Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

RI: Sudah Saatnya Myanmar Serius Tindaklanjuti Temuan PBB

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2018 13:21 1:21 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Agustus 2018 13:21
Bagikan
10 pria etnis Rohingya diikat tangan ke belakang tubuh mereka yang diduga dibantai oknum militer, polisi, bersama warga sipil di desa Inn Din. Foto diambil 2 September 2017
Bagikan

Hidayatullah.com– Laporan awal Tim Misi Pencari Fakta (fact finding mission) Dewan HAM PBB mengenai genosida Rohingya di Myanmar direspons oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi.

Indonesia, kata dia, mencatat dengan baik hasil laporan awal itu. Dia sudah bisa memperkirakan isi laporan itu yang mengungkap tingkat krisis kemanusiaan di sana sangat memprihatinkan.

“Krisis kemanusiaan harus segera dihentikan. Jaminan keamanan, penyiapan pemukiman dan kehidupan normal di Rakhine State (Arakan, Red) sudah tidak dapat ditunda. Repatriasi harus segera diimplementasikan.

Para pengungsi Rakhine yang berada di Bangladesh memiliki hak untuk kembali ke Rakhine State secara bermartabat dan dapat memulai kehidupan yang normal.

Masyarakat internasional harus terus mendorong Myanmar untuk dapat melakukan perubahan di Rakhine State,” tegas Menlu dalam keterangan persnya yang disampaikan Juru bicara Menlu, Arrmanatha Nasir, kepada hidayatullah.com, Jumat (31/08/2018).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Indonesia Perlu Kawal Terus Temuan PBB soal Genosida Rohingya

Sudah saatnya bagi Pemerintah Myanmar, seru Menlu, untuk bersungguh-sungguh mengimplementasikan semua komitmen yang sudah dibuat dan menindaklanjuti berbagai rekomendasi dan temuan komisi yang dibentuknya.

Perlindungan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia semua masyarakat di Arakan, termasuk minoritas Muslim, kata dia, adalah tanggung jawab Pemerintah Myanmar dan harus ditegakkan secara konsisten dan inklusif.

Untuk itu, diperlukan komitmen politik yang kuat dari Pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan masalah.

“Berbagai MoU dan pembentukan Komite/Komisi tidak akan membantu memperbaiki situasi apabila tidak terdapat komitmen dan tekad kuat untuk menjalankannya,” ucapnya.

Menlu menuturkan, setelah hampir dua tahun sejak lingkaran kekerasan pertama terjadi, tidak banyak kemajuan yang dicapai di Arakan.

“Semua pihak memahami kompleksitas isu dan proses reformasi yang masih berlangsung di Myanmar. Namun demikian, kompleksitas isu tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk membiarkan krisis terus berlangsung,” kata dia.

Dia menyampaikan, Indonesia adalah salah satu negara pertama yang sudah berada di Myanmar dan Bangladesh pada saat lingkaran kekerasan terjadi di Arakan pada tahun 2016.

Indonesia katanya juga merupakan negara yang sangat aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan internasional yang memiliki perhatian terhadap tragedi kemanusiaan di Arakan, termasuk almarhum Kofi Annan dan Sekjen PBB.

Baca: Laporan Terbaru: Militer Myanmar Bunuh 24 Ribu Etnis Rohingya

Pesan Indonesia kepada Pemerintah Myanmar sangat jelas. Indonesia telah mengusulkan formula 4+1 kepada Pemerintah Myanmar. Yakni; pertama, pentingnya segera diciptakan stabilitas dan keamanan; Kedua, menahan diri dan tidak menggunakan kekerasan; Ketiga, perlindungan terhadap semua orang, tanpa melihat latar belakang etnik dan agama; dan keempat, akses terhadap bantuan kemanusian; serta +1. Implementasi rekomendasi laporan Kofi Annan.

“Pesan tersebut sangatlah jelas. Indonesia berkeyakinan, jika elemen dari Formula 4+1 dijalankan, maka tragedi kemanusiaan dapat ditangani dan kondisi Rakhine State semakin baik,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, Indonesia telah mencoba memainkan peran sebagai “bridge builder“. Indonesia juga mencoba berkontribusi dalam penanganan krisis kemanusian, dengan berbagai bantuan baik ke Myanmar maupun ke Bangladesh.* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:burmaetnis Rohingyagenosida RohingyaKekerasan RohingyaMenlu RIMisi Pencari Fakta PBBmyanmarPBBPerserikatan Bangsa-BangsaRetno LP MarsudiRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ormas Islam NTB Dampingi Perekam Video Dugaan Penyebar Misi Berkedok Bantuan
Tulisan selanjutnya Indonesia Kecam Rencana Kontes Kartun Nabi Muhammad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?