Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Istilah “Ibrani” untuk ‘Israel’ Sebuah Kesalahan Sejarah Fatal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Desember 2014 09:05 9:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Desember 2014 09:05
Bagikan
Bagikan

Oleh: Dr. Fayez Rasyed

SEIRING orang menggunakan istilah Ibrani (Ibriah, Hebrew) untuk penisbatan kepada Negara entitas zionis. Mereka terbawa oleh penggunaan ‘israel’ dalam istilah keseharian mereka, terutama dalam media massa. Padahal jika diteliti akan ditemukan ini sebagai kesalahan fatal. Bahkan ini secara mendasar sebagai masalah inti konflik antara umat dengan negara entitas zionis.

Selama ini pihak pejabat zionis ngotot menggunakan istilah ini. Benyamin Netanyahu pernah menegaskan hal ini di Universitas Bar-Ilan saat memberikan sambutan di periode yang ketika menjadi perdana menteri. “Jika ingin memulai perundingan, maka Palestina dan Arab harus mengakui “yahudisme” negara entitas ‘israel’ untuk menyepakati solusi penyesaian apapun antara dua pihak,” demikian ujarnya kala itu.

Setelah mengakui “yahudisme” israel selanjutnya akan ada peran “ibrani”. Kedua istilah ini terkait dan memiliki implikasi yang sama berbahayanya terhadap Palestina, Arab dan hak-hak nasional mereka.

Faktanya simbol negara ‘israel’ raya belum selesai di kalangan kelompok kanan zionis ekstrim. Dalam jajak pendapat diperkirakan tahun 2025, prosentasi warga zionis di ‘israel’ adalah 62%. Sayangnya, sebagian besar kolumnis, jurnalis, sebagian politisi menggunakan istilah ini dalam ungkapan dan tulisan mereka. Ini artinya; secara ringkas mereka mengakui kebenaran riwayat (versi) zionis terhadap sejarah Palestina; tanah air, bangsa, dan peradaban. Dalam arti lain, Palestina sejak ada dalam sejarah terikat dengan Yahudi sementara Arab dan adalah bangsa yang muncul kemudian.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Artinya; kepalsuan sejarah ke-Arab-an – Islam-Palestina dan mengakui hak yahudi di Palestina dari sisi historis dan mengakui Palestina sebagai tanah yang dijanjikan bagi Yahudi- ‘israel’. Beridentitas yahudi pun bebas bertindak apapun terhadap warga Palestina jajahan 48 karena dianggap sebagai warga kelas “tujuh”. Dan ‘israel’ juga berhak melakukan tindakan rasis, berhak mengusir, dan begitu seterus.

Sebagai contoh; Berdasarkan hasil studi sejarawan Barat dan Arab, seperti J. D. Darger, guru besar ilmu bahasa Ibrani di Univeritas Oxford dalam artikelnya di Ensiklopedia Inggris, juga peneliti sejarah pakar bahasa Kuni Calivani Petanato, Dr. Muhammad Nahl, guru besar sejarah di Universitas Al-Azhar dan banyak peneliti lainnya mengatakan bahwa setelah ditemukan bahasa Ibla (Ebila) Sam, di sebelah selatan Alepo, maka kata Ibrani adalah kata umum yang ditunjukkan kepada kelompok besar suku nomaden di gurun Sham (Syam). Kata dengan makna yang sama ditemukan di tulisan pahat dan Firaun. Sementara Yahudi pada saat itu masih belum ada.
Ketika bangsa Yahudi lahir dan menisbatkan kepada ‘Israel’, mereka mengatakan tentang “Ibrani” sebagai bahasa bangsa Kan’an.
Padahal berdasarkan hasil penelitian terkait budaya Yahudi, bahasa Yahudi di Palestina dan negeri Syam adalah bahasa Kan’an sebagaimana bahasa warga setempat lainnya.

Peneliti Abdul Wahhab Jaburi pernah menegaskan dalam “Lahirnya Bahasa Ibrani dan Perkembangannya” menegaskan, bangsa Yahudi mengubah fakta-fakta sejarah dan “mengklaim Ibrani sebagai bahasa mereka”. Padahal bahasa Ibrani adalah salah satu logat Aramiah dan Kan’aniah, era sebelum munculnya Yahudi.

Kelompok penganut agama Yahudi di dunia sampai saat ini pun mereka berbahasa dengan bahasa setempat, bukan bahasa Ibrani. Adapun sebagian rabbi-rabbi Yahudi dan kelompok agamis Yahudi seakan mumpuni dalam membuat logat khusus adalah hal yang dibuat-buat semata. Demikian hal dengan kelompok Yahudi di dunia seperti Eshkanazi (Yahudi barat) menggunakan campuran bahasa setempat dan bahasa Eropa (Inggris) modern.

Karena itu, istilah Ibrani digunakan oleh ‘israel’ untuk membutikan (cara terbaik menurut mereka) untuk mengklaim keterkaitan Yahudi dengan Palestina. Sementara sejarawan Yahudi masih mempertahankan bahwa Ibrani bermakna Yahudi atau yang mereka sebut dengan Ibrani Taurat. Dengan ini mereka ingin memaksakan kaitan antara Ibrani dengan sejarah Yahudi.*

Penulis adalah kolumnis di Middle East Monitor (MEMO). Artikel ini dimuat di Al-Wathan Amman dan The Palestinian Information Center (PIC)

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelpalestinayahudiZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tepat Natal, Masjid di Swedia dibakar, Lima Cedera
Tulisan selanjutnya Tolak Kebudayaan Barat, Kota Wenzhou Larang Sekolah Gelar Acara Natal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?