Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pengamat: Pemerintah Harus Kreatif Tawarkan Pola Baru Diplomasi Internasional untuk Penyelesaian Kolonialisasi Palestina

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2016 09:24 9:24 am
Ahmad
Dipublikasikan 21 Oktober 2016 09:24
Bagikan
Pengamat politik internasional Arya Sandhiyudha, Ph.D
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerhati Politik Internasional, Arya Sandhiyudha menyampaikan, beberapa hal tentang isu politik internasional masih harus menjadi evaluasi dan perhatian pemerintah khususnya pada momen 2 tahun Jokowi-JK memimpin.

Salah satunya tentang penyelesaian kolonialisasi Palestina dan Al-Quds Asy-Syarif. Menurutnya, pemerintahan Jokowi-JK harus kreatif menawarkan pola baru diplomasi internasional untuk membantu penyelesaian peramalahan tersebut.

Meski pemerintah telah sukses menyelenggaraan KTT Luar Biasa ke-5 OKI. Akan tetapi, menurut Arya, untuk dapat lebih mengoptimalkan implementasi segala resolusi kegiatan tersebut, Indonesia perlu mencermati perkembangan dinamika normalisasi Turki Mesir yang keduanya merupakan anggota OKI.

“Israel saat ini tengah berusaha untuk mengembalikan pola lama pada kebijakan terhadap Palestina. Yaitu menghidupkan kembali peran Mesir sebagai perantara dengan Otoritas Palestina di Tepi Barat. Akan tetapi, untuk tema Gaza sepertinya akan tertunda lebih lama kesepakatannya,” ujarnya dalam keterangannya kepada hidayatullah.com, Kamis (20/10/2016).

Ia mengungkapkan, Indonesia secara geografis sangat jauh, namun dapat memainkan peran sekaligus menawarkan pola baru sebagai mediator ataupun komunikator dengan Otoritas Palestina di Tepi Barat, pemerintahan Gaza, ataupun mendorong rekonsiliasi nasional terhadap konflik dan krisis berkepanjangan di Mesir.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Netanyahu berasumsi mendapatkan kontrol diplomasi yang lebih besar terhadap Turki dan Mesir. Akan tetapi, bagi Mesir rezim As-Sisi juga membutuhkan negara lain, misalnya seperti Turki dan Indonesia untuk membantunya mengurangi energi konfrontasi marathon dengan Ikhwanul Muslimin (IM) sehingga dapat lebih fokus melakukan recovery ekonomi dan stabilitas politik,” jelasnya.

Sehingga, menurutnya, Indonesia harus mendorong pola baru pelibatan negara OKI seperti Turki dan Mesir yang lebih besar, karena ketergantungan diplomatik terhadap inisiatif dari Prancis atau Amerika Serikat dalam proses perundingan-perdamaian belum juga membuahkan hal signifikan.

“Diplomasi berbasis peran OKI, seperti Mesir dan Turki juga Indonesia ini juga lebih memiliki harapan untuk meredam gejolak di Gaza,” tandasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-Quds Asy-SyarifJokowidodoJusuf KallaOKIpalestinapolitik internasional
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pejabat Tinggi Hizbullah Tewas Terbunuh
Tulisan selanjutnya “Ada 70 Undang-Undang tidak Memihak Kepentingan Nasional”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Berita
20 Juli 2026 14:30
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?