Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 September 2025 13:48 1:48 pm
Ahmad
Dipublikasikan 2 September 2025 13:38
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

Injil kemakmuran (prosperity gospel) dinilai telah menjelma menjadi industri yang mengeksploitasi penderitaan dan iman umat, menjual janji surga dengan harga duniawi. Benarkah?


Hidayatullah.com | “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas,” demikian kutipan Matius 7:15. Ayat ini barangkali tepat dengan maraknya industri yang menjanjikan surga dengan harga tinggi.

Injil kemakmuran (prosperity gospel), ajaran yang dinilai menjual harapan akan kekayaan, kesembuhan, dan mukjizat—asal mau memberi adalah ajaran mayoritas denominasi Kristen arus utama—seperti Katolik, Ortodoks, dan Protestan historis (seperti Lutheran, Presbiterian, Metodis) hal yang menyimpang karena dinilai menjual ‘suara Tuhan’ menjadi sebuah bisnis besar bermodalkan ayat-ayat suci. Benarkah?

***

Belum lama ini, Tyler Oliveira, seorang YouTuber dan kontent kreator yang dikenal dengan konten investigasi, eksperimen sosial, dan wawancara jalanan (street interviews) kelompok Injil Kemakmuran. Inilah hasil liputan dia berjudul “Saya Membongkar Gereja Paling di Amerika”.

Baca Juga

Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Raja-Raja Mimbar dan Kerajaan Miliaran Dolar

Benny Hinn, dikenal lewat acara Miracle Crusade, hidup dalam kemewahan: jet pribadi, mansion senilai $10 juta, dan jadwal khotbah keliling dunia. Dalam salah satu khotbahnya, ia berkata: “Kalau kau kesulitan keuangan, satu-satunya jalan keluar adalah memberi kepada Tuhan—bahkan dari sisa terakhir uangmu.”

Namun, mantan pengikutnya, David Miller (42), mengungkap: “Uang itu tak pernah dipakai untuk karya sosial. Semua masuk ke rekening Benny. Aku buta karena percaya dia bisa menyembuhkan mataku. Sekarang, aku bangkrut dan sakit.”

Kenneth Copeland, pemimpin Eagle Mountain International Church (EMIC) dan pemilik kekayaan $300 juta, memiliki tiga jet pribadi dan menjual topi “anointed” seharga $38. Dalam khotbahnya ia menyatakan: “Tuhan inginmu kaya! Abraham kaya, dan kamu juga harus kaya!”

Joel Osteen, gembala Lakewood Church di Houston—gereja terbesar di AS—mengelola anggaran hampir $100 juta per tahun. Saat badai Harvey melanda, ia dikritik karena lambat membuka pintu gerejanya untuk korban. Saat dikonfrontasi oleh media soal dugaan eksploitasi agama, Osteen menghindar tanpa jawaban.

“Aku menjual rumah untuk memberi persembahan iman. Hasilnya? Hutang dan depresi,” ujarLisa Tan (35), mantan jemaatnya bercerita.

Mukjizat Palsu dan Bahaya Iman Buta

Pastor Shannon Noble dari River Church Tampa mengklaim bisa menyembuhkan AIDS, kanker, bahkan “menumbuhkan anus baru”. Tapi Daniel Chapman, mantan jemaat, memperingatkan: “Ini berbahaya! Banyak orang berhenti minum obat karena percaya ‘iman’ saja cukup. Nyawa taruhannya.”

Mel & Josh, eks-jemaat lainnya, melihat keluarga mereka hancur. “Kami diminta menyebut penyakit lalu memberi persembahan. Seperti sulap. Tapi tak ada yang terjadi.”

Banyak yang melepaskan pengobatan medis karena percaya pada “doa penyembuhan”.  “Orang-orang yang kami cintai meninggal karena percaya mereka akan disembuhkan hanya dengan doa dan uang. Mereka disuruh berhenti minum obat dan menyerahkan semuanya kepada iman,” tambah Mel.

Kisah-kisah di altar sering kali fantastis: ada anak kecil tanpa anus yang tiba-tiba bisa buang air, seorang tunawisma dengan diabetes yang “tumbuh tulang baru” dan seorang pria sembuh dari penyakit kelamin setelah membatalkan tes medis.

Sayangnya tak ada catatan medis. Tak ada bukti. Hanya klaim dari mimbar.

Konfrontasi, Kekerasan, dan Penghapusan Bukti

Saat tim investigasi menghadiri acara Spirit Life Conference yang menghadirkan Benny Hinn di Chicago, kekerasan terjadi. Kameramen Pasha dipukul, direkamannya dihapus paksa.

“Aku dicekik seperti George Floyd. Kepalaku dibenturkan, dan mereka mencoba menghapus semua bukti kekerasan,” ujarnya.

Pelakunya diduga tim keamanan gereja, termasuk Chad Willis, anak dari Bishop Dan Willis, yang juga petugas polisi cadangan.

Seorang jurnalis independen yang menyamar untuk masuk, diseret keluar secara kasar. “Mereka tidak ingin kebenaran terungkap,” ujar seorang saksi.

Eksploitasi Ayat dan Teologi Bertopeng Bisnis

Teologi kemakmuran telah menjadikan banyak gereja seperti korporasi raksasa. Ayat-ayat suci dijadikan alat marketing. Tuhan berubah menjadi “ATM surgawi.”

“Kalau kamu belum diberkati, mungkin kamu belum cukup beriman… atau belum cukup memberi,” ucap seorang pengkhotbah dari gereja Copeland, sambil mempromosikan donasi via kartu kredit dan SMS.

Bahkan saat Hari Ibu, gereja menyelipkan promosi dagang: “Diskon hingga 50% di toko buku gereja!”

Daniel Chapman, mantan anggota Word of Faith Movement selama 23 tahun, menyimpulkan: “Aku percaya. Aku berdoa. Tapi mukjizat tak datang. Aku menyalahkan diriku sendiri karena katanya aku kurang beriman. Injil kemakmuran adalah pembunuh iman.”

Di era krisis dan ketidakpastian, janji kekayaan surgawi laku keras. Tapi apakah ini sungguh iman… atau eksploitasi penderitaan?

“Mereka menjadikan diri mereka perantara antara manusia dan Tuhan, dan memanipulasi orang yang sedang menderita.” — Daniel Chapman.

John Piper seorang teolog, pendeta, dan penulis terkenal di kalangan Protestan Injili mengkritik fenomena ini. Pendiri Desiring God ini menyampaikan kritiknya terhadap Injil Kemakmuran melalui berbagai platform, termasuk khotbah, buku, artikel, dan podcast yang diterbitkan di situs webnya.

Salah satu artikelnya yang paling terkenal dan secara langsung membahas isu ini adalah “Prosperity Preaching is a Soul-Destroying Heresy” yang ia publikasikan pada 2012. Dalam artikel itu, ia secara eksplisit menguraikan mengapa Injil Kemakmuran bertentangan dengan Alkitab dan merusak jiwa.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bisnis agamabisnis ayat suciHeadlineiman gerejaindustri gerejaInjil kemakmuranjanji surgaPilihan Redaksiprosperity gospel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pajak dalam Islam Harus Adil, Tidak Boleh Eksploitatif
Tulisan selanjutnya Eks Menag Yaqut Diperiksa KPK, Aliran Uang dan Skema Pembagian Kuota Haji Didalami

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar

Berita
29 September 2026 19:17
Turki Minta Dunia Bersatu Lindungi Anak di Ruang Digital
Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran
Kelompok Pro-Zionis Teror Media Australia dengan 40 Ribu Email Komplain
Hujan Deras Merendam Bangkok

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?