Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Muslim India Warga Kelas Kedua

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 September 2021 06:17 6:17 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 September 2021 16:10
Bagikan
Muslim Assam India, yang terus mengalami diskriminasi (Indiatommorrow)
Bagikan

Kejadian memilukan yang baru-baru ini terjadi nyatanya hanya satu dari daftar panjang kekejaman terhadap Muslim di India. Terkadang kabarnya menjadi perhatian dunia internasional, namun lebih banyak yang terluput dan diabaikan.

Daftar isi
  • Kampanye Islamofobia
  • Muslim India Hanya Warga Kelas Kedua
        • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hidayatullah.com — India adalah negara dengan keragaman agama, etnis, dan bahasa. Ia juga rumah bagi sekitar 200 juta Muslim, salah satu populasi Muslim terbesar di dunia tetapi minoritas di negara yang dengan 1,3 miliar penduk yang didominasi Hindu.

Komunitas Muslim negara itu beragam, dengan perbedaan bahasa, kasta, etnis, dan akses ke kekuatan politik dan ekonomi. Namun, sejak kemerdekaan India, umat Islam terus menghadapi diskriminasi, prasangka, dan kekerasan sistematis.

Terakhir, pada Kamis (24/09/2021), sebuah rekaman video yang viral di India menyulut kegeraman dan protes. Rekaman tersebut menunjukkan seorang fotografer media India menginjak-injak jenazah seorang pria Muslim yang tergeletak tak berdaya setelah ditembak secara terbuka oleh polisi di negara bagian Assam, India.

Kejadian memilukan tersebut nyatanya hanya satu dari daftar panjang kekejaman terhadap Muslim di India. Terkadang kabarnya menjadi perhatian dunia internasional, namun lebih banyak yang terluput dan diabaikan.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Kampanye Islamofobia

Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, pemerintahan Partai Bharatiya Janata telah mengajukan beberapa kebijakan anti-Muslim.

Pada tahun 2019, pemerintah India mengesahkan Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan, yang memudahkan jalur menuju kewarganegaraan untuk berbagai kelompok agama dari negara-negara tetangga India tetapi mengecualikan Muslim. Hal itu memicu protes yang meluas yang kemudian dibalas dengan kekerasan

Kekerasan pada 23 Februari 2020 yang berlangsung selama beberapa hari, menewaskan sedikitnya 46 orang di Delhi, mayoritas dari mereka Muslim. Itu adalah kekerasan agama terburuk di India dalam beberapa tahun.

Berbagai kampanye Islamofobia, baik yang terang-terangan dilakukan oleh pemerintah India maupun yang diam-diam didukung, telah menyuburkan iklim kekerasan terhadap minoritas, khususnya Muslim.

Menurut sebuah survei oleh New Delhi Television, ada peningkatan hampir 500 persen dalam penggunaan bahasa yang memecah belah masyarakat dalam pidato oleh para pemimpin terpilih—90 persen di antaranya dari BJP—antara tahun 2014 dan 2018, dibandingkan dengan lima tahun sebelum BJP berkuasa. Perlindungan sapi menjadi tema penting dalam sejumlah pidato tersebut

Muslim hampir tidak hadir di sektor formal ekonomi dan jumlah mereka tidak signifikan dalam layanan negara. Penduduk muslim terbesar bekerja di sektor informal. Kampanye ini mendorong agar mereka “tidak tersentuh” bagi non-Muslim, yang tentunya akan mendorong mereka keluar dari berbagai kegiatan ekonomi.

Muslim India Hanya Warga Kelas Kedua

Aliansi nasionalis Hindu yang diwakili Modi dengan tegas melihat India sebagai “bangsa Hindu”, dan sebagai Ketua Menteri Gujarat pada tahun 2002, Modi dituduh menginstruksikan polisi untuk tidak mencegah pogrom yang menewaskan ribuan Muslim. Ketika dia terpilih pada tahun 2014, ada peningkatan tajam dalam hukuman mati tanpa pengadilan terhadap Muslim.

Sejak terpilih kembali dengan mayoritas yang lebih besar pada Mei 2019, pemerintahannya telah “beralih ke skala yang lebih besar, jika masih lokal, kekerasan massa yang didukung oleh negara,” kata Sumantra Bose, profesor politik internasional dan komparatif di London School of Economics kepada Time. “Ini adalah perkembangan alami, mengingat sifat, logika, dan tujuan pemerintah Modi-Shah.”

Akibatnya, banyak dari 200 juta Muslim India memperhitungkan masa depan sebagai warga negara kelas dua.

Dr. N.C. Asthana, seorang pensiunan perwira Indian Police Service, dalam tulisannya untuk The Wire, mengatakan bahwa masyarakat India harus menundukkan kepala karena malu. Bahwa bahkan 73 tahun setelah Kemerdekaan, umat Islam di sana memiliki begitu sedikit kepercayaan pada polisi sehingga, pada protes 2019, mereka harus mengirim kaum perempuan mereka ke desa lain untuk keselamatan.

Ia juga mengungkapkan bahwa tujuan akhir dari kekerasan, kekejaman, dan pembantaian berlebihan itu hanya untuk melecehkan kaum Muslim sedemikian rupa sehingga pada akhirnya, mereka menerima ‘kekalahan sosial’ mereka.

Dimulai dengan proses ‘othering’, mereka akan memaksa mereka terlebih dahulu untuk menerima status ‘warga kelas dua’, kemudian status ‘pariah’, dan akhirnya status ‘nowhere people’. Tujuan akhir India adalah untuk mematahkan keinginan umat Islam untuk hidup dengan harga diri, martabat dan kehormatan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AssamIndian Muslims Under Attackislamofobiamuslim India
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pembunuh bayaran PKI “Bau Amis” Teror Komunis (2): Pembunuh Bayaran PKI
Tulisan selanjutnya Pohon Pun Bisa Stres Akibat Fenomena Alam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?