Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Allah ‘Utus’ Tikus Menyelamatkan Keluargaku

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Januari 2019 12:19 12:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Januari 2019 12:19
Bagikan
Bagikan

TIGA tahun sudah, saya bersama keluarga; istri dan dua putri, mendapat amanah dari institusi mengkhidmatkan diri, untuk menemani mahasantri di kampus II. Terletak di sebuah desa paling ujung, bagian Utara, kota Gresik. Panceng namanya.

Untuk tempat tinggal, ada sebuah rumah semi permanen, yang berada di bagian barat, tepat di bibir hutan jati miliki pesantren.  Dua rumah lainnya, berada di bagian Timur, yang jaraknya selemparan batu. Satu rumah baru yang ditempati pimpinan. Satu lagi rumah lawas dihuni bagian umum.

Menurut kisah, rumah itu sering didatangi oleh binatang-binatang berbisa, seperti lipan, kalajengking, dan ular. Sejatinya saya pribadi sudah tidak kaget dengan informasi itu. Sebab, tiga tahun sebelumnya, saya yang masih lajang, pernah juga bermukim di situ, yang saat itu menjalani tahun pertama masa pengabdian menjadi pengasuh santri (2010).

Satu malam, di tengah asyik menikmati makan malam seorang diri di kamar, tiba-tiba kedua sorot mata menangkap gerak seekor hewan berukuran panjang. Innaa lillah. Ular. Saya pun langsung menginformasikan ke teman-teman lain, yang saat itu tengah berada di ruang depan.

Serentak kami pun berburu. Dan benar, ia ditemukan menyelinap di bagian pojok kasur, tempat kami tidur.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Syukurnya, ketika saya yang telah berkeluarga kembali menempati rumah itu. Menurut keterangan pimpinan, yang sebelumnya menempati rumah, suasana ‘angker’ itu sudah tidak ada lagi. Nyaris dua tahunan lebih berdiam di sana, aman-aman saja.

Bahkan, tikus pun yang semulanya banyak, tidak banyak bertingkah. Pasalnya, banyak kucing yang mengintai. Jadi takut untuk keluar. Sehingga semua menjadi terkendali.

Ada rasa lega mendapat informasi itu. Meski, kewaspadaan tetap terus dilakukan. Namanya juga di pinggir hutan. Sudah pasti banyak binatang berbisanya. Namun al-Hamdulillah. Seperti kata atasan saya itu. Semua aman. Itu pula yang saya dan keluarga rasakan.

Baca:  Di Mana Ada Perjuangan, Di Situ Ada Pertolongan

Gejolak Tikus

 Ketika menempati rumah itu, rumah sudah aman dari tikus. Pasalnya, ada beberapa ekor kucing yang berseliweran sekitar rumah. Terkadang juga bermalam di dalam. Namun entah mengapa, setelah sekian lama, terutama setelah ditinggal liburan ke kampung halaman, kucing-kucing itu mulai tidak kelihatan. Sepertinya mereka pergi, untuk mencari makan guna menyambung hidup.

Maklum saja, ketika liburan, kondisi pondok sepi. Tidak hanya mahasiswa yang ingin luburan. Para asatidz dan pengasuh juga dimikian. Ingin berlibur, dan bersilaturrahim dengan keluarga di kampung halaman.

Nah, saat itulah, tikus-tikus mulai beraksi. Kadang-kadang riuh suaranya di balik dinding. Bahkan tak jarang, menggigiti benda-benda/perabotan-perabotan, hingga pakaian.

Merasa terganggu, akhirnya bersepakatlah saya dan istri untuk memburunya. Mulai dari racun, jebakan, dan lem dipasang. Tapi ternyata tidak efektif. Tikus-tikus itu seperti mahir sekali mencium bahaya. Mereka tidak memakan, bahkan seolah tahu, mereka ini melewati saja semua jebakan yang dipasang, di areal yang kerap mereka lalui. Tapi kalau dilepas, mereka baru keluar.

Baca:  Usahaku Gulung Tikar, Gara-gara Riba!

 Tugas Keluar Kota

 Selain mengajar dan mengasuh mahasantri sebagai tugas pokok, ada amanah tunjangan (meminjam istilah Ustad Abdul Shomad), yang harus saya kerjakan, di setiap bulannya. Yaitu liputan untuk sebuah majalah Islam.

