Hidayatullah.com—Menteri kebudayaan Iran mengatakan lebih dari 70 persen penduduk di ibukota Teheran menyaksikan tayangan dari stasiun-stasiun televisi yang dilarang.
Laporan kantor berita resmi IRNA hari Selasa (17/12/2013) mengutip perkataan Ali Jannati yang mengatakan bahwa di masa depan pengacakan sinyal siaran televisi yang dilakukan oleh pemerintah tidak lagi efektif, sebab tayangannya masih bisa disaksikan lewat telepon genggam.
Jannati mencontohkan dengan larangan pemutar kaset video yang dilakukan pemerintah Iran pada tahun 1980an. “Mungkin dalam lima tahun mendatang kita akan menertawakan kebijakan hari ini,” kata Jannati dikutip Associated Press.
Menteri kebudayaan Iran itu mendesak pihak berwenang untuk mencari solusi.
Beberapa tahun belakangan, penguasa Iran melakukan mengacakan sinyal stasiun-stasiun televisi asing, terutama Voice of America dan BBC bahasa Persia.
Pernyataan Jannati itu merupakan kritik terbuka yang sebelumnya nyaris tidak pernah dilakukan pejabat Iran. Di era Presiden Hassan Rouhani ini pemerintah Teheran berusaha menampilkan wajah lebih “ramah dan bersahabat” baik di dalam negeri maupun di luar negeri, termasuk dengan pemerintah Washington yang sebelumnya kerap disebut sebagai musuh besarnya.*