Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Mendesain Rumah Tangga Surgawi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Desember 2018 17:16 5:16 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Desember 2018 17:16
Bagikan
[Ilustrasi] Keluarga Muslim.
Bagikan

SETIAP orang mendambakan rumah tangga harmonis dan bahagia. Untuk memenuhi tujuan itu, berbagai daya dan upaya dikerahkan agar apa yang dicita-citakan bisa direalisasikan.

Namun, kebahagiaan lebih banyak diidentikan pada urusan materi. Sehingga, yang diperjuangkan adalah bagaimana menumpuk harta sebanyak-banyaknya. Ini persis yang dinarasikan surah al-Humazah; bahwa manusia itu kebanyakan hobinya menumpuk-numpuk harta dan memamerkannya.

Anehnya, materi yang kadang sudah terkumpul belum jua memenuhi dahaga bahagia. Ini membuktikan, ada kebahagiaan yang sejati yang tak mampu diwujudkan oleh materi, sebanyak apapun itu.

Untuk membangun mahligai rumah tangga bahagia, penulis mengajak dan menawarkan kepada para pembaca yang budiman untuk mendesain rumah tangga dengan desain Surgawi.

Rumah tangga dengan desain demikian adalah yang dibangun dengan nilai-nilai Surgawi. Itu semua juga bisa dilihat dalam keluarga Nabi Muhammad ﷺ.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Rumah tangga Nabi adalah cerminan dari keluarga yang didesain dengan nilai Surgawi. Bila ada ungkapan “Rumahku adalah Surgaku,” maka itu sangat pas dalam menggambarkan situasi yang ada di dalamnya.

Baca: Mengunjungi Taman Surga 

Inilah beberapa cerminan desain keluarga Surgawi. Pertama, melandasi rumah tangga dengan landasan iman yang teguh.  Dalam surah al-Mu`minun [23] ayat 1-11 , disebutkan bahwa ciri-ciri penduduk Surga adalah mereka yang beriman.

Mereka memiliki ciri-ciri yang bisa diketahui, yaitu: khusyuk dalam shalat, berpaling dari hal-hal yang sia-sia, menunaikan zakat, menjaga kemaluan, amanah, memenuhi janji dan menjaga shalat-shalatnya.

Dengan demikian, rumah tangga tipe ini adalah yang memiliki hubungan bagus dengan Allah dan makhluk, cerdas spiritual, peduli sosial dan bisa dipercaya.

Kalau dilihat dalam pengertian hadits, menurut hadits panjang yang diriwayatkan oleh Umar, iman adalah enam rukun yaitu: kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari Akhir, Qadha dan Qadar yang baik maupun buruk. (HR. Muslim)

Lebih aplikatif, dalam hadit riwayat Tirmidzi dan Nasa`i, yang dinamakan mukmin adalah mereka yang mampu menciptakan kondisi aman sehingga orang lain (hartanya, jiwanya) merasa aman jika berada di dekatnya.

Baca: Mari Bersama ke Taman Surga! 

Kedua, menjadikan akhirat sebagai orientasi keluarga. Di dalam al-Qur`an, seringkali kata iman kepada Allah diiringi secara langsung dengan keimanan kepada hari akhir.  Keimanan kepada Hari Akhir (akhirat) ini menunjukkan pentingnya orientasi akhirat.

Bila keluarga sejak awal tidak dedesain dengan orientasi ini, maka segenap aktivitas yang dilakukan hanya akan berkisar pada urusan duniawi dan bertujuan duniawi.

Dari kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad ﷺ. Pembaca bisa belajar. Betapa segenap potensi, daya, tenaga dan pikiran beliau persembahkan untuk kepentingan akhirat.

Beliu sebenarnya mampu menjadi kaya raya, karena disamping kepiawaiannya berdagang dan jujur, istrinya (Khadijah) adalah seorang wanita hartawan.

