Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Kesedihan yang Dibayar Allah dengan Perjalanan Menuju Baitul Maqdis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Februari 2023 16:02 4:02 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Februari 2023 15:59
Bagikan
Baitul Maqdis
Bagikan

Keberkahan Baitul Maqdis, Allah janjikan untuk orang-orang yang beriman kepada Allah Ta’ala dari bangsa dan suku apa pun mereka

Oleh: Mahladi Murni

Hidayatullah.com | PERJALANAN malam al-Isra, yakni berangkatnya Rasulullah ﷺ dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha di Baitul Maqdis terjadi sebelum Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah, tepatnya 18 bulan sebelum beliau hijrah atau tahun ke 11 kenabian, sekitar 620 M.

Peristiwa ini terjadi ketika Rasulullah ﷺ dan kaum Muslim di Makkah tengah menghadapi situasi yang sangat berat. Kala itu mereka ditindas, bahkan disiksa, oleh bangsa mereka sendiri, di kampung halaman mereka sendiri.

Kondisi ini kian buruk manakala pada saat yang hampir bersamaan, Abu Thalib, paman sekaligus pelindung Rasulullah ﷺ, meninggal dunia, tepatnya pada bulan Rajab tahun ke 10 kenabian atau 619 M.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Dan, pada saat yang hampir bersamaan juga, isteri Rasulullah ﷺ, Khadijah, yang selama ini selalu menyokong dakwah Rasulullah ﷺ dengan jiwa, raga, dan harta, dipanggil oleh Allah Ta’ala, tepatnya pada bulan Ramadhan tahun yang sama.

Rasulullah ﷺ kemudian pergi ke Thaif untuk meminta bantuan Suku Tsaqif. Namun, yang diterima beliau  di negeri itu justru pengusiran dan penghinaan. Para budak di tempat itu disuruh oleh tuannya untuk melempari Rasulullah ﷺ dengan batu hingga terlukalah kaki Rasulullah ﷺ.

Pada detik-detik yang sangat berat ini, Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya dan mengadukan semua kepada Rabb-nya, sebagaimana dikutip dari al-Sira al-Nabawiyya karya Ibn Hisyam dan dimuat ulang dalam Buku Emas Baitul Maqdis karya Prof. Dr Abd al-Fattah el-Awaisi.

Ya Allah, kepada-Mu aku mengadukan  kelemahanku, kurangnya kesanggupanku, dan mudahnya orang-orang menghinaku.

Wahai Yang Maha Pengasih di antara yang penyayang, Engkaulah pelindung bagi si lemah dan Engkaulah pelindungku. Kepada siapakah diriku hendak Engkau serahkan? Apakah kepada orang jauh yang membelalakkan matanya (dengan penuh kebencian)? Ataukah kepada musuh yang telah Engkau berikan kekuasaan atas diriku?

Apabila Engkau tidak murka kepadaku, semua itu tidak akan aku hiraukan, karena sungguh besar nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku. Aku berlindung kepada cahaya wajah-Mu yang menerangi kegelapan dan mendatangkan kebajikan di dunia dan di akhirat, (dan aku berlindung) dari murka-Mu kepadaku atau kemurkaan yang hendak engkau turunkan kepadaku. Hanya Engkaulah yang berhak mempersalahkan diriku hingga Engkau berkenan. Sungguh, tiada daya dan kekuatan apa pun selain atas perkenan-Mu.

Inilah doa yang sangat menyentuh dan emosional dari Rasulullah ﷺ.  Doa tersebut dijawab oleh Allah Ta’ala lewat perjalan pada malam al-Isra dari Makkah menuju Baitul Maqdis, lalu naik ke Sidratul Muntaha.

Kita tahu, dalam perjalanan ghaib yang ditempuh hanya dalam satu malam ini, Rasulullah ﷺ mendapat banyak sekali hikmah dan pelajaran, termasuk perintah shalat lima kali dalam sehari semalam.

Dari kisah ini, menjadi pahamlah kita tentang keutamaan Masjid al-Aqsha dan Baitul Maqdis yang melingkupinya. Perjalanan dari Makkah menuju Baitul Maqdis, lalu naik ke Sidratul Muntaha, bagi Rasulullah ﷺ laksana obat dari kesedihannya yang bertubi-tubi.

Sama seperti Nabi Ibrahim a.s. yang pergi meninggalkan kota kelahirannya menuju Baitul Maqdis manakala Raja Namruj dan masyarakat di kota kelahirannya memusuhinya.  

Ini juga dialami oleh Nabi Musa a.s ketika beliau dan kaumnya, Bani Israil, mendapat perlakuan kejam dan zalim dari Fir’aun dan bangsa Mesir. Nabi Musa a.s. membawa kaumnya meninggalkan Mesir menuju tanah harapan, Baitul Maqdis.

Sayangnya, kebanyakan Bani Israil kemudian ingkar kepada Nabi Musa a.s., bahkan juga ingkar kepada nabi-nabi setelahnya. Mereka pandir dengan mengubah ketentuan-ketentuan Allah Ta’ala, saling berperang di antara mereka, bahkan membunuh Nabi-nabi yang Allah turunkan kepada mereka.

Mereka mengklaim Baitul Maqdis adalah tanah yang dijanjikan Allah Ta’ala khusus untuk mereka. Padahal, keberkahan Baitul Maqdis, Allah janjikan untuk orang-orang yang beriman kepada Allah Ta’ala dari bangsa dan suku apa pun mereka.

Inilah yang menyebabkan tanah harapn tersebut tak bisa didatangi oleh kaum Muslim dengan bebas tanpa rasa takut, bahkan sampai sekarang.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baitul MaqdisHeadlineIsra'Masjid Al-AqshaPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Viral, Anak Pengurus GP Ansor Dianiaya Anak Pejabat Pajak
Tulisan selanjutnya Provinsi-Provinsi di China Tawarkan Cuti 30 Hari Bergaji Mendorong Tambah Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?