Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Peraturan ‘Berlebihan’ Mengambil Gambar PM Thailand Resahkan Wartawan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Agustus 2018 20:45 8:45 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Agustus 2018 20:43
Bagikan
PM Thailand Prayut Chan-O-Cha
Bagikan

Hidayatullah.com–Peraturan mengambil gambar dan liputan  terhadap Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha yang diberlakukan oleh pihak keamanan  Negara Gajah Putih membuat gelisah dan kecewa wartawan nasional dan internasional di Thailand.

Portal berita Bangkok Post melaporkan, Departmen Humas pemerintah Thailand pimpinan Letnan Jenderal Sansern Kaewkamnerd mengayakan, Prayut sendiri merasakan beberapa peraturan tersebut dinilai agak keterlaluan.

Aturan diumumkan pada hari Jumat ketika Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha memimpin upacara pembukaan Pameran Sosial Thailand 2018 di Pusat Pameran Dampak di Muang Thong Thani.

Sebelum ini,  pedoman standar dan etika untuk wartawan yang dikeluarkan oleh Cabang Khusus Polisi Nasional dianggap sebagai langkah pengamanan.

Selain pemeriksaan keamanan yang ketat, media juga diminta untuk mendaftar dan mendapatkan izin secara khusus. Hanya fotografer yang terdaftar dengan kamera bersertifikasi yang dapat mengambil foto para pemimpin junta, sesuai dengan pedoman yang diberlakukan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Amnesti: Thailand Gunakan UU untuk Basmi Kebebasan Berpendapat

Bagaimanapun, pedoman itu memancing kritik masyarkat dan media. Beberapa peraturan yang diberlakukan kepada wartawan sebagai berikut;

  • Memberi ‘isyarat hormat’ sebelum dan selepas mengambil gambar.
  • Izin menunjukkan kamera untuk pemeriksaan dan hanya kamera yang memiliki izin boleh mengambil gambar.
  • Medaftarkan diri dalam sebelum acara dan menggunakan gelang tangan khusus
  • Tidak melakukan tindakan senonoh atau menggunakan bahasa tidak sesuai.
  • Memastikan jarak sekurang-kurangnya 5 meter dari Perdana Menteri dan tidak berebut-membantah ketika mengambil gambar hingga bersandar pada orang lain ataupun mengangkat kamera melebihi kepala seseorang.

Baca: Generasi Baru Muslim Thailand dan Tantangan Modern

Peraturan standar mengambil gambar Perdana Menteri lainnya  yang dianggap berlebihan adalah;

  • Tidak mengambil gambar Perdana Menteri ketika berada di ruang resepsi.
  • Tidak mengambil gambar Perdana Menteri ketika ia menaiki atau menuruni tangga.
  • Tidak mengambil gambar ketika Perdana Menteri sedang makan
  • Penggunaan cahaya dibenarkan tapi tidak melebihi 1.500 watt.
  • Panduan yang dikeluarkan itu juga menegaskan, crew media yang gagal mematuhi peraturan akan kehilangan gelang tangan identitas dan akan diharamkan membuat liputan lagi.

“Kita akan mengekalkan menetapkan peraturan standar, tetapi jika ada yang menyebabkan ketidakpuasan, kami harus menilai ulang,” kata Prayut yang dikirim melalui stafnya.

Baca: Makanan Halal dan Larangan Merokok di Negeri Gajah Putih 

Pembatasan itu dilakukan dua hari setelah Prayut mengatakan dia tidak akan berbicara dengan pers terkait politik kecuali diperlukan. Ini bukan pertama kalinya junta Thailand memperlakuan media, tulis The Nation.

Prayut menyadari peraturan itu dibuat oleh pihak polisi untuk tujuan keselamatan berdasarkan protokol internasional, tetapi diharapkan untuk dilonggarkan sedikit, agar tidak menyulitkan wartawan.

Perdana Menteri Thailand sebelumnya telah memicu kontroversi dengan pekerja media ketika menghindari pertanyaan, sebaliknya menempatkan karton dicetak dengan gambarnya sendiri di lokasi konferensi media.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:mediamemotretmengambil gambarNegara Gajah PutihperaturanPM ThailandPrayut Chan-O-Chathailandwartawan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pembuatan Jalur Antrian Mengurangi Kepadatan Jama’ah Haji di Hajar Aswad
Tulisan selanjutnya Erdogan Bekukan Aset Dua Menteri Amerika di Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?