkan sang pemberi rezeki? Sepertinya itu adalah hal yang tidak mungkin.

Baca Juga

Makna Ijma’ dan Fatwa dalam Hukum Islam: Asal Kata, Definisi, dan Fungsinya
Makna “Dzalim”  
Makna “Bid’ah” dalam Pemahaman Keagamaan
Ribath di Jalan Jihad
Dua Kalimah Syahadat

Maka seharusnya kita sebagai mahluk selalu butuh kepada Khaliq ( sang pencipta ), Dialah yang memberikan rizki dan hanya kepadaNyalah kita akan kembali, jadi disetiap ikhtiar atau usaha kita ingatlah selalu untuk membersamainya dengan do’a dan tawakkal kepada Allah, karena usaha tanpa doa sombong, doa tanpa usaha bohong.

Karena dengan takwa itu sendiri akan menyelamatkan kita di dunia dan di akhirat, karena apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang Allah semuanya baik dan bermanfaat bagi kehidupan kita di dunia maupun di akhirat.

Tidak ada satupun larangan ataupun perintah yang tidak ada manfaatnya ataupun hikmah didalamnya. Sebagaimana firman Allah SWT yang terdapat pada surat Ali-Imron ayat 102 :

قال تعالى : يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِه وَلَا تَمُوۡتُنَّ اِلَّا وَاَنۡـتُمۡ مُّسۡلِمُوۡنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”

Kosa Kata dan Makna Takwa

Kata  اٰمَنُوۡا berasal dariآمَنَ – يُؤْمِنُ – إِيْمَانًا  yang memiliki arti beriman atau percaya, dikarenakan fi’il tersebut terdapat dhomir  هُمْ maka jadilah اٰمَنُوۡا. Iman memiliki arti membenarkan dengan hati, mengakui/menetapkan dengan lisan dan mengamalkannya dengan anggota tubuh. (Abu Al-Qasim Muhammad ibn ar-Raghib al Asfahani, al-Mufrodat fi Ghoribul Qur’an (Dar Ma’rifah, Beuirut) jilid 1, H. 26).

Kata اٰمَنُوۡا aamanuu merupakan sebuah fi’il madhi atau kata kerja lampau.

Kata اتَّقُوا merupakan sebuah fi’il amr (kata perintah), kata اتَّقُوا berasal dari kata    اتّقَى – يَتَّقِى – اِتِّقاَءً   yang memiliki arti bertakwa, yang mengikuti wazan اِفْتَعَلَ – يَفتَعِلُ -اِفْتِعاَلاً . takwa merupakan menjaga diri dari sesuatu yang merugikan ataupun membahayakannya, serta menjaga dari azab allah SWT dengan taat kepadanya. (Muhammad Ali Ash-shobuni, Shofwatut Tafaasiir, Darul Qur-an Al-karim, Beirut, h. 31).

Kata مُّسۡلِمُوۡنَ muslimuun merupakan sebuah bentuk isim fa’il, kata tersebut adalah bentuk jamak sedangkan untuk bentuk mufrod (tunggal) nya adalah musliim مُسْلِمٌ  kata tersebut besaral dari أَسْلَمَ – يُسْلِمُ – اِسْلاَماً (isalama – yuslimu- aslama) yang memiliki arti berserah diri, yang mengikuti wazan أَفْعَلَ – يُفْعِلُ – اِفْعاَلاً. (Muhammad Ma’sum bin Ali, Amtsilaatu at-Tashrifiyyah, Pustaka Alawiyah, Semarang,  h. 16).

Adapun uraian tafsir dari ayat di atas dalam Tafsir Al-wasith terkait dengan firman allah SWT :

قَوْلُهُ تَعاَلىَ : : يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِه

Ibnu mas’ud berkata, maksud dari  حَقَّ تُقٰتِه adalah taat dan tidak membangkang, mengingat dan tidak melupakan, bersyukur serta  tidak kufur. Dan kalbi berkata dari ibnu abbas : ketika diturunkannya ayat ini kaum muslim mengalami penderitaan yang sangat dahsyat dan mereka tidak tahan akan hal tersebut.

