Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Perihal Ancaman Pengusiran Sidney Jones

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Mei 2004 13:22 1:22 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Mei 2004 13:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sidney Jones, Direktur International Crisis Group (ICG), menyatakan bahwa permintaan perpanjangan izin kerjanya di Jakarta telah ditolak dan ia diancam akan diusir dari Indonesia. Sidney Jones berpendapat bahwa ia beserta empat anggota staf lainnya diminta meninggalkan Indonesia karena pemerintah menganggap laporan-laporannya itu bias. Tetapi jurubicara Deplu, Marty Natalegawa, mengatakan, soal Sidney Jones merupakan soal izin kerja biasa yang telah dibesar-besarkan. Marty Natalegawa mengatakan, pemerintah tidak akan membiarkan situasi itu dikesankan seolah-olah Indonesia menentang kebebasan pers, kebebasan berkumpul atau apa saja. Ia mengatakan, bahwa untuk semua orang ada prosedur yang perlu diikuti sejauh yang menyangkut izin kerja dan visa — semua itu merupakan bagian dari hidup dan bekerja di luar negeri — “hanya itu saja”, katanya lagi. Menurut Jones, tuduhan pada dirinya merupakan “tuduhan serius”. Dalam pertemuan antara Badan Intelijen Nasional (BIN) dan Komisi I DPR, Selasa kemarin, mengutip pernyataan Menlu Hassan Wirajuda, Jones mengatakan laporan-laporan ICG bias dan pemerintah berhak mengusir siapa saja yang diinginkannya. Sidney mengatakan pemerintah telah menolak memperpanjang izin kerja bagi staf asing ICG. Menurutnya, alasan penolakan itu tidak disebutkan. “Bagaimana kami bisa menjawab tuduhan bila tuduhan itu dibuat rahasia?” ujarnya. “Kami mencoba memperpanjang izin kerja tapi tidak diberikan, menurut orang di Depnaker itu terjadi karena adanya pengaduan dari institusi pemerintah lain,” jelasnya. ICG yang punya 19 kantor cabang di seluruh dunia berada di Indonesia sejak 2000. ICG Jakarta telah membuat laporan tentang Aceh, Papua, Maluku, Poso, reformasi, polisi dan militer, desentralisasi dan terorisme. ICG telah menyusun sejumlah laporan mengenai isu-isu politik yang peka, termasuk masalah Aceh, Papua, Maluku, Poso, perombakan dalam tubuh Polri dan TNI, serta masalah terorisme yang banyak dikutip media asing dan pemerintah AS. Dekat George Soros Nama ICG mencuat sejak berbagai laporannya mengenai teorisme tiba-tiba menjadi semacam panduan pihak kepolisan bahkan pemerintah AS. Laporan ICG tentang terorisme Indonesia Backgrounder: How The Jemaah Islamiyah Terrorist Network Operates (Jaringan Teroris Indonesia: Cara Kerja Jamaah Islamiyah) bulan 12 Desember 2002 membuat Indonesia terpojok meski fakta tak pernah membuktikannya. Dalam laporan ini, ICG mengatakan dari 14 ribu pesantren di Indonesia, ada 8900 pesantren yang berbahaya. Anehnya, setelah laporan itu, pemerintah AS langsung mengusulkan agar Indonesia segera merubah kurikulum pendidikan agama, khususnya di pesantren. Tak beberapa lama, beberapa kiai pesantren mendapatkan pendidikan gratis ke AS. Pada laporan lanjutannya, Jemaah Islamiyah in South East Asia: Damaged But Still Dangerous (Jamaah Islamiyah di Asia Tenggara: Hancur Tetapi Masih berbahaya), di bulan Agustus 2003, lagi-lagi ICG menuduh ada beberapa jaringan pesantren yang bisa dikategorikan teroris dan Jamaah Islamiyah. ICG bahkan menyebut di dalamnya Hidayatullah, hanya karena pesantren ini pernah sekali mendapat kunjungan salah satu tersangka bom Bali yang kejadiannya telah beberapa tahun sebelum terjadinya bom. Anehnya lagi, setelah keluarnya laporan-laporan ICG itu, beberapa nama sesuai daftar di laporan ICG langsung dicokok polisi. Tak heran, banyak pihak menganggap ICG kepanjangan CIA secara halus untuk menekan pemerintahan Indonesia. Caranya, dengan membuat laporan agar lebih terkesan ilmiah. Kecurigaan terhadap ICG ini makin bertambah setelah diketahui ada hubungan antara pialang saham keturunan Yahudi, George Soros dengan pihak ICG. Soros pernah dianugrahi ICG Founders Award tahun 2003 atas kontribusinya membantu ICG. Atas berbagai penelitiannya yang sangat bias dan merugikan pemerintah Indonesia itulah, kini Jones terancam diusir dari Indonesia bersama rekan-rekannya. (abcn/mi/hid/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKB Akhirnya Dukung Wiranto
Tulisan selanjutnya Israel Buang Sisa Racun Kimia Ke Pemukiman Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?