Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Militer Myanmar Hentikan Operasi di Utara Rakhine

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Februari 2017 09:37 9:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Februari 2017 09:37
Bagikan
sanksi myanmar
Tentara Myanmar
Bagikan

Hidayatullah.com–Militer Myanmar mengabarkan telah menghentikan “Operasi Pembersihan” di bagian utara Rakhine, demikian menurut pejabat senior Myanmar hari Rabu (15/02/2017), menandai berakhirnya tindakan keras mereka selama empat bulan setelah mendapat peringatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ratusan orang dari etnis minoritas Muslim Rohingya diyakini sudah meninggal dunia dan hampir 70.000 sudah melarikan diri ke Negara tetangga, termasuk Bangladesh sejak pihak militer negara itu meluncurkan kampanye ‘berburu anggota militan’ yang menyerang pos-pos polisi di perbatasan.

Sementara itu, para pengungsi menceritakan kondisi mengerikan yang mereka alami. Bagaimana anggota tim keamanan memperkosa, membunuh dan menyiksa etnis Rohingya, termasuk membakar rumah mereka dan menghancurkan propertinya selama  operasi empat bulan itu.

Satu laporan PBB berdasarkan pengalaman yang dimiliki oleh para pengungsi di Bangladesh, tentara meluncurkan “kebijakan penindasan” yang mungkin merupakan satu kejahatan terhadap kemanusiaan.

Baca:  Militer Myanmar Lakukan Pemerkosaan terhadap Wanita Rohingya

Selama berbulan-bulan pula, Myanmar menolak deskripsi serupa yang dikumpulkan oleh media-media asing dan kelompok-kelompok hak asasi. Myanmar juga membatasi akses mereka memasuki wilayah tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hari Rabu (15/02/2017), Kantor Penasihat Negara (State Counsellor) Myanmar,  Aung San Suu Kyi  menyatakan militer sudah menghentikan kampanye mereka dan meninggalkan daerah yang dikepung, yang kini di bawah kendali pihak kepolisian.

“Kondisi di bagian utara Rakhine sekarang stabil,” ujar penasihat baru Penasehat Keamanan Nasional Thaung Tun  melalui sebuah pernyataannya dikutip  Associate Press (AP).

“Operasi pembersihan oleh tentara sudah dihentikan, jam malam sudah dilonggarkan dan hanya ada polisi di sana untuk mengontrol keamanan,” tambahnya.

Pemerintah Myanmar turut mengarahkan komisi yang yang dipimpin  Wakil Presiden Myanmar, Myint Swe, guna menyelidiki tuduhan-tuduhan dalam laporan PBB.

Baca: Kejahatan Tentara Myanmar: Bayi dan Anak-Anak Rohingya “Disembelih”

Pemerintah telah membantah pelanggaran tetapi penyelidikan resmi sedang berlangsung.

“Menghentikan operasi militer tidak benar-benar berarti kita tidak akan memiliki pasukan keamanan kami di sana, ” ujar Zaw Htay, Juru Bicara Kantor Presiden Htin Kyaw dalam sebuah pernyataan secara terpisah.

”Tentu saja kita masih membutuhkan kehadiran polisi karena untuk alasan keamanan di wilayah tersebut.”

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengeluarkan pernyataan terbaru yang mengatakan ia ”ngeri” membaca laporan terbaru tentang dugaan pelanggaran seksual pasukan keamanan di Myanmar terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya.

Baca: PBB: Tentara Myanmar Lakukan Pembunuhan dan Perkosaan Secara Massal Etnis Rohingya

Human Rights Watch (HMW) menuduh bahwa tentara dan polisi penjaga perbatasan ikut ambil bagian dalam aksi pemerkosaan dan kekerasan seksual saat melakukan ‘operasi pembersihan’ di Rakhine dari bukan Oktober sampai pertengahan Desember.

Lebih sejuta Muslim Rohingya tinggal di wilayah Rakhine, di mana mereka diperlakukan sebagai pendatang asing dari Bangladesh dan tidak diberikan kewarganegaraan. PBB menyebut mereka sebagai kaum paling tertindas sedunia.

Minggu lalu, Paus Franciscus menilai situasi di Myanmar, etnis Rohingya disiksa dan dibunuh “hanya karena mereka ingin hidup berdasarkan budaya dan iman mereka.”

Seentara penerima Penghargaan Nobel Aung Suu Kyi banyak dikritik karena tidak bersuara terhadap berbagai insiden yang terjadi dalam kekejaman pembersian etnis di negerinya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung San Suu Kyietnis Muslim Rohingyaetnis RohingyaHuman Rights Watchkejahatan terhadap kemanusiaanmiliter MyanmarOperasi pembersihan di RakhinePaus FranciscuspembunuhanpemerkosaanPengungsi RohingyaRakhine
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelajar Yogjakarta Kritisi Kemerosotan Moral Remaja
Tulisan selanjutnya Wibawa Dakwah Buya Hamka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?