Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Kisah Sedih Etnis Uighur yang Lari dari Kekejaman China

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 September 2018 05:17 5:17 am
Ahmad
Dipublikasikan 17 September 2018 23:52
Bagikan
Pencari suaka asal Uighur
Bagikan

Hidayatullah.com–Sejak beberapa minggu ini, laporan etnis Uighur yang ditahan secara besar-besaran oleh otoritas China di wilayah otonomi Xinjiang mencuat ke pers.

Kisah diskriminasi Uighur terhadap mayoritas umat Islam bukanlah cerita baru, tetapi sudah lama dikenal.

Di antara bentuk-bentuk penindasan yang dilakukan oleh Beijing pada etnis minoritas termasuk menutup banyak masjid di Xinjiang, memberlakukan pembatasan keluar, mengendalikan populasi mereka dan yang terbaru, warga Uighur diduga ditahan di kamp-kamp tahanan besar.

Beijing hari ini menegaskan bahwa kamp-kamp tahanan dibuat bertujuan untuk ‘mendidik’ etnis Uighur yang terlibat dalam kejahatan kecil bukannya menekan mereka dan mencegah mereka dari berlatih kebebasan beragama.

Namun demikian, banyak pihak, terutama lembaga hak asasi manusia, menyatakan keprihatinan atas hal-hal yang dianggap tidak adil dan membatasi hak mereka sebagai warga.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Baca: Saya Muslim Uighur yang Melarikan Diri dari Aksi Brutal China 

Kisah 22 etnis Uighur dipaksa untuk meringkuk di penjara Guantanamo pada tahun 2001 untuk menjadi salah satu bukti bagaimana minoritas digunakan sebagai kambing hitam terhadap serangan teroris yang mengejutkan dunia.

22 etnis Uighurs ini awalnya melarikan diri ke Afghanistan dan Pakistan untuk memulai kehidupan baru mereka menyusul tekanan dan desakan dari otoritas China.

Namun, tragedi 11 September yang menyaksikan serangan teroris terhadap dua bangunan landmark AS secara tidak langsung telah mengubah nasib semua 22 kelompok etnis Uighur.

Abu Bakker Qassim: Maksud hati melarikan diri dari kekejaman China justru dipenjara di Guantanamo Bay

Ini karena pihak berwenang AS telah melakukan operasi besar-besaran di Afghanistan untuk memburu pemimpin al-Qaeda pada saat itu, Osama Laden yang diduga telah mendalangi serangan tersebut.

Akibatnya, semua orang Uighur ditangkap dan dituntut sebagai ‘teroris’ dan dipenjarakan di Teluk Guantanamo selama beberapa tahun sebelum akhirnya ditemukan tidak bersalah dan dibebaskan.

Salah satunya, yang dikenal sebagai Abu Bakker Qassim, mengatakan ia melarikan diri ke Afghanistan dan Pakistan karena diduga terlibat dalam kegiatan separatis di Xinjiang hingga pemenjaraan.

“Saya bersama dengan beberapa pengungsi Uighur lainnya yang tinggal di sebuah desa di Afghanistan dan kami diperlakukan dengan baik oleh Taliban.

“Namun, nasib kami mulai berubah ketika otoritas AS menawarkan hadiah uang tunai kepada penduduk setempat untuk menyerahkan setiap individu yang dicurigai terlibat dalam serangan 11 September,” katanya.

Menyadari bahwa dia rentan terhadap situasi, Abu Bakker dan teman-temannya melarikan diri dan bersembunyi di gua sebelum memutuskan untuk memasuki Pakistan.

Nasibnya terus tidak menguntungkan ketika dia dan rekan-rekannya ditangkap oleh otoritas Pakistan dan ‘dijual’ seharga US $ 5.000 masing-masing kepada pasukan AS serta dituduh sebagai teroris.

Mereka akan menghabiskan empat bulan ke depan di penjara di Kandahar, Afghanistan, sebelum dikirim ke Guantanamo Bay.

“Di Kandahar, orang Amerika menyadari bahwa kami tidak ada hubungannya dengan Al Qaeda, tetapi mereka masih mengirim kami ke Guantánamo,” kata Qassim. “Pada saat itu, kami mengerti bahwa kami terbang ke Neraka.”

Baca: Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China

Pada tanggal 8 Juni 2002, Abu Bakker dipindahkan ke Guantanamo Bay dan dipenjarakan selama lima tahun sebelum dibebaskan.

Etnis Uighur lainnya yang juga ditahan di penjara yang sama, Ahmat Abdulahad menceritakan bahwa dia dipenjara di Teluk Guantanamo pada Januari 2002 setelah dituduh sebagai teroris oleh pihak berwenang Afghanistan.

“Ketika dipindahkan ke Guantanamo, kaki saya terluka parah sebagai serangan militer AS terhadap militan di Afghanistan.

“Dokter di sana (Guantanamo) menyatakan bahwa kaki saya harus dipotong dan saya tidak punya pilihan selain menyetujui usulan itu.

Nasib Ahmat mulai berubah ketika ia digolongkan sebagai non-teroris dan tidak terlibat dalam aktivitas apa pun yang terkait dengan kekerasan, tetapi ia harus menunggu beberapa tahun sebelum dikirim ke Pulau Palau seumur hidup.* (BERSAMBUNG)>> Qassim dan 4 temannya dibawa AS ke Albania..

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:Albaniachinacuci otaketnis uighurGuantanamokampkomunispendidikan ulangTurkestan Timuruighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih Setengah Masjid di Arab Saudi Tak Miliki Imam Tetap
Tulisan selanjutnya Qatar Beri Hadiah Erdogan Jet Mewat Senilai 367 Juta USD

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?