Hidayatullah.com–Jumlah orang yang kehilangan nyawa dan sedang meregang nyawa akibat fenomena langka berupa gangguan pernapasan yang dipicu oleh badai di kota Melbourne, Australia, terus bertambah.
Jumlah korban nyawa akibat asma menyusul badai petir yang terjadi di kota Melbourne mencapai enam orang, lapor BBC Ahad (27/11/2016). Sementara tiga orang lain dalam kondisi kritis.
Hujan lebat dan angin kencang yang terjadi pada hari Senin lalu (21/11/2016), memicu ribuan serangan asma akibat serbuk sari (pollen) di negara bagian Victoria.
Paramedis dan rumah-rumah sakit bekerja kewalahan menangani ribuan telepon masuk dari warga yang melaporkan gangguan pernapasan.
Serangan asma akibat badai ini biasa terjadi di musim semi, ketika serbuk sari rumput rai basah, lalu pecah menjadi butiran yang lebih kecil dan masuk ke paru-paru orang sehingga menimbulkan gangguan pernapasan.
Lebih dari 8.000 orang dikabarkan mendapat perawatan di rumah sakit akibat peristiwa langka itu.
Sekitar satu dari setiap 10 orang di Australia memiliki penyakit asma, yang sekitar 80% dari mereka mengalami alergi terutama alergi serbuk sari rumput rai.
Musim semi di Melbourne kali ini cenderung basah, sehingga menimbulkan ancaman terhadap penderita asma dan hay fever (serangan alergi di musim semi yang biasa ditimbulkan oleh serbuk sari).*