Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

‘Jihad’ Ahong di Ningxia Hui (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 November 2014 08:33 8:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 November 2014 06:15
Bagikan
Ma Guixia, pengajar bahasa Arab dan kelas Al-Quran di Masjid Wunan
Bagikan

sambungan berita PERTAMA

Hingga Urusan Konflik

Hidayatullah.com–Umumnya, salah satu tugas pokok dari ahong (imam perempuan) adalah mengajarkan Islam, mengajak bagaimana hidup mereka tetap dalam kerangka agama (Islam), selain itu menawarkan layanan umat seperti; pernikahan dan kematian. Mereka (para imam/daiyah) ini tidak dibayar oleh pemerintah atau takmir masjid.

“Jika kita membantu mereka untuk memahami kitab suci dan ajaran Al-Quran, mereka dapat diterima dan lebih dihormati di keluarga dan lingkungan mereka.

Selain bertindak sebagai seorang pemimpin rohani, tugas lain para imam ini adalah bekerja sebagai mediator jika ada konflik domestik dalam komunitas Muslim.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Suka-duka menjadi penjaga ruhani wanita Muslim juga dialami  Ma Guixia, pengajar bahasa Arab dan kelas Al-Quran di Masjid Wunan. Menurut Ma, tugas mengajar Bahasa Arab dan Al-Quran adalah tugas yang sangat menantang.

Menangani lebih 40 siswa, ujar Ma, setidaknya membutuhkan waktu dua tahun diperlukan untuk seseorang mahir membaca Al-Quran.

“Meskipun begitu, wanita setempat mengakui ia memberi banyak manfaat,” katanya.

Imam Masjid Lama Wuzhong, Wang Jinyu mengatakan, Ahong terbukti banyak membantu meningkatkan kualitas hidup beragama wanita etnis Hui.

“Ahong memungkinkan Muslimah berkomunikasi lebih mudah dibandingkan imam pria,” katanya.

Saat ini ada lebih 3.760 masjid terdaftar dan 8.000 imam di wilayah Ningxia Hui, China. Dari jumlah itu, lebih 80 adalah wanita.
Mereka melayani sekitar 2.32 juta Muslim atau sepertiga dari keseluruhan penduduk yang menetap di wilayah tersebut.

China merupakan negara terluas ketiga di dunia dengan memiliki luas 9,5 juta meter persegi dan jumlah penduduknya sekitar 1,34 miliar. China memiliki sekitar 56 suku, suku terbesar adalah Han. Dari total penduduk China, 20 juta di antaranya beragama Islam yang mayoritas dipeluk etnis Hui.

Selain memiliki 23 provinsi, negeri raksasa itu juga memiliki 5 daerah otonomi yang berpenduduk etnis minoritas yaitu Xinjiang, Tibet, Mongolia Dalam, Guangxi dan Ningxia Hui.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaislammasjidMuslimwanitaxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Negeri-negeri Yang Diazab! (1)
Tulisan selanjutnya Pengembangan Ekonomi Syariah Perlu Dukungan Daerah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?