Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Bendri Jaisyurrahman: Aktivis Dakwah jangan Jadi “Playboy Fisabilillah”

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 Januari 2014 10:31 10:31 am
Ahmad
Dipublikasikan 5 Januari 2014 10:31
Bagikan
Remaja dalam kegiatan Gerakan Cinta al-Quran di Bogor (ilustrasi)
Bagikan

Hidayatullah.com—Adalah hal bagus jika seseorang aktif dalam kegiatan keislam di kampus atau masjid. Hanya saja, menjadi tidak bagus jika sepulang kegiatan justru melahirkan kegiatan yang dilarang syar’i.

Demikian disampaikan Bendri Jaisyurrahman dari Yayasan Sahabat Ayah saat ikut menyemarakkan acara Silaturahmi Akbar (Silakbar) Kerohanian Islam (Rohis) se-Jakarta Timur, Sabtu (04/01/2014) di AQL Islamic Center (AQLIC), Tebet, Jakarta Selatan.

“Islami, sih ikut Rohis. Shalat berjamaah di Masjid. Tapi, pulangnya, jalan bareng sama pacarnya. Begitu akan berpisah, si akhwat cium tangan ikhwan-nya,” kata alumni STID DI Al Hikmah dan Ma’had Utsman Bin Affan, Jakarta itu. Pria yang banyak mengisi kajian keislaman remaja tersebut mengungkapkan “virus merah jambu” yang kerap mendera para aktivis dakwah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dalam pemaparannya, ia mempertanyakan kesyar’ian hubungan yang belum diikat dengan pernikahan yang sah.

Walaupun menohok banyak remaja, ucapan Bendri membuat para aktivis Rohis yang berada di depannya, tertawa geli.

Bendri menyebut aktivis dakwah semacam itu sebagai “Playboy Fisabilillah”.

Interaksi sesama aktivis dakwah yang berlawanan jenis, jika tidak hati-hati, menjerumuskan dalam jurang maksiat. Contoh menarik yang dipaparkan Bendri,  misalnya seperti saling mengingatkan shalat Tahajud. “Takbirnya paling kencang. Tapi untuk hal semacam itu, justru dia langgar,”ulas pria yang mempelajari ilmu psikologi remaja itu.

Menurut Bendri, suatu kewajaran jika virus itu menjangkiti remaja dan kaum muda. Tidak terkecuali para aktivis dakwah. Hanya saja, ilmu syariah dasar yang sudah mereka dapatkan, seharusnya menjadi tameng perbuatan maksiat.

Selain itu, ia juga menerangkan kekeliruan pemahaman tentang perjuangan seorang aktivis dakwah. Menurutnya, hakikat berjuang di jalan Allah subhanallahu wata’ala itu tidak mengedepankan hal-hal artifisial sementara hal pokok dikesampingkan.

“Kalau nggak hapal nasyid, dibilangnya nggak ngikhwan. Kalau nggak punya jenggot dan celana tidak dari jenis bahan tertentu, juga disebut nggak ngikhwan. Waktu ditanya, kenapa harus begitu? Dia bilang, nggak tahu. Tapi di sisi lain, mereka tidak menghidupkan majelis al Qur’an.”

Menurutnya, saat ini banyak aktivis yang terjebak dalam pemikiran semacam itu. Akibatnya, banyak hal penting terkait program dakwah terabaikan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menggerakkan Rohis se-Jakarta Timur dengan Silakbar
Tulisan selanjutnya 250 Pelajar Berprestasi Ramaikan Forum Pelajar Indonesia ke -5

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?