Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Athaillah Tegaskan Muhammadiyah Bukanlah Wahabi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Juli 2018 14:43 2:43 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Juli 2018 14:39
Bagikan
Logo Muhammadiyah
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bireuen, Athaillah A Latief menyangkal stigma wahabi yang dialamatkan suatu kelompok keagamaan di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh kepada Muhammadiyah.

“Muhammadiyah bukanlah wahabi,” tegasnya saat dihubungi hidayatullah.com, Selasa (03/07/2018).

Dalam konteks gerakan pembaharuan, terangnya, Muhammadiyah memang menyatu dengan gerakan pembaharuan Islam yang ada di Timur Tengah.

“Tapi tidaklah sama. Punya ciri sendiri-sendiri,” katanya.

Cirinya, kata Latief, dalam memahami Islam yang berlandaskan al-Qur’an dan as-Sunnah, Muhammadiyah tidak terikat aliran teologis, madzhab fikih, dan tariqat sufiyah apapun.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Walaupun secara de facto termasuk ahlussunnah,” ujarnya.

Baca: Muhammadiyah Bireuen: Stigma Wahabi, Akar Masalah Penolakan Masjid At-Taqwa

Muhammadiyah, lanjutnya, menganut fikih manhaji, mementingkan dalil ketimbang pendapat. Paham agama dalam Muhammadiyah bersifat independen, komprehensif, dan integratif.

Muhammadiyah mencirikan diri sebagai gerakan tajdid (pembaharuan) yang tajdid-nya meliputi purifikasi (pemurnian) dalam aqidah dan ibadah, serta dinamisasi dalam bidang muamalah. “Keduanya harus seimbang,” tegasnya.

Muhammadiyah, masih kata Latief, memposisikan diri sebagai Islam moderat, tidak radikal, dan tidak liberal.

“Muhammadiyah itu berkemajuan, dalam artian berorientasi kekinian dan masa depan. Bukan modernis, bukan tradisionalis,” jelasnya.

Baca: Mengapa Syiah Menggunakan Istilah Wahabi Takfiri?

Kaitannya dengan penolakan pembangunan Masjid Taqwa di Desa Sangso, Samalanga, kata Latief, “Kalau disebut membuka potensi konflik dan perpecahan, maka jelas sekali kehadiran Muhammadiyah adalah untuk dakwah dengan prinsip bil hikmah, al mau’idlah al-hasanah, serta al-mujadalah al-ahsan.”

Ia menuturkan, Muhammadiyah sudah hidup puluhan tahun di di Samalanga. “Bukan pendatang baru. Jauh sebelum-sebelum ada tokoh-tokoh sekarang dan menyebut-nyebut istilah aswaja. Tokoh-tokoh Muhammadiyah dulu juga membangun sekolah-sekolah dan pesantren-pesantren di Samalanga.”

Selama ini, kata Latief, Muhammadiyah tidak pernah membuat konflik serta memecah belah masyarakat. Tgk Yahya, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Samalanga dan sekaligus ketua panitia pembangunan Masjid Muhammadiyah di Desa Sangso, Samalanga, adalah salah satu tokoh yang sudah lama mengabdikan diri di Samalanga.

Baca: Muhammadiyah Akui Isu Wahabi Digunakan sebagai Amunisi Memojokkan Kelompok Lain

“Lebih dari 30 tahun beliau mengajar ngaji di Meunasah Sangso seminggu 2 kali, di Desa Pante Rheng seminggu sekali, dan pengajian di rumahnya. Semua berjalan aman. Tidak ada konflik apapun, kecuali ada perbedaan pemahaman hal-hal kecil yang bukan prinsip. Dan hal ini tidak mengganggu ukhuwah,” ungkapya.

Alasan penolakan pembangunan Masjid At-Taqwa karena tidak didukung masyarakat, juga disangkal Latief.

Baca: Muhammadiyah: “Jangan Jadikan Stigma Wahabi sebagai Komoditas Politik”

“Faktanya dana pembebasan tanah yang diwakafkan tunai oleh masyarakat bisa terkumpul hampir Rp 700 juta dalam setahun, dari masyarakat Sangso, Pante Rheng, Rheum Barat, Rheum Timur, Melik, Kandang, Gampong Baro, Blang Kuta, Blang Mangat. Semuanya adalah pendukung berdirinya Masjid Taqwa Muhammadiyah Samalanga,” bebernya.

Dalam menghadapi permasalahan termasuk ketidaksukaan pihak lain, “prinsip Muhammadiyah adalah mengajak berdialog, tidak membalas dengan emosi. Inilah di antara manhaj Muhammadiyah,” pungkasnya.* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AcehAthaillah A LatiefBireuenDayah Mudi Mesra Samalangafuru'furu'iyahintoleranintoleransiKerukunan Umat BeragamaKetua PDM BireuenLajnah Bahtsul Masaillokasi pengajian dibakarMasjid At-Taqwa Muhammadiyahmasjid di Aceh dibakarmasjid dibakarmasjid Muhammadiyahmasjid Muhammadiyah dibakarMasjid Taqwa Muhammadiyah SamalangaMuhammadiyahpembakaran masjidpembangunan masjidPemuda MuhammadiyahPemuda Muhammadiyah Acehpendirian tempat ibadahPimpinan Daerah Muhammadiyah BireuenPP MuhammadiyahQonun Acehrumah ibadahSamalangawahabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah Bireuen: Stigma Wahabi, Akar Masalah Penolakan Masjid At-Taqwa
Tulisan selanjutnya Salam Revival

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?