Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Belajar Sabar dalam Kesempitan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Februari 2018 17:03 5:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Februari 2018 17:03
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

JIKA kaum muslimin menghadapi musuh yang sedang menyerang, maka lari dari pertempuran ketika itu termasuk dosa besar, sehingga kesabaran menjadi sebuah kewajiban. Sungguh, kesabaran kala itu merupakan syarat pokok kemenangan dan unsur utama, sehingga kaum muslimin bisa mengalahkan musuh.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS. Al-Anfal: 45).

Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Kemenangan itu setelah kesabaran, kebahagiaan itu setelah kegalauan, dan sungguh ada kemudahan beserta kesulitan.”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Berpijak dari hal itu, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan pujian kepada mereka yang bersabar di bawah kilatan pedang, Allah berfirman:

“Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 177).

Selanjutnya kesabaran lebih dibutuhkan kala barisan kaum muslimin mulai bercerai berai, pasukan merasakan kelelahan, dan kala banyak isu yang melemahkan semangat mereka.

Dan sebaik-baik orang yang mewujudkan hal itu adalah ketika peperangan berkecamuk, di saat kaum muslimin menjadikan dirinya sebagai tameng Rasulullah, sebagaimana terjadi pada perang Uhud dan Hunain.

Demikian pula para nabi sebelumnya yang senantiasa bersabar dalam peperangan.

“Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali-Imran: 146).

Inilah Thalut dan sekolompok kecil yang beriman, mereka memberikan pelajaran berharga kepada kaum mukminin. Thalut menguji kesabaran para pasukannya:

“Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata, ‘Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menciduk tangan, maka dia adalah pengikutku.’ Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka.” (QS. Al-Baqarah: 249).

Demikianlah semestinya seorang komandan yang bersemangat dalam mendakwahkan pasukannya, ia mesti menguji kemampuan pasukannya sebelum mengirimnya ke medan pertempuran, sehingga nampaklah sebuah hakikat yang sangat penting bahwa seseorang yang tidak bisa bersabar dalam perkara yang sederhana, maka mungkin dia tidak bisa bersabar dalam pertempuran. Karenanya mesti ada pendidikan sebelum jihad.

Sungguh, orang yang bersabar dalam ujian tersebut, adalah sekelompok kecil yang jelas kesabarannya dalam keadaan sulit, sehingga mereka bisa melewati sungai bersama Thalut.

“Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata, ‘Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.’ Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata, ‘Banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.’ Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, mereka pun (Thalut dan tentaranya) berdoa, ‘Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 249-250).*/Sudirman STAIL

Sumber buku: Meniru Sabarnya Nabi. Penulis: Syeikh Salim bin ‘Ied al-Hilali.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bersabarorang-orang berimanpendidikan sebelum jihadsaat dalam kesempitan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peresmian Grha ‘Suara Muhammadiyah’, Bamsoet Diangkat Jadi Warga Muhammadiyah
Tulisan selanjutnya Hujan Bom di Ghouta Timur, Korban Sudah Lebih 500 Orang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli

Berita
14 Juni 2026 08:21
Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris
AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial

Terbaru

  • Dua Ledakan di Jalan Raya Khyber Pakhtunkhwa Sedikitnya 7 Orang Tewas
  • Pesepakbola Paraguay Jadi yang Pertama Diusir dari Lapangan Piala Dunia karena Menutup Mulut
  • Pengadilan Penjarakan Orang Tua dari Bocah Pelaku Penembakan di Sekolah Beograd Serbia 2023
  • Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris
  • Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan
  • Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia
  • Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
  • Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?