Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Asal Usul Gaza di Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Oktober 2023 11:41 11:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Oktober 2023 11:30
Bagikan
Kota Gaza yang indah sebelum dan sesudah dirusak zionis 'Israel'
Bagikan

Nama Gaza atau Gaza Hashem (Gaza al-Hashem) untuk menghormati Hasyim bin Abd Manaf, kakek Nabi Muhammad ﷺ, tokoh penting dalam sejarah Makkah, nenek moyang Nabi Muhammad

Hidayatullah.com | GAZA bukan bukan sebuah kota yang baru dibangun. Ia adalah kota tua dengan nama yang juga sudah sangat dikenal sejak dulu. Gaza ditinggali mulai 15 SM.

Gaza sebagaimana  Palestina juga memiliki sejarah nama, kalau kata Palestina dalam Al-Maudhu berasal dari kata “Philistia” (dalam bahasa Inggris: Philistia), yaitu kata yang diberikan oleh para penulis Yunani kepada bangsa Palestina yang menguasai tanah ini pada abad ke-12 SM, yang terletak di pantai selatan antara Jaffa dan Gaza.

Pada abad kelima SM ketika sejarawan Herodotus menggunakan kata “Palaistina” untuk merujuk pada jalur pantai yang dihuni oleh orang Filistin.

Bagaimana dengan Kata Gaza?

Baca Juga

Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”

Gaza atau Gazza dinamakan Gaza berdasarkan beberapa teori dan interpretasi. Salah satu teori menyebutkan bahwa Gaza  berasal kata gazzah  (منعة والقوة) yang berarti “kekuatan dan keberanian,” mengisyaratkan bahwa penduduk Gaza kuat dan berani.

Ada juga yang mengatakan bahwa kata Gaza  memiliki arti “الثروة” yang berarti “kekayaan.” Beberapa sejarawan mengartikan Gaza sebagai “المميزة” atau “المختصة” untuk menunjukkan kedudukannya yang istimewa di antara tempat-tempat lain.

Nama Gaza telah berubah seiring berjalannya waktu dan berbagai peradaban yang pernah mendiami atau berinteraksi dengan wilayah tersebut. Misalnya, orang Ibrani menyebutnya “عزة” (Azza), orang Kanaan menyebutnya “هزاتي” (Hazati), dan orang Mesir menyebutnya “غزاتو” (Gazato).

Selama masa kekuasaan Asyur dan Yunani, mereka menyebutnya “عزاتي” (Azati). Selama masa Perang Salib, namanya berubah menjadi “غادرز” (Gadara). Namun, nama Arab “غزة” (Gaza) tetap digunakan oleh orang Turki. (dalam Al-Wathan)

Selain itu, Gaza juga dikenal sebagai tempat yang makmur, terutama dalam perdagangan wewangian, karavan, dan rempah-rempah. Karena perdagangan ini, Gaza dikenal sebagai “سيدة البخور” atau “Nyonya Wewangian.”

Selain itu, wilayah ini dinamakan Gaza Hashem (Gaza al-Hashem) untuk menghormati Hasyim bin Abd Manaf, kakek Nabi Muhammad ﷺ. Hasyim adalah tokoh penting dalam sejarah Makkah dan merupakan nenek moyang Nabi Muhammad.

Dan perlu diingat bahwa nama Gaza telah berubah sepanjang sejarahnya dan mungkin tidak ada penjelasan tunggal yang sepenuhnya memahami asal-usul nama ini.

****

Sejarah panjang, tentang Gaza terlalu panjang diurai, sedikit yang penulis ambil dari Al-Wathan dalam Nubdzah-nya. Gaza, sebuah kota yang bersejarah, telah memainkan peran penting dalam berbagai periode sejarah, termasuk selama pemerintahan Kesultanan Ustmaniyah (Ottoman).

Gaza adalah wilayah administratif yang dikenal sebagai “sancak” atau “liwa” di wilayah Syam, dan pada waktu tertentu, ia tergabung dalam wilayah pemerintahan Sidon dan kemudian Yerusalem (Baitul Maqdis).

