Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Tentara ini di Luar Ramadhan pun Bisa Khatam Qur’an 10 Hari [1]

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 27 November 2019 14:48 2:48 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 5 Juni 2017 04:00
Bagikan
Serka Suharyanto di Stasiun Bojonggede, Bogor, Jawa Barat.
Bagikan

BEKAL itu sudah ia keluarkan sedari tadi. Ia sedang menahan lapar dan haus, sejak sekitar subuh belum makan dan minum. Namun, bukannya memasukkan ke mulut, bekal itu hanya dipegang dan dilihat terus menerus.

Orang ini sedang berpuasa. Siang itu, waktu maghrib tanda berbuka puasa memang belum tiba. Tapi bukan itu alasannya “mendiamkan” bekalnya.

Jelas saja, karena itu bukanlah makanan atau minuman. Ini bekal ruhani untuk masa depannya. Ialah al-Qur’an.

Suharyanto, orang itu, sedang melahap bacaan al-Qur’an pada bagian akhir Surat Luqman di halaman 414 dan 415. Mushaf cukup besar seukuran laptop 15 inci itu dibuka lebar di atas kedua pahanya.

Bisa dipastikan, semua orang di sekitarnya, bisa mengetahui Suharyanto berprofesi sebagai dan sedang melakukan apa. Di dada kiri pria itu terlihat jelas tulisan kapital; “TNI AL”.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Inilah yang membedakan Suharyanto dengan 50-an orang di situ. Jika yang lain berpakaian sipil, ia berseragam hijau loreng dan bersepatu laras. Ya! Dia anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut.

Tentara memanggul senjata api itu biasa, tapi kalau memangku mushaf al-Qur’an di tengah keramaian, tentu terlihat istimewa. Tambah kontras, saat yang lain asyik dengan telepon genggam dan tidur masing-masing.

Pria berpangkat Sersan Kepala ini duduk di gerbong sebuah kereta rangkaian listrik. Dalam perjalanan Jakarta-Bogor itu, ia menjadi perhatian tersendiri oleh banyak penumpang.

Memang, membaca al-Qur’an seorang diri di ruang publik tampaknya kebiasaan langka di Indonesia. Tapi bagi Suharyanto itu ‘biasa saja’. Sebab ia sudah terbiasa membaca al-Qur’an di atas KRL.

Baca: “Keren, TNI AL Mengaji di KRL”

Tak Sekadar Dibaca

“Jedeg jedeg… Jedeg jedeg…”

Suara khas laju kereta menemani Suharyanto yang tenggelam dalam bacaannya. Ia mengaku sudah lupa, sejak kapan mulai rajin membaca al-Qur’an di atas KRL.

Yang jelas “Sudah lama,” jawab pria berusia 34-an tahun ini diplomatis saat ditemui hidayatullah.com.

Saban hari, tuturnya, ia selalu menyempatkan diri membaca al-Qur’an. Di rumah, di kantor, termasuk di dalam KRL tiap pergi-pulang (PP) berdinas. “Alhamdulillah, tiap hari, pagi-sore (baca al-Qur’an),” tuturnya.

Ia pun mengaku, sebelum pergi kerja, selalu menyempatkan shalat subuh berjamaah di mushalla Stasiun Bojonggede, Bogor, stasiun terdekat dari rumahnya.

Habis shalat baru naik KRL. Lalu mengambil posisi nyaman langganannya, sebelah kiri gerbong dekat pintu. Jika tak kebagian tempat duduk, ia berdiri, lalu mengeluarkan mushaf dari tas ranselnya.

“Di dalam gerbong kita baca al-Qur’an sampai stasiun tujuan saya. Alhamdulillah, kalau pagi saya berangkat itu kereta enggak padat,” ungkap anggota Korps Marinir yang berdinas di Mako Pasmar-2, Jl Kwini II, Jakarta Pusat ini.

Serka Suharyanto tampak asyik membaca al-Qur’an, kontras dengan aktivitas para penumpang KRL lainnya. [Foto: Syakur/hidayatullah.com]
Menariknya, ia mengaku tak sekadar membaca ayat demi ayat. Tapi juga mencoba memahami maknanya. Makanya ia memilih selalu membawa mushaf al-Qur’an dan terjemahannya, termasuk hari itu.

“Jadi kata-kata yang kira-kira saya janggal, saya kira-kira asing, saya tanya (lihat terjemahan. Red) ini artinya apa,” tuturnya.

Pun demikian sepulangnya dari kantor, rutinitas serupa ia lakoni. Jika kebagian tempat duduk tentu lebih nyaman membaca al-Qur’an. Seperti siang itu saat dia “tertangkap basah” oleh  hidayatullah.com yang naik di Stasiun Cawang, Jakarta Timur.* Bersambung

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akhlakAl Qur’anbekal akhiratbudaya literasibulan kemenanganbulan puasabulan suci Ramadhandekat dengan al-Qur'anhobi membaca al-Qur'aniqra'Korps Marinirmembacamembaca al-Qur'anmengajimengaji di KRLRamadhanRamadhan 1438 HRamadhan bulan kemenanganSyiar RamadhantentaraTentara Nasional IndonesiaTNITNI ALTNI mengaji di KRL
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wacana Mendagri soal Rektor, Alasan “Radikalisme” Dinilai Terlalu Berlebihan
Tulisan selanjutnya Dai: ‘Gubuk’ Tak Layak, Pendidikan MTs di NTT ini Harus Terhenti

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?