Tak ayal, posisi ini membuat saya sering meninggalkan keluarga. Setiap kali melakukan perjalanan, sering kali saya berpesan kepada istri untuk siaga. Seperti menutup pintu, jendela, dan sebagainya. Khawatir ada tamu-tamu yang tak diundang, masuk ke rumah. Termasuk binatang-binatang berbisa itu.

Selain itu, tentu saja, sebagai kepala keluarga yang mengkhawatirkan keselamatan mereka yang ditinggal. Saya sering mendoakan mereka kepada Allah, agar diberi penjagaan. Saya meyakini, bahwa Allah adalah sebaik-baik Penjaga bagi setiap hambanya.

“Bismillah laa yadhurru ma’a ismihi syai’un fii al-ardi wa laa fii smaa’i wa huwa sami’un alim (Dengan nama Allah yang tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang bisa memberikan bahaya. Dan Dia Maha mendengar dan mengetahui)

Doa inilah yag sering saya ucapkan. Terutama dalam perjalanan. Sebab keyakinan lainnya; Allah akan mengabulkan doa seorang hambanya dalam beberapa kondisi. Termasuk musyafir dalam perjalanannya.

Laa hau laa wa laa quwwata illa billah. Ternyata benar, Allah mengabulkan doa ini. Melalui suatu kejadian, yang wasilahnya pun tak disangka-sangka.

Jadi waktu itu, saya harus meninggalkan rumah untuk beberapa saat lamanya. Sebabnya, karena mendapat panggilan untuk repat redaksi di Depok, Jawa Barat. Niatnya, langsung hendak lanjut ke Lampung, guna bersilaturrahim dengan orangtua di sana.

Singkatnya, barangkatlah saya sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan. Selang beberapa hari kemudian. Ketika malam telah beranjak larut, nada ponsel berbunyi. Oh, dari istri.

Innaa lillah. Batinku bergemuruh. Ia mengabarkan, bahwa rumah nyaris kemasukan ular. Kisahnya, entah mengapa malam itu ia sulit sekali untuk tidur. Sudah beberapa kali berupa, masih belum juga memejamkan mata.

Baca: Kisah Kesabaran Ibu Dianugerahi Tiga Anak Tunanetra

Mengisi kekosongan, ia baca-baca buku/kitab yang dipelajari di majelis tahsin yang diikuti. Buku itu sudah beberapa kali dibaca. Namun, nuansa kantuk belum juga datang. Tak lama berselang, ia mendengar ada suara aneh berasal dari ruang belakang. Sepertinya, ada binatang yang tengah mengunyah tulang belulang.

Penasaran, istri pun mengecek. Ketika dilihat dengan seksama, ia pun kaget, ternyata ada seekor ular berusaha masuk dari lobang dinding yang sering dilitasi tikus. Dan ia terjebak oleh lem tikus. Tepat dibagian dekat kepalanya. Jadi ia tidak bisa bergerak.

Di posisi lain, istri menyaksikan, tikus tengah memakan buntut sampai badan ular itu, hingga ia pun mati mengenaskan.

“Biasanya ular yang makan tikus, tapi kali ini tikus dimakan ular,” tulis istri, di ujung ‘laporan’-nya.

Saya pun bersyukur kepada Allah, atas pertolongan-Nya itu, melalui satu makhluknya yang bernama tikus. “al-Hamdulillah. Itu pasti pertolongan Allah!” ujarku kepada istri.

Terkait dengan peristiwa ini, semakin memantapkan diri, untuk terus memunajatkan doa, untuk diri dan keluarga, agar senantiasa dijaga dari segala bahaya. Sebab Dia adalah sebaik-baik Penjaga.

Pelajaran lainnya; jangan pula mudah berburuk sangka dengan sesuatu yang tak diinginkan. Karena boleh jadi, ia akan mendatangkan ‘kebaikan’ di kemudian hari. Seperti firman Allah;

“……….Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (al-Baqarah: 216).*/Sebagaimana dikisahkan Abu Anis kepada Khairul Hibri

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakbinatang buashutanistriKeluargapengasuhpesantrensantritikurular
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya bantuan qatar gaza Qatar Mau Dialog dengan Blok Saudi ‘Tanpa Syarat’
Tulisan selanjutnya Kampus Diminta Menyehatkan Diskursus Publik soal Pilpres

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?