Pada akhir abad ke-18, setelah kampanye Prancis yang sukses di Mesir pada tahun 1798, perhatian Napoleon Bonaparte beralih ke Palestina. Pada tahun 1799, Napoleon melakukan ekspedisi menuju Gaza, yang pada saat itu merupakan pusat penting dalam aspek militer dan ekonomi.

Napoleon menggambarkan Gaza sebagai “pos perbatasan utama ke Afrika dan pintu ke Asia.” Pada tanggal 24 Februari 1799, pasukan Prancis berhasil merebut Gaza, namun karena berbagai kesulitan, resistensi, dan wabah penyakit, Napoleon terpaksa mundur dari seluruh kota di wilayah Syam.

Pada tahun 1831, Muhammad Ali Pasha, penguasa Mesir, mengirim ekspedisi militer ke Palestina yang dipimpin oleh putranya, Ibrahim Pasha. Gaza jatuh tanpa perlawanan yang berarti, tetapi akibat masalah internal, pasukan Mesir terpaksa mundur pada tanggal 19 Februari 1841.

Ketika Perang Dunia I pecah, Gaza, seperti sebagian besar Palestina, menjadi medan pertempuran. Pasukan Inggris mencoba untuk merebut kota ini, tetapi mereka gagal dalam dua pertempuran awal pada tahun 1917.

Akhirnya, dalam pertempuran ketiga yang berlangsung selama enam hari, Pasukan Salib dari Inggris di bawah pimpinan Lord Allenby berhasil merebut Gaza pada tanggal 7 Oktober 1917. Pada saat itu, Gaza telah menjadi tujuan penting dalam sejarah militer.

Setelah Perang Dunia I, Gaza tetap di bawah kendali Kesultanan Utsmani (Ottoman) hingga berakhirnya perang. Namun, peranannya sebagai pusat ketegangan dan perubahan kepemilikan terus berlanjut.

Kemudian, di tahun 1948, ketika Palestina mengalami tragedi Nakba, Gaza jatuh di bawah pemerintahan Mesir. Status ini berlangsung hingga tahun 1967, ketika ‘Israel’ merebut Gaza dan sebagian besar wilayah Palestina selama Perang Enam Hari.

Gaza pic.twitter.com/3C48P1osLk

— Aya Isleem 🇵🇸 #Gaza (@AyaIsleemEn) October 10, 2023

Sejak itu, Gaza telah menjadi saksi perubahan politik dan perjalanan sejarah yang sulit. Pada tahun 1993, berdasarkan Kesepakatan Oslo, Palestina mendirikan Otoritas Palestina, yang memulihkan beberapa bentuk kedaulatan di wilayah tersebut.

Sejarah Gaza adalah kisah perubahan yang terus berlanjut, perjuangan, dan perebutan kekuasaan selama berabad-abad, mencerminkan kompleksitas sejarah Timur Tengah yang begitu kaya dan beragam.

Kini, Gaza mengalirkan darah hitam dan coklat! Mari kita doakan.*/ Dr. Halimi Zuhdy, Malang-Jakarta, 18 Okt 2023

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Gaza al-HashemGaza HashemHasyim bin Abd ManafHeadlinekakek Nabi MuhammadKota Gazapalestinasejarah Gaza
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Raja Yordania Abdullah II Raja Yordania Sebut Pemboman Rumah Sakit di Gaza “Kejahatan Perang Paling Keji”
Tulisan selanjutnya Profil Abdul Kahar Muzakkir Prof. Kahar Mudzakkir: Tonggak Sejarah Kepedulian Indonesia terhadap Masalah Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Itamar Ben Gvir melarang azan
Berita

Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi

Berita
1 Oktober 2026 20:31
Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
Gagal Bunuh Petinggi Hamas di Qatar, ‘Israel’ Kembali Tebar Ancaman Pembunuhan
Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi

Terbaru

  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
  • Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
  • Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal
  • Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester
  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

Mungkin Anda Juga Suka

Ragam

Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

28 Agustus 2025 11:00
buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?