Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 28 Oktober 2025 15:27 3:27 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 28 Oktober 2025 17:00
Bagikan
Dar Al Taqwa toko buku Islam tertua di London
Bagikan

Hidayatullah.com – Dari etalase, terlihat sejumlah buku Islam dari berbagai bahasa nampak tertata rapi. Ketika memasuki toko terlihat rak-rak bertingkat penuh dengan buku. Jika diperhatikan dengan teliti, sebagian dari buku tersebut merupakan buku terjemahan ke dalam bahasa Inggris.

Daftar isi
  • Berjuang mempertahankan pengunjung
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Terpampang dengan jelas tulisan Dar Al Taqwa di depan toko. Ya, itu adalah sebuah toko buku Islam. Terletak diantara jalan Baker Street dan Stasiun Marylebone, Dar Al Taqwa merupakan toko buku independen tertua di London.

Didirikan pada tahun 1985 oleh penerbit Mesir, Samir el-Atar, Dar al-Taqwa menjadi pelopor pertukaran budaya bagi generasi Muslim Inggris. Para akademisi, mahasiswa, dan mualaf telah lama berkumpul di sana untuk membaca dan bertukar pikiran. Bagi banyak orang, toko ini telah menjadi ruang yang ramah untuk refleksi dan dialog.

Dar Al Taqwa kini dikelola oleh istri Samir, Noora el-Atar, setelah suaminya meninggal dunia pada 2022. Mualaf berusia 69 tahun dari Leeds itu berjuang mengelola toko buku itu bersama tiga staf paruh waktu.

“Toko buku ini berawal secara organik, tanpa pinjaman. Semuanya berasal dari komunitas,” ujar Noora. “Islam itu sangat luas – itulah mengapa kami ingin toko buku ini tetap sama.”

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup
Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

Ketika Dar al-Taqwa dibuka, literatur Islam yang dapat diakses di Inggris masih terbatas. Pasangan ini memilih membuka toko buku di Baker Street karena lokasinya yang dekat dengan Masjid Pusat London dan popularitasnya di kalangan keluarga Arab yang berkunjung.

Mereka mendirikan toko tersebut tanpa hutang dan pinjaman, sesuai dengan ajaran Islam yang melarang riba, dan mengandalkan tabungan serta dukungan masyarakat.

Di sana menjual beragam buku dari berbagai topik terkait Islam, mulai dari teologi, budaya hingga sastra anak-anak dan Al-Quran terjemahan bahasa Inggris. Dar Al Taqwa bahkan memiliki koleksi sejumlah buku langka atau yang sudah tidak lagi dicetak.

Di antara para kontributornya adalah Hamza Yusuf, seorang tokoh yang sering dianggap kontroversial di beberapa kalangan Muslim. Buku dari penerbit akademis seperti Routledge dan Macmillan ada di sana.

Dar Al Taqwa tidak hanya berfungis sebagai toko saja. Sejumlah kegiatan akademis seperti pembacaan, kuliah, dan diskusi buku, dan terkadang menjadi tempat pertemuan komunitas kecil juga digelar di sana.

Berjuang mempertahankan pengunjung

Selama bertahun-tahun, Dar al-Taqwa telah menarik banyak pengunjung, bahkan tokoh terkenal termasuk Yusuf Islam (Cat Stevens), Gai Eaton, dan Pangeran Ghazi bin Muhammad dari Yordania. Reputasinya bahkan melampaui Inggris.

Seperti banyak peritel independen lainnya, Dar al-Taqwa telah terdampak oleh perkembangan zaman dan teknologi serta meningkatnya biaya sewa. Agar tetap beroperasi, toko tersebut telah meluncurkan penggalangan dana sebesar £25.000 (Rp554 juta) untuk membantu biaya sewa dan operasional.

Noora mengatakan ia tetap berkomitmen untuk mempertahankan toko tersebut selama mungkin. “Suami saya sangat ambisius. Ia bekerja sangat, sangat keras,” ujarnya kepada The Guardian.

Baginya, mempertahankan toko ini bukan hanya penghargaan atas karyanya, tetapi juga rasa kebersamaan yang telah terjalin di sekitar Dar al-Taqwa sejak didirikan. Noora menggambarkan Dar Al-Taqwa telah menghasilkan suasana kekeluargaan. “Kami adalah keluarga di sini, kami mempertahankan pelanggan, dan mereka menjadi bagian dari kami, sebagai staf,” ujarnya.

Apakah penggalangan dana ini akan cukup untuk mempertahankan eksistensi Dar Al-Taqwa atau tidak, Noora tidak tahu. Namun, bagi mereka yang pernah mengunjunginya, toko buku ini telah meninggalkan jejak abadi di lanskap budaya dan keagamaan London.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bukuHeadlineinggrisliterasiPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Angkatan Laut Pakistan Cegat Penyelundupan Narkoba di Laut Arab
Tulisan selanjutnya UEA Perbolehkan Perusahaan Senjata ‘Israel’ Buka Cabang di Abu Dhabi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

Feature
30 Juni 2026 16:15
Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

Terbaru

  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober

Mungkin Anda Juga Suka

Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Ragam

Siapakah Etnis Druze yang Berpihak pada “Israel” Memusuhi Suriah?

22 Juli 2025 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?