Baca: Surga Tempat Pedagang Jujur 

Namun demikian, seluruh kekayaan didedikasikan untuk kegiatan dakwah yang semuanya mengarah kepada akhirat. Maka ketika suatu saat  ‘Aisyah cemburu dan mengatakannya sebagai wanita tua renta, Nabi tersinggung dan menyatakan bahwa dia tidak ada gantinya, karena selama hidupnya hartanya digunakan untuk kepentingan dakwah.

Karenanya, rumah tangga dengan desain Surgawi akan mengukur kebahagiaan, kesenangan dan suka citanya dengan timbangan akhirat.

Ketiga, mentrasfer nilai-nilai positif calon penghuni Surga ke dalam rumah tangga. Sebagaimana diketahui, misalnya dalam al-Qur`an, ada banyak hal yang menggambarkan sifat-sifat positif ahli  (penduduk) Surga.

Penduduk Surga sebagaimana gambaran al-Qur`an memiliki nilai-nilai positif yang perlu diteladani, dalam surah al-Waqi’ah ayat 25 dan 26. Penduduk Surga itu tidak mengatakan sesuatu yang sia-sia dan dosa. Yang dikatakan selalu mengandung keselamatan, kesejukan dan kedamaian.

Dalam surah al-Hijr ayat 47, penduduk Surga itu bukanlah orang pendengki, karena sifat itu dicabut dari dada mereka. Merekapun rukun bersaudara.  Bila ini deterapkan dalam rumah tangga, maka akan sangat dahsyat dampaknya.

Baca: Kamar ‘Tembus Pandang’ di Surga 

Penduduk Surga juga memiliki ciri-ciri yang bisa diteladani bagi yang menginginkan rumah tangga yang bernilai Surgawi. Misalnya, bertakwa kepada Allah, rajin berinfak baik ketika kondisi susah maupun lapang, pandai menahan (mengontrol) amarah, mudah memaafkan, ketika berbuat zalim atau maksiat segera ingat dan bertaubat kepada Allah serta tidak mengulangi kesalahan yang sama (QS. Ali Imran [3]: 133-135)

Jika nilai-nilai itu bisa diteapkan dalam rumah tangga, maka keluarga sedang mendesain mahligainya dengan desain Surgawi.

Keempat, menjadikan rumah tangga sebagai pengabdian untuk Allah Subhanahu Wata’ala. Hal ini sebagai realisasi dari surah adz-Dzariyat ayat 56, bahwa misi penciptaan manusia di dunia adalah beribadah atau mengabdi kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Oleh karena itu, rumah tangga dengan desain Surgawi adalah yang menjadikan segenap aktivitas hidupnya dalam landasan pengabdian kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Pergaulan, interaksi, pekerjaan, kegiatan sosial, aktivitas kesehariannya diniatkan sebagai pengabdian kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Kelima, mendesaian rumah tangga dengan akhlak mulia. Dalam riwayat Ahmad disebutkan bahwa Nabi pernah bersabda, “Sesuatu yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam Surga adalah takwa kepada Allah dan akhalak yang mulia dan sesuatu yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam neraka adalah mulut dan kemaluan.” (HR. Ahmad, Baihaqi).

Oleh karena, itu tidak mungkin disebut rumah tangga Surgawi jika akhlaknya tercela. Tak bisa dikatakan sebagai keluarga Surgawi jika kehidupannya sangat jauh dari akhlak mulia.

Dari pembahasan tadi jelaslah bahwa, yang dimaksud dengan rumah tangga yang didiesain dengan desain Surgawi adalah yang menjadikan iman, orientasi akhirat, transfer nilai ahli Surga ke dalam keluarga, pengabdian kepada Allah dan akhlak mulia sebagai desain atau rancangan perencanaan untuk membina rumah tangga.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akhiratakhlakduniaKeluargarumah tanggasurgawi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berani Bekerja
Tulisan selanjutnya Kapal Penyelamat Migran Aquarius Akhiri Misinya di Mediterania

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?