Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sengketa Agraria Meningkat Diduga Dampak Pembangunan Infrastruktur Masif

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Januari 2018 14:04 2:04 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 Januari 2018 10:51
Bagikan
[Ilustrasi] Pembangunan infrastruktur di Jakarta, Desember 2017.
Bagikan

Hidayatullah.com– Komnas HAM menilai, meningkatnya pelanggaran hak asasi berupa sengketa agraria dan perampasan tanah yang menyebabkan hilang dan terampasnya hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya, patut diduga terkait dengan masifnya pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas Presiden Joko Widodo.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, setiap pembangunan infrastruktur, baik itu jalan tol, bandara, pelabuhan, pembangkit listrik tenaga uap, waduk, dan sebagainya pasti membutuhkan lahan yang tidak kecil.

Lahan, khususnya di Pulau Jawa, yang sudah sempit, kata dia, semakin terjepit oleh kebutuhan lahan untuk berbagai proyek infrastruktur.

Baca: ‘Pembangunan Mestinya Berpusat Pada Manusia, Bukan Infrastruktur’

“Setidaknya ada sekitar 269 proyek infrastruktur, yang dibingkai dalam Proyek Strategis Nasional, yang diatur di dalam Peraturan Presiden No 3/2016 sebagaimana diubah dalam Perpres No 58/2017,” ujarnya dalam keterangan tertulis diterima hidayatullah.com, Selasa (23/01/2018).

Menurut Ahmad, alih-alih memperkuat dan memulihkan daya dukung ekologi Pulau Jawa sebagai tempat bernaungnya 60 persen penduduk Indonesia, ambisi pemerintah untuk membangun infrastruktur akan semakin mengerogoti kemampuan alam yang semakin terbatas.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kajian Lingkungan Hidup Strategis dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) diabaikan. Akibatnya bisa ditebak, bencana yang berbasis pada kerusakan alam semakin banyak dan sering terjadi,” ungkapnya.

Baca: Fadli Zon: Indikator Keberhasilan Pembangunan adalah Kesejahteraan Petani dan Nelayan

Komnas HAM mengingatkan bahwa hal itu hanya dapat dicegah dengan cara mengurangi ketimpangan penguasaan tanah yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Konflik agraria, sambung Ahmad, juga dapat dicegah apabila rencana pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur yang sekarang sedang digalakkan, dilakukan dengan menghormati hak asasi manusia, hak-hak masyarakat setempat, termasuk kelompok-kelompok masyarakat adat atas tanah dan sumberdaya alam.

Selain itu, negara juga harus mengembangkan kebijakan-kebijakan dan regulasi yang mendorong dan mengawasi kegiatan investasi dalam bidang apa pun untuk menghormati hak asasi manusia.

Baca: Reforma Agraria Dinilai Tak Terealisasi Karena Paradigma Eksploitatif

“Pemerintah saat ini seharusnya menjalankan rencananya untuk menyelesaian kasus-kasus konflik agraria yang selama ini terjadi secara sistematis dan menyeluruh, tidak sekadar mengandalkan mekanisme-mekanisme penyelesaian dan kelembagaan yang ada saat ini,” paparnya.

Karenanya, tegas Ahmad, Komnas HAM mendesak agar Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai garda terdepan dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban dapat memperkuat kapasitas dan kualitas aparatnya dalam menjalankan tugas.

Dengan demikian, maka dalam setiap pelaksanaan tugas dapat mengimplementasikan prinsip dan nilai-nilai hak asasi manusia. Sehingga, kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri akan meningkat. Dan dengan demikian, maka aduan masyarakat terhadap kepolisian akan menurun serta terwujudnya Polri yang profesional, modern, dan terpercaya, tandasnya.

Baca: Syariat Islam dan Reformasi Agraria

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap alasan mengapa pemerintah konsentrasi kepada percepatan pembangunan infrastruktur.

“Ya karena ini dibutuhkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, baik di jangka menengah maupun jangka panjang,” ujar Presiden Jokowi saat menyampaikan Keynote Speech pada acara  Sarasehan Kedua 100 Ekonom Indonesia, yang diselenggarakan di Puri Agung Convention Hall, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2017) rilis Setkab.

Mengenai urgensi pembangunannya, menurut Jokowi, yang pertama kondisi infrastruktur masih jauh dari kondisi ideal, bahkan cenderung memburuk. Sementara yang kedua berkaitan dengan penguatan daya beli masyarakat.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agrariaAhmad Taufan DamanikinfrastrukturJokowiKetua Komnas HAMkomnas HamlahanPembangunanpembangunan bangsapembangunan infrastrukturpembangunan manusiaPerubahan SosialPresiden Joko WidodoSDMsengketa agrariasengketa tanahsumber daya manusiatanah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lamian, Makanan Tak tergantikan dari Dapur Muslim China
Tulisan selanjutnya Gizi Buruk Asmat, KPAI: Saatnya Kemenkes Evaluasi Kubro

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?