Dan maksud kalimat حَقَّ تُقٰتِه adalah taat dan tidak membangkang, mengingat dan tidak melupakan, bersyukur serta  tidak kufur. Seseorang tidak mampu/kuasa akan perihal tersebut maka  allah SWT menurunkan ayat فاتقوا اللهَ ماستطعتم, tidaklah seorang hamba dibebani ketaatan serta ibadah kepadanya kecuali dengan semampunya. Maka ayat ini menaskh ayat sebelumnya. (Abu Hasan Ali Ahmad al-Wahidi al-Nisaburi, Tafsir al-Wasith, Darul Kutub Ilmiyah, Beirut) jilid 1, h. 472)

Adapun Dr Ali Ash-Shobuni mengatakan dalam tafsirnya bahwa maksud dari  حَقَّ تُقٰتِه adalah dengan takwa yang sebenar-benarnya yaitu dengan meninggalkan segala kemaksiatan kepadanya. 

Abu Ja’far berkata; “Wahai kalian yang telah percaya (membenarkan) bahwa Allah adalah Tuhan dan nabi muhammad adalah utusannya, ( اتَّقُوا اللّٰهَ ) takutlah kepada allah SWT dengan ketaatan kepadanya serta meninggalkan seluruh kemaksiatan.”

Muhammad bin Misyar menceritakan kepada kami, ia berkata; “Abdur Rahman menceritakan kepada kami, ia berkata: “dan Hasan bin Yahya menceritakan kepada kami, ia berkata; Abdur Razak mengabarkan kepada kami, ia berkata : Tsauri mengabarkan kepada kami, dari Zubaid dari Murrah dari Abdullah : اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِه , ia berkata taat dan tidak membangkang, mengingat dan tidak melupakan, bersyukur serta  tidak kufur . (Abu Ja’far Muhammad bin Jarir ath-Thabari, Tafsir ath-Thabari, Maktabah ibnu Taimiyah, Qohirah, jilid 5, h. 65).

Saking penting nya takwa, Allah perintahkan untuk mewasiatkan bertakwa di setiap khutbah Jumat, yang biasa disampaikan dengan kalimat “marilah kita tingkatkan iman dan takwa, takwa” dalam artian menjalankan segala perintah nya dan menjauhi segala larangan nya.

Jadi takwa adalah menaati apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah. Bukan malah sebaliknya menjalankan larangan nya dan menjauhi perintahnya, nyatanya sekarang ada orang yang mengharapkan rizki dari permainan judi-judi online.

Bekerja siang malam sampai melupakan shalat. Bekerja siang malam untuk mencari rezeki dengan cara meninggalkan sang pemberi rezeki? Sepertinya itu adalah hal yang tidak mungkin. Wallahu a’lam bishowab.*/ Ikrar Rafi Hakiki, pengajar di Pondok Pesantren Daar El-Haq Rangkasbitung, Lebak, Banten

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinemakna taqwaPilihan Redaksitakwataqwa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Satelit Mata-mata Korea Utara Diklaim Mampu Memotret Gedung Putih dan Pentagon
Tulisan selanjutnya PBNU Umumkan Niatan Indonesia Mengadakan Gerakan Doa Bersama Lintas Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah

Berita
25 Juni 2026 11:39
Al Jazeera Desak Masyarakat Internasional Hukum ‘Israel’ usai Pembunuhan Jurnalisnya
Turki Tangkap 209 Orang di Ankara Jelang KTT NATO
Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Hidcompedia

Hisab, Muhasabah dan Yaumul Hisab

14 Maret 2024 03:25
Hidcompedia

Asal Usul Kata “Tarhib Ramadhan”

13 Maret 2024 00:30
Hidcompedia

Istilah Makar dalam Al-Quran

1 Maret 2024 14:00
Hidcompedia

Sarir dan Rahasia Ranjang

26 Januari 2024 11:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?