Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Akhir Pekan

Berubah atau Punah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Februari 2019 06:34 6:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Februari 2019 06:27
Bagikan
Santri Pesantren at-Taqwa Depok, Fatih Madini, membahas bukunya berjudul "Membangun Insan dan Peradaban Mulia" dalam forum Saturday Night Lecture Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud di CASIS-UTM, Malaysia
Bagikan

~Alhamdulillah At-Taqwa College mempunyai misi strategis menyiapkan generasi yang berpribadi muslim, berdaya saing global, menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme, InsyaAllah.~

(Prof. Dr. Nanang Fattah, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung).

*****

Pada hari Senin, 28 Januari 2019, bersama dua guru Pesantren at-Taqwa Depok, saya berkunjung ke rumah Prof. Dr. Nanang Fattah, guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, di Kabupaten Bandung Barat. Selama tiga jam (19.00-22.00 WIB) kami berdiskusi. Di usianya yang sudah 68 tahun, Prof. Nanang Fattah masih tampak segar bugar, selalu bersemangat dalam berbicara.

Meskipun sudah beberapa kali berjumpa, baru malam itu saya mendapatkan gambaran yang jelas tentang ide-ide segar Prof. Nanang tentang reformasi pendidikan. Salah satu yang menarik adalah gagasannya tentang standar pendidikan. Menurutnya, pendidikan sebaiknya berpegang pada satu standar kompetensi, yaitu standar kompetensi lulusan. “Pendidikan itu based on result, bukan based on process,” tegas pakar manajemen pendidikan ini.

Baca Juga

Hiruk Pikuk Urusan Pilpres, Jangan Lupakan 5 Adab Bernegara
Selamat, Prof. KH Hamid F Zarkasyi jadi Tokoh Perbukuan Islam
Catatan Akhir Pekan: Jangan Lupakan dan Jangan Hancurkan Peradaban Melayu yang Agung
Jatuh Bangunnya Peradaban
Beginilah Berpolitik yang Cerdas

Untuk mencapai hasil pendidikan, bisa saja dilakukan melalui berbagai proses. Karena itulah, sepatutnya pendidikan tidak bersifat kaku dalam menentukan proses. Sekolah atau kampus bukan pabrik. Yang utama bukan seorang belajar apa saja, dimana, dan berapa lama, tetapi yang lebih penting adalah, ia bisa apa. Tiga hal yang harus dimiliki lulusan Perguruan Tinggi, yaitu integritas, kompetensi, dan inovasi.

Berubah atau punah!

Dalam artikelnya yang berjudul “Perguruan Tinggi Menyambut Era Disrupsi”, Rektor Universitas Negeri Semarang,   Prof. Dr. Fathur Rokhman menulis, bahwa di era disrupsi, PERUBAHAN besar dan mendasar terjadi hampir di setiap bidang kehidupan. Perubahan tidak terjadi secara bertahap seperti orang meniti tangga, tetapi lebih menyerupai ledakan gunung berapi yang meluluhlantakkan ekosistem lama dan menggantinya dengan ekosistem baru yang sama sekali berbeda.

“Institusi bisnis adalah “korban” yang terdampak paling cepat. Puluhan perusahaan besar tumbang dalam waktu singkat akibat muncul pesaing baru yang tak terramalkan sebelumnya. Lembaga pemerintah seperti perguruan tinggi memang belum terkena dampak secara besar-besaran. Namun pelan tapi pasti, disrupsi juga mengancam eksistensi lembaga pemerintah. Bahkan dalam bentuk yang paling ekstrim, disrupsi juga akan mengancam eksistensi negara. Karena itulah, pepatah lama “berubah atau punah” benar-benar menemukan tajinya,” tulis Prof Fathur Rokhman.

Prof. Fathur Rokhman menyebutkan, agar selamat menghadapi era disrupsi, maka perguruan tinggi harus menyelesaikan dua persoalan internal yang membelitnya.

Pertama, harus lincah merespon perubahan. Masalahnya, sebagai “alat negara”,  perguruan tinggi cenderung terikat regulasi ketat yang disusun pemerintah. Hak dan kewajibannya dibatasi secara ketat sehingga kelincahannya dalam merespon perubahan cenderung kurang.

