Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Setahun Kematian Siyono, Dahnil Simanjuntak Kritisi Densus 88

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 9 Maret 2017 10:04 10:04 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 9 Maret 2017 09:25
Bagikan
Siyono semasa hidup.
Bagikan

Hidayatullah.com– Setahun pasca kematian Siyono, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah,  Dahnil A Simanjuntak, melontarkan kritikannya atas kinerja Detasemen Khusus 88 (Densus 88) selama ini.

“Ternyata tepat tanggal 8 Maret ini, Siyono meninggal di tangan Densus 88, yang awalnya disebut melawan, fakta autopsi justru penyiksaan,” ujar Dahnil melalui akun media sosialnya di Twitter, Rabu (08/03/2017) kemarin.

Dahnil mengatakan, istri Siyono, Suratmi, yang ia sebut sebagai “perempuan berintegritas tinggi “, telah mengetahui apa penyebab kematian suaminya. Namun Suratmi tak kunjung memperoleh keadilan.

Inilah Hasil Autopsi Penyebab Utama Kematian Siyono

“Upaya pengungkapan fakta oleh @pppemudamuh melalui autopsi setidaknya merobohkan tafsir kebenaran tunggal Densus 88. Tanpa proses hukum,” kicau Dahnil melalui akunnya, @Dahnilanzar, seraya menandai akun PP Pemuda Muhammadiyah.

Dahnil mengatakan, selama ini publik tidak bisa berbuat apa-apa ketika Densus 88 menembak atau membunuh seseorang dan menyebut itu pasti teroris. “Selesai. Tanpa proses hukum,” ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Komnas HAM Desak Polri Ungkap Kasus Siyono Secara Transparan

“Kelompok agama,” menurut Dahnil, “takut membela hak hidup mereka (korban Densus 88. Red) karena takut dituduh pembela teroris, @pppemudamuh justru banyak ngajak Kontras, LBH, ICW, dan lain-lain.”

“Anda bayangkan di republik ini ada satu alat negara yang bisa membunuh tanpa kita tahu dia (yang dibunuh. Red) benar penjahat atau bukan. Teroris atau bukan,” pungkasnya berkicau.

Dijatuhi Sanksi, Dua Anggota Densus Kasus Siyono Ajukan Banding

Sebagaimana diketahui, Siyono, warga Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah, tewas usai dibawa aparat Densus 88, Selasa (08/03/2016).

Warga Muhammadiyah Klaten ini awalnya sehat  tanpa sakit tanpa luka. Korban dijemput Densus 88 setelah shalat maghrib di masjid dekat rumahnya. Siyono kemudian telah dinyatakan tewas oleh kepolisian saat pemeriksaan pada Jumat (11/03/2016).*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aparat Densus 88Dahnil A Simanjuntakdensus 88HAMkeadilan hukumKematian SiyonoMuhammadiyahpembunuhanPemuda Muhammadiyahproses hukumSiyonoSuratmiterorterorismewarga Muhammadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Bolivia Teken UU Perluasan Ladang Tanaman Koka
Tulisan selanjutnya Ketum Pemuda Muhammadiyah: Kasus Kematian Siyono belum Tuntas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100

Berita
28 September 2026 16:29
Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?