Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Apakah Maroko akan Gabung dengan ‘NATO Arab’ Hadapi Iran?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Agustus 2018 16:17 4:17 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Agustus 2018 16:17
Bagikan
Bagikan

Oleh:  Abdel Salam Al Shamikh

 

PEMERINTAH Amerika yang dipimpin oleh Donald Trump  di musim panas mengumumkan pembentukan pembentukan Aliansi baru Negara Arab yang baru dalam melawan dominasi Iran yang semakin berkembang di wilayah konflik.

Aliansi yang disebut-sebut dengan “NATO Arab”,  dikenal sebagai Aliansi Strategis Timur Tengah (MESA), yang  akan dibahas pada pertemuan puncak di Washington yang dijadwalkan pada 12-13 Oktober mendatang.

Ketika  ‘NATO Arab’ ini memilih untuk mengikuti tren internasional yang cenderung menentang Iran, mereka boleh jadi akan menjadi alat yang penting untuk menghadapi sesuatu yang disebut oleh Trump sebagai ‘agresi, teroris, dan ekstrimis Iran’. Tetapi ada banyak pertanyaan tentang keikutsertaan Maroko dalam ‘Nato Arab’ ini.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Sebagaimana diketahui, untuk saat ini, hubungan Maroko dengan Iran tidak dalam keadaan yang terbaik, setelah Rabat memutuskan untuk memberhentikan semua hubungan diplomasi dengan Iran sebagai jawaban yang tegas atas campur tangan Iran di Sahara.

Keputusan Maroko ini dapat membuat mereka setuju untuk memainkan peran dalam menghalau pengaruh Iran. Terlebih lagi pemerintahan Trump telah bergerak untuk membentuk aliansi politik dan keamanan yang meliputi Amerika Serikat, Negara-negara Teluk, Mesir, dan Yordania. Aliansi ini bertujuan untuk melawan ekspansi Iran di wilayah Timur Tengah.

Baca: Maroko Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran

Negara-negara Arab menempatkan Iran sebagai musuh mereka. Khususnya Kerajaan Arab Saudi yang berperan untuk mempengaruhi Negara Teluk lain untuk bergabung dengan pembentukan aliansi yang digagas Donald Trump ini. Ini ikut menimbulkan pertanyaan, apakah Maroko tertarik untuk bergabung dengan aliansi Negara Arab melawan Iran?

Media Hespress mewawancarai seorang ahli ekstrimisme dan kekerasan politik, Halim Al-Madkouri, tentang ketertarikan Maroko dalam bergabung dengan aliansi Arab melawan Iran.

“Saat ini, Maroko tidak harus ikut ke dalam aliansi seperti itu karena tidak ada kepentingan langsung di dalamnya,” papar Al-Madkouri. Ia juga menambahkan, “Maroko masih bergantung kepada Afrika dan hubungan baik mereka dengan Uni Eropa. Mereka tidak bisa mempertaruhkan diplomatik mereka dalam gerakan dengan konsekuensi yang tidak bisa diprediksi.”

“Kekuatan militer baru di wilayah itu akan membuat kondisi Maroko menjadi kacau. Hanya ‘Israel’, dan  pada akhirnya Iran juga, yang akan mendapat keuntungan dari hal itu,” tambah Al-Madkouri.

Baca: Maroko Tolak Mantan Tentara Zionis Masuk Negaranya

Al-Madkouri menambahkan, “Eropa takut akan munculnya gelombang terorisme dan pengungsi yang baru dan akan menimbulkan kekacauan di wilayah Eropa.”

Karena jika hal itu terjadi, maka dampaknya akan terasa di Maroko. Al-Madkouri meyakini Maroko akan mengerahkan segala daya untuk menghindari situasi polarisasi yang akan mengganggu kepentingan penting dan strategis mereka. Ia juga yakin, Maroko menganggap bahwa pendekatan Trump terhadap nuklir Iran tidak jauh berbeda. Dari awal hingga akhir, ini semua hanyalah muslihat Amerika.

Amerika tidak peduli jika harus membuang sekutu mereka ke dalam konflik.

Sehubungan dengan Iran, Halim Al-Madkouri memprediksi bahwa ada pihak lain yang ingin mencabut pengaruh Iran, yaitu Benjamin Netanyahu. Kepentingan Netanyahu tidak hanya dalam keamanan, namun lebih kepada politik dan ekonomi.

Penjajah ‘Israel’ hendak memasukkan pengaruh mereka di Timur Tengah. Bukan dengan kekuatan militer, tetapi dengan kekuatan teknologi mereka. Mereka tidak ingin ada yang bisa menyaingi mereka, seperti Iran, dan ‘Israel’ memanfaatkan kecemasan Negara Teluk terhadap ekspansi Iran.

Gagasan ‘NATO Arab’ ini diajukan oleh Trump pada akhir tahun kemarin, dalam kunjungannya ke Arab Saudi dan menemui pimpinan Negara-negara Muslim Sunni.

Namun menurut Al-Madkouri, sejak awal kemungkinan terbentuknya ‘NATO Arab’ ini sangat kecil. Meski begitu, Gedung Putih telah menyetujui kesepakatan militer senilai USD 500 juta.*

Artikel ditulis di laman hespress, diterjemahkan Ja’far Auzan Muzakki

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aliansi Strategis Timur TengahDonald TrumpiranmarokoMESANATONato Arabsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua Parlemen Libanon Bertemu Cendekiawan Muslim
Tulisan selanjutnya Pengancam Deklarasi #2019GantiPresiden Jatim Dinilai Belum Siap Berdemokrasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?