Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Kebahagiaan Hakiki: Pilih Rumah, Kendaraan atau Istri Artis?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Januari 2014 10:56 10:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Januari 2014 10:56
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady C. Effendy

SIAPA insan di muka bumi yang tidak menginginkan kebahagiaan?

Dari profesi yang tergolong terpandang hingga profesi yang tergolong rendah dalam pandangan manusia, semua insan mengejar kebahagiaan.

Atas alasan kebahagiaanlah manusia seringkali melakukan segala daya upaya baik halal maupun haram demi meraihnya.

Pemahaman kebanyakan manusia tentang kebahagiaan yang seringkali terbatas hanya pada materi telah membuat manusia terkadang salah langkah dan bahkan terjerumus pada kenistaan hidup karena menggunakan cara-cara yang tidak syar’i dalam mengejarnya.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Hal pertama yang harus dimaklumi oleh siapapun yang mengejar kebahagiaan adalah bahwa kebahagiaan bukanlah semata terkait dengan materi, meskipun sebab-sebab materi merupakan salah satu bagian dari kebahagiaan.

Islam memandang aspek materi sekadar sebagai sarana dan bukanlah tujuan dalam menggapai kebahagiaan. Oleh karenanya Islam meletakkan fokus utama dalam mendapatkan kebagiaan pada aspek maknawiyah atau ruhaniyah yang merupakan cara utama untuk memunculkan prilaku yang lurus dan dirahmati-Nya.

Allah swt berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik  dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl [16]: 97)

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia  tidak  akan sesat  dan tidak akan celaka. Dan  barangsiapa  berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari  kiamat  dalam keadaan buta.” (QS. Thahaa [20]: 124)

Meski demikian, agama Islam tidaklah menyangkal secara mutlak dan mengakui bahwa sebab materi merupakan salah satu dari unsur-unsur kebahagiaan di dunia, sebagaimana Allah subhanahu wata’ala berfirman:

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُواْ بِاللّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَاناً وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan  rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu  bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus bagi mereka di hari kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS. Al A’raaf [7]: 32)

Rasulullah bersabda: “Termasuk pelengkap kebahagiaan anak Adam adalah istri yang sholihah, tempat tinggal yang baik dan kendaraan yang nyaman.” (H.R. Imam Ahmad)

Kampung Abadi

Kebahagiaan hakiki, karenanya, tidaklah mesti semata karena harta yang berlimpah. Keimanan seorang insan manusia dan kefahamannya tentang hakikat keberadaan dirinya diatas muka bumi serta mujahadah dirinya untuk melakukan amal shalih dengan memberikan kontribusi kerja-kerja nyata yang dinikmati manfaatnya oleh umat manusia dan umat Islam akan menerangi akal dan kalbunya dengan kebahagiaan hakiki.

Banyak jabatan dan segi kemakmuran duniawi seringkali justru menjerumuskan seseorang pada kebinasaan.

Berapa banyak kita saksikan berita tentang artis-artis yang dengan ketenaran, kekayaan dan segala yang dimiliki mereka justru terjerumus pada kehampaan dan kemalangan hidup?

Tidak sedikit dengan ketenarannya justru mereka mencari pelarian pada obat-obat narkotika dan alcohol, seolah itu cara penyelesaian hidupnya.

Keluarga yang terdiri dari anak-anak dan istri pun bisa menjadi sumber kecemasan dan kedukaan dalam hidup apabila tidak dididik dengan nilai-nilai islami dan cita-cita yang robbani.

Sudah sering kita saksikan di usia anak sudah banyak berbuat criminal, melukai dan mencelakakan orang lain. Kisah istri yang tidak menjaga amanah rumah tangga, sudah menjadi hiasan dan bahan pemberitaan TV. Semua ini dalam rangka  untuk diambil hikmah dan pelajaran bagi orang-orang yang memiliki akal dan hati.

Keserakahan terhadap harta pun telah menistakan banyak sekali insan manusia di belahan dunia manapun, terkhusus lagi di tanah air kita Indonesia.

Segala kemalangan hidup dan kedukacitaan akibat harta ini seyogyanya membuat seorang insan tersentak dan kembali kepada akal budinya yang lurus dan kalbunya yang bersih untuk bersegera mengingat kembali hidayah-Nya dan mengorientasikan hidupnya kepada tujuan-tujuan memakmurkan dunia sesuai tuntunan-Nya. Bukannya menghabiskan umurnya yang singkat untuk mengejar harta benda yang pada akhirnya pun tidak akan dibawa ke kampung akhirat yang abadi nan kekal, itulah tempat kebahagian sejati kita nanti.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda: “Bukanlah kekayaan itu dari banyaknya harta benda, akan tetapi kekayaan (hakiki) itu adalah kekayaan hati.” (HR. Al Bukhori). Wallahu a’lam bisshowab.*

Penulis adalah Sekretaris Umum Indonesian Muslim Society in Qatar (IMSQA)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kekayaan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hasan al Hudhaibi: Antara Negara Islam dan Penjara
Tulisan selanjutnya Ariel Sharon: Sang Pembenci Kedamaian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?