Kedua, perguruan tinggi di Indonesia masih menganut paradigma positivisme. Padahal, positivisme kurang apresiatif terhadap perubahan. Positivisme mengasumsikan segala sesuatu bersifat pasti dan cenderung tetap; cenderung membaca perubahan sebagai proses yang terprediksikan. Padahal, faktanya, jumlah variabel dalam perubahan bisa tidak terbatas dengan peran dan pola relasi yang terus berubah. Paradigma semacam inimembuat perguruan tinggi terkungkung oleh pagar yang dibuatnya sendiri.

Karena itu, ia menyarankan, agar perguruan tinggi harus lebih peka terhadap perubahan. “Mau tidak mau kekakuan birokrasi harus ditinggalkan, lebih terbuka terhadap gagasan baru, dan lebih reflektif terhadap dirinya,” begitu saran Rektor Universitas Negeri Semarang dalam menyongsong era disrupsi. (Lihat: https://unnes.ac.id/pakar/perguruan-tinggi-menyambut-era-disrupsi/)

Era kuliah online

Sekarang zaman kuliah online. Mahasiswa tidak perlu datang ke kampus atau ke negara asing. Cukup kuliah dari rumah atau dari negara asal, tanpa perlu meninggalkan aktivitas keseharian. Semua aktivitas perkuliahan bisa dilakukan secara virtual. Selain praktis, simpel, biaya kuliah online pun lebih murah. Bisa berkurang sampai 40%.  (https://www.hotcourses.co.id/study-abroad-info/university-applications/kuliah-online-vs-kuliah-di-kampus/)

Beberapa kampus ternama di AS sudah menyelenggarakan kuliah online, seperti University of New Mexico, University of Oregon, The Ohio State University, Pennsylvania State University, dan University of Florida. Konon, katanya, kampus-kampus ini memiliki reputasi global. Meskipun fleksibel, katanya, lulusan kuliah online dijamin memiliki kualitas yang sama dengan kuliah tradisional.

Konon, oleh US News and World Report, program kuliah online tingkat sarjana The Ohio State University Online ditetapkan sebagai salah satu Program Online Sarjana Terbaik.  Program ini  mempersiapkan semua mahasiswa untuk kesuksesan karir jangka panjang. (https://www.hotcourses.co.id/study-in-usa/university-applications/kuliah-online-dan-pendidikan-jarak-jauh-di-5-universitas-ternama/).

Di Indonesia, program kuliah online juga semakin ‘ngetren’ dan makin disukai. Selain praktis, juga biayanya lebih murah. Kini, berbagai kampus di Indonesia menawarkan program kuliah online atau blended learning.

Kenapa metode ini menjadi pilihan? Kata sebuah promosi: ada berbagai keuntungan dengan metode itu: fleksibilitas jadwal belajar, proses belajar yang bisa disesuaikan dengan kemampuan setiap individu, serta lebih hemat biaya. (https://harukaedu.com/perkenalan-kuliah-online).

Sejumlah universitas di Jakarta kini bergabung dengan satu provider jasa layanan kuliah online, untuk menyelenggarakan model pembelajaran blended learning. Sebanyak 75 persen porsi kuliah dengan sistem online, dan 25 persen tatap muka, yakni, pada awal kuliah, Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester. (https://harukaedu.com/partners).

Memang, pemerintah secara resmi telah meluncurkan program nasional kuliah online. Pada Mei 2018 lalu, Kemenristekdikti meluncurkan “Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (Spada)” perguruan tinggi yang didukung dengan fasilitas sistem Indonesian Research and Education Network (Idren). Sistem pembelajaran ini mendukung program perkuliahan jarak jauh dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat Indonesia terhadap perguruan tinggi. (http://www.unpad.ac.id/2018/05/kemenristekdikti-luncurkan-sistem-pembelajaran-perguruan-tinggi-berbasis-dalam-jaringan/).** (Bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:adabakhlakilmu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tuntut Keadilan, Petani Bawang Brebes Polisikan Guntur Romli
Tulisan selanjutnya Utusan Vatikan untuk Prancis Diperiksa Terkait Pelecehan Seksual

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Catatan Akhir Pekan

Peringatan Penting Ulama India

26 Desember 2022 14:45
Catatan Akhir Pekan

Teokrasi dan Demokrasi

17 Desember 2022 17:10
Catatan Akhir Pekan

Beginilah Terjadinya Liberalisasi Politik

5 Desember 2022 11:45
Catatan Akhir Pekan

Menjaga Pikiran di Era Kebohongan

26 November 2022 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?