Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Agustus 2025 17:23 5:23 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Agustus 2025 17:22
Bagikan
Bagikan

Dengan logika sederhana namun tajam, Muhammad Ali menunjukkan bagaimana bias rasial dalam simbol-simbol budaya dan agama Barat membawanya pada kesadaran spiritual dan akhirnya memilih Islam sebagai jalan hidupnya

Hidayatullah.com | LEGENDA tinju dunia Muhammad Ali tak hanya dikenal karena keberanian di ring, tetapi juga karena logika tajamnya dalam menyoal agama dan ras. Dalam sebuah wawancara dengan BBC yang diabadikan, Ali mengungkapkan kegelisahannya sejak kecil tentang dominasi simbol-simbol putih dalam budaya dan keagamaan di Amerika hingga membawanya masuk Islam.

“Saya selalu bertanya kepada ibu saya, mengapa Yesus berkulit putih, berambut pirang, dan bermata biru? Mengapa semua malaikat digambarkan putih? Bahkan Perjamuan Kudus, Paus, Bunda Maria—semuanya putih,” kata Ali dalam wawancara dengan Michael Parkinson dari BBC tahun 1971.

Ali kecil melihat kontradiksi itu sejak ia masih rajin ke gereja. “Saya bilang pada ibu, kalau kita mati dan masuk surga, apa yang terjadi dengan malaikat-malaikat hitam? Mungkin mereka ada di dapur menyiapkan susu dan madu,” ujarnya sambil menyinggung bias kulit dalam keyakinan masyarakat Barat.

Bagi Ali, keganjilan itu makin nyata ketika ia melihat dunia hiburan. “Tarzan adalah raja hutan di Afrika, tapi dia orang kulit putih dengan cawat, berteriak-teriak, lalu mengalahkan singa dan berbicara dengan hewan. Padahal orang Afrika sudah ada di sana selama berabad-abad, tapi tidak bisa,” ucap legenda ini, juara tinju dunia, penyair, aktivis, dan simbol abad ke-20 ini.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Ia juga menyinggung bagaimana hampir semua simbol positif diwarnai putih, sementara yang negatif dikaitkan dengan hitam. “Kue malaikat berwarna putih, tapi kue setan berwarna cokelat. Presiden tinggal di Gedung Putih. Santa Claus putih. Segala sesuatu yang buruk disebut hitam: kucing hitam pembawa sial, ancaman disebut blackmail. Mengapa tidak white mail?” sindirnya.

Ali menegaskan, pengalaman diskriminasi makin menguatkan kesadarannya. Meski sudah memenangkan medali emas Olimpiade Roma 1960, ia tetap ditolak makan di restoran di kampung halamannya. “Saya baru saja mengorbankan diri untuk negara ini, tapi mereka bilang: ‘Kami tidak melayani Negro.’ Saat itu saya sadar, ada yang salah,” kata Ali.

Kritiknya kemudian membawanya memeluk Islam. Ia menilai ajaran Elijah Muhammad membuka mata bahwa kaum kulit hitam di Amerika telah “dicuci otak” untuk mencintai putih dan membenci hitam. “Kami dirampas nama, budaya, dan sejarah. Itu menjadikan kami seperti orang mati berjalan. Tapi kebangkitan pertama akan dimulai dari orang kulit hitam Amerika,” ujarnya menegaskan.

Melalui logika sederhana namun tajam, Muhammad Ali berhasil menghubungkan pengalaman rasialnya dengan pencarian spiritual. Kritiknya terhadap dominasi “warna putih” dalam simbol agama dan budaya Barat kini dianggap sebagai salah satu warisan intelektualnya yang abadi, sama kuatnya dengan pukulannya di ring tinju.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratbias rasialHeadlinelogikaMuhammad AliPetinjuPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslimah Bercadar Ini Melawan Aksi Pelecehan di Metro Moskow
Tulisan selanjutnya Menjadi Muslimah yang Beruntung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Lentera Hidup

Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi

Lentera Hidup
23 Juli 2026 10:42
Deputi Kemenpora Buka Rakerwil Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta: Jadilah Penggerak Bangsa Menuju Indonesia Emas
Arcandra Tahar: Kedaulatan Energi Ditentukan oleh SDM, Teknologi, dan Investasi
Hanifuddin Chaniago: Program Kerja Harus Menjadi Gerakan Nyata Pemuda Hidayatullah
Rakerwil Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta Bahas Penguatan Peran Pemuda sebagai Penggerak Bangsa

Terbaru

  • MES Sebut Pertumbuhan Ekonomi Belum Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Masyarakat
  • Menag: Hasil KUII VIII Akan Jadi Program Kerja Kementerian Agama
  • Trump Abaikan Keberatan Netanyahu soal Rencana Penjualan F-35 ke Turki
  • KUII VIII Hasilkan 12 Rekomendasi Strategis untuk Umat, Bangsa, dan Negara
  • Hamid Fahmy Zarkasyi: Krisis Peradaban Berawal dari Hilangnya Adab dalam Pendidikan
  • Prof Masykuri Abdillah: Rekomendasi KUII VIII Harus Dikawal hingga Menjadi Kebijakan Publik
  • Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi: Sekolah Tahfidz Harus Melahirkan Manusia Beradab
  • Komite Teknokrat Palestina Mengaku Siap Mengelola Gaza usai ‘Israel’ Mundur
  • Keluarga Adalah Sekolah Pertama Pembentuk Peradaban
  • Mendikdasmen: KUII VIII Momentum Perkuat Persatuan Umat dan Dukung Pembangunan Nasional

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Ragam

Siapakah Etnis Druze yang Berpihak pada “Israel” Memusuhi Suriah?

22 Juli 2025 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?