Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Safari Dakwah dan PENA ke Bumi Manakarra

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Mei 2016 06:42 6:42 am
Ahmad
Dipublikasikan 21 Mei 2016 07:00
Bagikan
Silaturahim Wakil Ketua PENA Pusat dengan para mahasiswa STAI Al-Azhari Mamuju.
Bagikan

SEJAK 6 Mei  2016, saya meninggalkan kediaman untuk safari dakwah di berbagai desa pelosok nan terpencil yang tersebar di Jayapura, Merauke, dan Timika, sebelum kemudian terbang ke Sulawesi Selatan.

Saya menginjakkan kaki di Makassar usai menempuh 3 jam penerbangan bersama burung besi. Perjalanan pun dilanjutkan menuju Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Untuk sampai ke Polman diperlukan waktu tempuh selama 6 jam. Tujuan safari ini ke Desa Batetangga, Kecamatan Binuang, Polman dan ke kota Mamuju.

Kemudian, pada hari berikutnya, seusai mendatangi sebuah desa terpelosok yang menjadi desa binaan Laznas BMH, saya langsung meluncur menuju Mamuju. Kejutan yang datang setibanya saya di Polman adalah kehadiran Ustadz Drs Muhammad Na’im yang kemudian menemani perjalananku.

Dai yang didaulat sebagai Ketua Murobbi Hidayatullah Sulawesi Barat ini begitu mengesankan. Pria yang pernah 7 tahun mengemban tugas dakwah di Kendari, Sulawesi Tenggara ini banyak berdiskusi dengan saya.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Sampai pada akhirnya terungkaplah satu fakta bahwa selain sebagai dai, beliau juga Ketua STAI Al-Azhari Mamuju.

“Insya Allah besok, setiba di Mamuju para mahasiswa siap mendapatkan sharing (berbagi ilmu) dari Antum tentang tulis-menulis,” ujarnya kepadaku, Selasa (17/05/2016).

Kehadiranku di Bumi Manakarra itu tujuan utamanya dalam rangka liputan dakwah para dai tangguh. Selain itu, juga menyiapkan beberapa bahan untuk kebutuhan dokumentasi lembaga dimana saya diberikan kepercayaan, yakni sebagai Kepala Humas Laznas BMH.

Pada akhirnya waktu yang ditentukan pun tiba. Satu jam setelah kedatanganku bersama General Manager BMH Sulawesi Barat, Syamsuddin, saya dijemput menuju kampus STAI Al-Azhari yang berada di Jalan Gatot Subroto, Mamuju.

Kampus yang berlokasi di atas tebing, dimana jalan poros Mamuju–Makassar yang menikung tepat berada di bawahnya terlihat cukup bersahaja. Mahasiswanya pun memiliki adab dan sopan-santun yang tinggi terhadap guru dan orangtua.

Hal itu saya lihat dari cara mereka menyambut Muhammad Naim serta cara mereka dalam merespon panggilan maupun permintaan tolong dari ayah satu anak itu.

Semangat dari Mamuju

Awalnya, para mahasiswa itu tampak seperti sangat pemalu, mungkin karena begitu menjunjung tinggi adab kesopanan. Namun, ternyata, dalam diskusi dengan saya, mereka sangat antusias bertanya usai pemaparanku. Di antaranya mahasiswa bernama Fatahillah Khan.

Demikian pula dengan Ilham, Ketua BEM STAI Al-Azhari. Mahasiswa ini cukup bersemangat sehingga ia bertanya lebih dari tiga kali. Ada juga seorang mahasiswi semester 4 bernama Novita Sari yang begitu berhasrat mengungkapkan gagasan dan pertanyaan.

Mahasiswi STAI Al-Azhari Mamuju. [Foto: Imam Nawawi]
Mahasiswi STAI Al-Azhari Mamuju. [Foto: Imam Nawawi]
Tidak kalah semangatnya adalah Muhammad Naim sendiri yang membuatku sangat terkejut kala acara akan dimulai. Ia langsung memposisikan diri sebagai moderator. Berulang kali ia mengapresiasi keberanian dan kesungguhan mahasiswanya dalam memanfaatkan forum yang berlangsung secara sederhana ini.

“Jadi, anak-anakku sekalian, membacalah untuk memiliki idealisme. Karena penulis sejati akan bergerak dengan kekuatan idealisme di dalam dadanya,” demikian salah satu pernyataan yang ia lontarkan kepada para mahasiswanya.

Saya sendiri selaku Wakil Ketua Penulis Muda Nusantara (PENA) Pusat yang didampingi oleh Ketua PENA Sulawesi Barat, Muhammad Bashori, merasa sangat bahagia. Sebab kami bisa berbagi pengetahuan tentang urgensinya jihad bil qolam. Meski sebenarnya diri ini sadar, belum ada karya yang betul-betul bisa dibanggakan umat dalam hal tulis-menulis.

Namun demikian, diharapkan, dengan forum ini, PENA Sulawesi Barat akan semakin dikenal dan memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya insani bangsa Indonesia.

Menulis adalah pekerjaan yang membutuhkan ilmu, wawasan, kesungguhan, tenaga dan komitmen. Tanpa itu semua, banyak orang punya gagasan, namun semua berhamburan karena tidak dibingkai dalam sebuah tulisan. Saya berpesan demikian kepada mereka.

Sebelum meninggalkan tempat ini, mencuat harapan lahirnya para penulis muda Islam dari tanah Sulawesi. Aamiin!*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BMHBumi ManakarraMamujumenulisPENA santriPenulis Muda NusantaraSTAI Al-AzhariSulawesi Barat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kaum Muslim Mulai Menggeliat di Raja Ampat
Tulisan selanjutnya GeNAM: Jika Perda Miras Dihapus, Sensitivitas Pemerintah Dimana?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Berita
31 Agustus 2026 06:11
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?