Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Prof Amany Lubis Jabat Rektor Perempuan Pertama UIN Jakarta

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Januari 2019 05:33 5:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Januari 2019 05:33
Bagikan
Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga, Prof Amany Lubis (kiri).
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK), Prof Amany Lubis membuat sejarah baru karena terpilih sebagai perempuan pertama yang menjabat Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor Nomor B.II/3/00429.

Guru Besar Sejarah Politik Islam ini terpilih di antara sebelas guru besar yang lolos seleksi calon rektor seperti Prof Amsal Bakhtiar, Prof Andi M Faisal Bakti, Prof Jamhari, Prof Masri Mansoer, Prof Sukron Kamil, Prof Zulkifli, Prof Ulfah Fajarini, Prof Abdul Mujib, Prof Murodi, dan Prof Didin Saepudin.

Usai dilantik oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Prof Amany mengungkapkan harapannya. Dikatakannya, dengan terpilihnya Ia sebagai rektor baru, ia bisa meningkatkan prestasi UIN di tingkat internasional.

“Semua prestasi UIN di dunia internasional menambah deretan prestasi positif yang sudah diraih dan diharapkan capaian tersebut bisa ditingkatkan di masa yang akan datang,” ungkapnya, Senin (07/01/2019) kutip laman resmi MUI.

Ungkapan tersebut senada dengan visi dan misi yang diucapkannya saat pemilihan rektor Oktober lalu. Ia memandang mutu lulusan UIN harus semakin meningkat dan rekognisi nasional-global kian menguat.

“Selain kemampuan akademik, kita ingin meningkatkan kepuasan user atas lulusan UIN Jakarta, menjadikan mereka mendapatkan pekerjaan sesuai bidang ilmunya,” katanya.

Visi dan misi Prof Amany tersebut sejalan dengan kiprahnya di dunia internasional. Sepak terjangnya di dunia internasional sudah tidak diragukan lagi. Pada pertengahan Ramadhan 2017 saja, ia menasbihkan dirinya sebagai perempuan pertama di Asia Tenggara yang menyampaikan ceramah di hadapan raja Maroko.

Aktivitas Prof Amany sebagai Ketua Umum Pengurus Harian International Council of Muslim Woman Scholars membawanya rutin berdialog dengan Muslimah di berbagai belahan dunia dalam konferensi maupun seminar.

Prof Amany sejak kecil memang sudah akrab dengan dunia internasional. Masa pendidikan SMP sampai lulus sarjana dia habiskan di Mesir. Baru kemudian saat kuliah master dan doktor, ia menyelesaikan di UIN Jakarta.

Di MUI, Prof Amany merupakan ketua yang membidangi Perempuan, Remaja, dan Keluarga. Sekalipun kedudukannya sebagai ketua bidang, bukan ketua Komisi, namun Prof Amany kerap turun sampai bawah demi berjalannya acara yang sudah diagendakan.

Komisi PRK di bawah asuhan Prof Amany aktif mengadakan kajian rutin bulanan mengundang pimpinan ormas Islam perempuan mengangkat isu-isu relevan.

Belum lama ini, Prof Amany juga sukses mengadakan Kongres Muslimah Indonesia yang berlangsung 17-19 Desember 2018, di Jakarta. Dalam kongres itu, ia menginisiasi terbitnya buku Ketahanan Keluarga dalam Perspektif Islam berbahasa Arab.

Atas kepedulian dan kontribusinya terhadap kondisi perempuan, pada tahun 2015, Pusat Studi Gender dan Anak UIN Jakarta mengganjarnya dengan UIN Woman Awards.

Diketahui, Prof Amany Lubis adalah putri Prof Nabilah Lubis, Prof Amany juga kakak dari Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Ustadz Shabri Lubis.

Pesan Menag

Dalam kesempatan tersebut, Menag Lukman menyampaikan lima pesan bagi pimpinan PTKIN. Pertama, Menag berharap agar para pimpinan PTKIN menjaga tradisi akhlak Islami dan intelektual yang terus berkembang di kampus-kampus PTKIN.

“Karena kita PTKIN, maka sebebas apapun intelektualitas kita berkembang, sebebas apapun kita menggali ilmu pengetahuan, saya ingin seluruhnya harus bertumpu pada akhlak,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Tidak hanya bertumpu, kata dia, tapi juga setiap pengembangan intelektual yang dilakukan PTKIN harus berorientasi pada terwujudnya masyarakat yang berakhlak baik.

“Dan tentu itu tetap dengan menjaga kehidupan intelektualitas kampus sebagaimana lazimnya perguruan tinggi,” kata Menag.

Kedua, terkait dengan moderasi beragama, Menag menginginkan PTKIN menjadi kampus-kampus terdepan dan berkelas dunia. Untuk itu menurut Menag ada dua hal yang harus dilakukan PTKIN agar menjadi world class university.

Langkah pertama, sivitas PTKIN harus akrab dengan persoalan aktual yang ada di masyarakat. Karena menurutnya, perguruan tinggi bukanlah menara gading.

“Saya minta PTKIN harus lebih proaktif untuk speak out, speak up merespons persoalan masyarakat,” kata dia.

Khususnya, kata dia, dalam masalah agama dan persoalan kemasyarakatan pada umumnya dan dalam merespons permasalahan itu tetaplah bertumpu pada moderasi beragama.

Moderasi beragama menurut Menag perlu dilakukan, karena saat ini masyarakat dihadapkan pada tarikan paham-paham keagamaan yang sangat konservatif sehingga seolah tercerabut dari realitas kekinian.

“Di sisi ekstrem yang lain juga berkembang paham liberal, yang juga sesungguhnya tercerabut dari realitas kehidupan keagaamaan dan ke-Indonesiaan kita,” imbuh Menag.

Ketiga, Menag berpesan para pimpinan PTKIN selain berorientasi pada kuantitas juga harus lebih menitikberatkan pada kualitas. “Kualitas lebih diutamakan dalam banyak hal. Agar PTKIN memiliki kekhasannya, di mana saudara menjadi pimpinannya,” kata Menag.

Keempat, Menag minta pimpinan UIN Syarif Hidayatullah, IAIN Syekh Nur Jati Cirebon, dan STAIN Meulaboh untuk memfokuskan diri pada tata kelola kelembagaan. “Benahi tata kelola kelembagaan, khususnya manajemen organisasi dan manajemen keuangan,” tutur dia.

Kelima, Menag meminta pimpinan PTKIN untuk menjaga kebersamaan di lingkungan kampus yang dipimpinnya. Suasana kebersamaan yang dibangun, harap Menag, dapat menjadikan visi misi PTKIN dapat lebih mudah terwujud.

“Kepemimpinan saudara diharapkan dapat mengayomi semua entitas yang ada dalam perguruan tinggi yang saudara pimpin,” pesan Menag.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amany LubisKetua MUILukman Hakim SaifuddinMenteri AgamaMUIperempuanPTKINRektor UIN JakartaShabri LubisUIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gempa M 4,8 di Tasikmalaya
Tulisan selanjutnya Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim Tiba-Tiba Mengundurkan Diri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?