Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Rasulullah dan Intelijen yang Berakhlaq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Mei 2018 14:01 2:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Januari 2005 14:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pernah menonton film Enemy of The State? film yang bercerita tentang kehebatan agen rahasia NSA (National Security Agency). Film yang bercerita seputar intrik-intrik spionase, serta kecanggihan peralatan penyadapan ini dimainkan Will smith (sebagai Robert Clayton).

Dalam cerita, pengacara kulit hitam Clayton diburu secara membabi-buta oleh intel NSA karena telah menyimpan informasi penting tentang pembunuhan.

Dengan alat-alat deteksi canggih, Clayton diburu selama 24 jam penuh oleh agen NSA. Tanpa disadari, sekujur tubuhnya sudah dipasangi alat penyadap canggih. Mulai pulpen, sepatu, jas, arloji dan kancing celana. Bahkan untuk kepentingan intelijen pula, aparat-aparat intel itu harus membunuh siapa saja yang ditemui jika dianggap perlu.

Intelijen merupakan salah satu unsur dari manajemen yang telah digunakan oleh manusia sejak zaman prasejarah. Ilmu intelijen bahkan berkembang menjadi salah satu unsur manajemen perang sejak 400 tahun sebelum masehi.

Salah satu tugas pokok dari intelijen adalah kemampuan menggambarkan perkiraan keadaan yang akan terjadi secara tepat, sehingga selain mendapatkan informasi penting juga diharapkan mampu memenangkan peperangan. Selain itu, fungsi intelijen juga memperkecil resiko yang timbul baik terhadap manusia (pasukan) maupun peralatan (logistik). Kirka secara sederhana mencakup empat hal penting, yakni terhadap pasukan sendiri (intern), terhadap pasukan lawan, terhadap medan atau lokasi di lapangan dan terhadap cuaca.

Baca Juga

Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”

Dalam perkembangannya, kegiatan mata-mata seperti ini telah melahirkan teknologi dan peralatan informasi yang begitu canggih. Dalam Perang Dunia (PD) II, misalnya, bahkan pernah dikenal tehnik Radio Direct Finding (RDF), teknik yang dipakai untuk melacak sinyal pemancar-pemancar “clandestine”.

Dinas rahasia Jerman dan Swiss pernah juga pernah menggunakan perangkat teknologi RDF, memaksa pemancar-pemancar lain untuk menghilang dari udara dengan jalan memancarkan sinyal super kuat. Taktik yang dipakai armada Jerman adalah menyebarkan kapal-kapal selam kecil yang dikenal dengan u-boat ratusan mil menyeberangi samudra untuk mencari konvoi kapal perang musuh. Bila sebuah konvoi berhasil dideteksi u-boat, maka pesawat radio u-boat mengabarkannya dan tentu saja juga kepada u-boat lain yang berdekatan. Intelejen Naval sekutu mampu melakukan RDF terhadap pancaran dari u-boat yang memberi probabilita 50% bahwa u-boat tersebut berada dalam radius diameter 100 mil laut. Perangkat RDF yang dipasang pada kapal-kapal konvoi memastikan lebih baik hasil-hasil DF bahkan intelejen Naval dapat menginformasikan saat-saat u-boat tersebut muncul ke permukaan laut dan di sana sebuah pesawat tempur yang dilengkapi radar telah siap menantika kehadiran ‘sang musuh’.

Inti dari pekerjaan intelijen adalah memenangkan informasi. Dalam doktrin militer, informasi merupakan bagia integral dari komando dan kendali yang merupakan kunci setiap operasi. Dulu, konsep intelijen hanya sebatas tentang penginderaan di batas-batas wilayah, kegiatan lalulintas manusia, kapal laut dan udara, sistem deteksi dan peringatan dini atau radar surveilance untuk di darat, laut dan udara. Termasuk remote sensing dan sistem navigasi udara.

Di era 90-an, dengan kemajuan teknologi komputer melahirkan konsep Komando, Kendali, Komunikasi, Komputer dan Intelijen (K4I). Tetapi, belakangan ini, konsep baru yang diterapkan adalah; Komando, Kendali, Komunikasi, Komputer, Intelijen, dan Manajemen Pertempuran (command, control, communications, computers, intelligence and battle management) atau sering disebut (K4I/MP). Ini menunjukan, teknologi baru dalam penerapan teknik berperang juga menggunakan prinsip manajemen. Yakni manajemen pertempuran. Karenanya, di era modern, infrastructure telecommunication and computer network begitu amat berharga.

Semenjak perkembangan teknologi informasi menjadi sangat pesat, maka barang siapa menguasai informasi, menguasai dunia. Inilah yang mendorong negara adi daya untuk berlomba-lomba memasuki medan peperangan yang baru yaitu perang informasi terutama dengan memanfaatkan media masa dan jaringan informasi global. Karena itulah, wajar bila mantan presiden AS, Ronald Reagan pernah mengeluarkan gagasan ‘Perang Bintang’.

Kemajuan teknologi informasi menyebabkan terjadinya pergeseran konsep memenangkan perang. Janganlah heran bila kemudian Amerika Serikat (AS) tiba-tiba memiliki data foto satelit tiga dimensi tentang kondisi Propinsi Aceh Darussalam (NAD). Foto satelit, adalah diantara teknologi informasi modern yang dipakai dalam dunia intelijen.*/bersambung “Katanya Intelligence, tapi tak Pintar..

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
1234Halaman selanjutnya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mafia Anak Ancam Korban Aceh
Tulisan selanjutnya Selamat dari Tsunami Meski Tengah Menyelam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Berita
31 Agustus 2026 06:11
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Ragam

Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

28 Agustus 2025 11:00
buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?