Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kiai Buntet Tolak Keinginan Gus Dur Kembali Pimpin PBNU

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2004 10:33 10:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2004 10:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seperti diberitakan di TVRI, KH Adib Rofi’uddin Izza, salah satu kiai berpengaruh di Jawa Barat yang juga Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Ponpes Buntet kepada pers di pondoknya, Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Kamis kemarin mengatakan, keinginan Gus Dur untuk mengganti KH Hasyim Muzadi dengan calon pilihannya merupakan hak dia sebagai warga NU. Namun, menurut KH Adib, Gus Dur tidak bisa memaksakan kehendaknya sendiri tanpa melalui mekanisme yang berlaku, yakni pada forum Muktamar NU yang akan digelar 28 November-3 Desember 2004. Ponpes Buntet merupakan salah satu pondok paling berpengaruh di lingkungan NU. Sebelumnya, Gus Dur sempat memunculkan nama Prof Drs Cecep Syarifuddin salah seorang Ketua PBNU sebagai Ketua Umum (Tanfidziyah) PBNU mendatang untuk mengganti KH Hasyim Muzadi. Cecep dikenal dekat dengan Gus Dur. “NU itu bukan milik Gus Dur. Bila dia (Gus Dur) mau mengusulkan seseorang silakan saja, karena semua warga NU berhak mengajukan usul untuk mencalonkan siapa saja memimpin NU. Jangankan usul, mencalonkan dirinya saja boleh kok, tapi harus lewat mekanisme Muktamar NU. Tidak bisa dibenarkan apabila keinginan mengganti hanya kerena keinginan orang per orang,” kata KH Adib. Pernyataan yang bertolak belakang dari tokoh Ponpes Buntet tersebut tentu sangat mengejutkan, karena selama ini Ponpes Buntet sebagai salah satu pondok pesantren NU tertua dan berpengaruh di Indonesia tersebut memiliki hubungan dekat dengan Gus Dur. Hampir dalam setiap momen penting Gus Dur selalu menyempatkan berkunjung ke Ponpes Buntet, baik untuk bersilaturahmi, meminta saran atau bahkan meminta dukungan politik. Namun, kemesraan itu tampaknya berakhir saat menghadapi pemilihan presiden lalu. Dalam Pemilu putaran kedua kemarin, Ponpes Buntet lebih memilih pasangan Mega-Hasyim dibandingkan pasangan yang direstui Gus Dur, yakni Wiranto-Solahuddin Wahid maupun SBY-Kalla. Sebagaimana diketui, kepada pers beberapa saat laluu, Gus Dur pernah menyatakan akan maju lagi dalam Muktamar NU ke-31 di Donoyudan, Surakarta, Jateng 28 November-2 Desember 2004. “Jelas dong saya mau maju lagi, sebagai apa, itu soal lain,” katanya di kediamannya di Ciganjur, Jakarta. Dia menegaskan bahwa dirinya akan bersaing dengan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi yang menyatakan akan kembali memimpin PBNU setelah Pemilu Presiden 20 September 2004. Gus Dur memimpin Nadhlatul Ulama (NU) semenjak tahun 1984 hingga 1999. Selama hampir 15 tahun, Gus Dur menjadi pemimpin NU hingga ia mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kini, setelah Gus Dur pensiun, banyak pihak –terutama kalangan NU– menginkan orang-orang muda yang mendapat kesempatan memimpin organisasi yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari itu. (tvri/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AS Bantu Polri lagi 9,3 juta USD
Tulisan selanjutnya Presiden SBY dan tantangan Hegemoni Amerika (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?