Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

10 Penemuan dari Peradaban Muslim yang Penting untuk Abad Modern[1]

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 24 November 2021 14:36 2:36 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 24 November 2021 16:00
Bagikan
penemuan muslim
Uji coba teori Al-Haytami dalam bidang optik
Bagikan

Hidayatullah.com — Tahukah anda bahwa di era modern ini, ada banyak penemuan Muslim yang membentuk dunia kita hari ini. Zaman modern dan segala aspeknya yang mapan dibangun atas banyak karya-karya yang lahir dari rahim peradaban umat Islam.

Daftar isi
  • Penemuan Muslim: Bagaimana Kekhalifahan Utsmaniyyah Menginspirasi Vaksin Cacar Berabad-abad Sebelum Eropa
        • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Dari Universitas, Rumah Sakit, teori aljabar, ilmu kedokteran hingga teknologi aviasi adalah warisan umat Islam. Inilah 10 penemuan Muslim luar biasa yang masih kita gunakan sampai sekarang.

Kopi

Kopi telah menjadi teman aktivitas orang-orang untuk tetap melek dan semangat sejak seribu dua ratus tahun yang lalu. Banyak orang-orang dapat beraktivitas lebih lama dengan menyeduh secangkir kopi.

Hari ini kopi adalah komoditas penting di dunia yang telah dibudidayakan lebih dari 50 negara. Penemuan biji kopi dimulai pada tahun 850 M di Etiopia.

Baca Juga

Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”

Penemuan kopi sendiri terjadi secara tidak sengaja, ketika penggembala bernama Khalid di Etiopia mengamati kawanan kambing gembalaannya yang tetap terjaga bahkan setelah matahari terbenam, setelah memakan sejenis buah beri. Khalid pun mencoba memasak dan memakannya.

Kebiasaan ini kemudian terus berkembang dan menyebar ke berbagai negara di Afrika. Beberapa ratus tahun kemudian, biji kopi ini dibawa melewati Laut Merah dan tiba di Arab dengan metode penyajian yang lebih maju.

Kata kopi sendiri awalnya berasal dari bahasa Arab: qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki.

Kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini.

Rumah Sakit

Rumah sakit yang kita kenal di era modern ini lahir dalam peradaban Islam seribu tahun lalu. Rumah sakit ini dibangun untuk menyediakan berbagai fasilitas. Mulai dari perawatan, pemulihan, suaka, dan panti jompo.

Rumah sakit yang dikelola lembaga wakaf ini melayani semua orang, kaya dan miskin, karena umat Islam terikat kehormatan untuk memberikan pengobatan bagi orang sakit, siapapun mereka. Rumah saki ini juga menjelma menjadi lembaga ilmiah yang kuat.

Salim al-Hassani, penulis buku “1001 Inventions” , menyebut peradaban Islam lah yang melahirkan ide konsep rumah sakit yang kita kenal hari ini sejak lebih dari seribu tahun yang lalu.

“Rumah sakit seperti yang kita kenal sekarang, dengan lingkungan dan pusat pengajaran, berasal dari Mesir abad ke-9,” ujarnya, dikutip CNN.

Pusat medis pertama adalah Rumah Sakit Ahmad ibn Tulun, didirikan pada tahun 872 di Kairo, Mesir, dengan tujuan untuk memberikan bantuan medis gratis kepada siapa saja yang membutuhkannya. Dilengkapi dengan perpustakaan besar dan pelayanan psikiatris yang telah mumpuni.

Penemuan Muslim: Bagaimana Kekhalifahan Utsmaniyyah Menginspirasi Vaksin Cacar Berabad-abad Sebelum Eropa

Kamera

Kamera menjadi salah satu benda tercanggih yang pernah ditemukan. Benda optik ini membantu manusia mengabadikan segala momen. Juga bisa membantu memantau benda-benda mikro ataupun menerawang benda angkasa.

Tahukah Anda, prinsip optik kamera telah ditemukan ribuan tahun lalu oleh seorang ilmuwan Muslim, Ibnu al-Haytham.

Ibnu al-Haytham merevolusi optik, mengambil subjek dari yang sedang dibahas secara filosofis menjadi ilmu yang sebenarnya berdasarkan eksperimen.

Dia menolak gagasan Yunani bahwa cahaya tak terlihat yang dipancarkan dari mata menyebabkan penglihatan, dan sebaliknya dengan tepat menyatakan bahwa penglihatan disebabkan oleh cahaya yang dipantulkan dari suatu objek dan masuk ke mata.

Dengan menggunakan ruangan gelap dengan lubang jarum di satu sisi dan kain putih di sisi lain, dia memberikan bukti untuk teorinya. Cahaya masuk melalui lubang dan memproyeksikan bayangan terbalik dari benda-benda di luar ruangan pada lembaran di seberangnya.

Dia menyebut ini “qamara”. Itu adalah kamera obscura pertama di dunia.

Universitas

Lebih dari 1000 tahun yang lalu, seorang Muslimah bernama Fatima al-Fihri merintis universitas pertama di dunia. Fatima mendirikan sebuah masjid di kota Fez Maroko, yang kemudian berkembang menjadi Universitas al-Qarawiyyin yang terkenal.

Ketika Fatima mewarisi kekayaan besar setelah kematian ayahnya yang seorang pedagang kaya. Dia menginvestasikan kekayaan ini untuk mendirikan masjid dan lembaga pendidikan agama dan menghafal Al-Qur`an.

Secara bertahap, pada tahun 800 Masehi pendirian berkembang menjadi Universitas al-Qarawiyyin atau Al-Karaouine (University of al-Qarawiyyin). Universitas al-Qarawiyyin menarik banyak siswa dan ilmuwan terkenal. Simposium dan debat rutin diselenggarakan di sana.

Menurut dokumen yang tersedia, sejumlah sarana pendidikan pendukung didirikan di universitas dan seluruh kota Fez. Catatan yang sama ini menyebutkan keberadaan sejumlah besar perpustakaan. Berbagai mata pelajarana diajarkan disana, dari tata bahasa Arab, musik, tasawuf, kedokteran hingga astronomi.

Siswa dari seluruh dunia bepergian untuk mempelajari berbagai mata pelajaran, mulai dari ilmu alam hingga bahasa hingga astronomi, dan Fatima sendiri juga belajar di sana. Selama abad pertengahan, Universitas al-Qarawiyyin dianggap sebagai pusat intelektual dunia yang utama.

Sangking terkenal pada zamannya, pemimpin Katolik Paus Sylvester II pernah belajar di Universitas al-Qarawiyyin. Paus bernama asli Gelbert of Auvergne inilah yang memperkenalkan angka arab (yang kita gunakan sampai hari ini) ke seluruh Eropa.

Guiness Book of Record mentapkannya sebagai perguruan tinggi tertua dan pertama di dunia. Lebih tua dari Universitas Bologna dan Oxford yang lahir di abad ke 11, serta Universitas Cambridge dan Havard yang baru lahir pada abad ke 13 dan 17. [Bersambung]

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Penemuan Muslimperadaban Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lembaga Zakat Turut Tanggulangi Krisis Iklim: Tanam Pohon – Bangun Sumur Tenaga Surya
Tulisan selanjutnya polling mui Hasil Polling Netizen, 89% Responden Tak Setuju MUI Bubar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Ragam

Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

28 Agustus 2025 11:00
buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?