Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pengamat: Peleburan Kemenlu dan Kemendag Tidak Tepat

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2019 10:27 10:27 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 8 Oktober 2019 10:27
Bagikan
Pengamat Politik Luar Negeri Arya Sandhiyudha
Bagikan

Hidayatullah.com– Jelang penyusunan Kabinet periode kedua Presiden Jokowi, terdapat wacana peleburan Kementerian Luar Negeri dengan Kementerian Perdagangan.

Melihat dua kementerian itu mempunyai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang berbeda dan sama-sama penting, Direktur Eksekutif The Indonesian Democracy Initiative (TIDI) Arya Sandhiyudha menilai hal itu bukanlah menjadi kebijakan tepat.

“Salah satu arahan utama kebijakan luar negeri era Presiden Jokowi adalah diplomasi ekonomi. Saya kira penting memastikan pujian verbal terhadap Indonesia di dalam pergaulan internasional juga selaras dengan jumlah surplus dalam neraca perdagangan, foreign direct investment (FDI), dan ragam indikator terukur sektor ekonomi,” ujar Arya lewat keterangan persnya di Jakarta diterima hidayatullah.com, Selasa (08/10/2019).

Arya, penerima gelar Doktor Bidang Ilmu Politik dan Hubungan Internasional dari Istanbul University, Turki ini memberi pandangan, esensinya bukan pada perubahan nomenklatur, tapi penguatan fungsi struktural di dalam Kemenlu dan peningkatan capaian kinerja Kemenlu.

Ini juga sinyal untuk DPR RI, Komisi I utamanya perlu mengawasi dan mendukung agenda Kemenlu.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Sepertinya lebih ke penguatan fungsi diplomasi ekonomi di Kemenlu. Jadi untuk agenda perdagangan luar negeri nanti leading sector-nya Kemenlu untuk memudahkan garis koordinasi. Agenda negosiasi perjanjian perdagangan internasionalnya yang dipindahkan,” ujarnya.

Pengamat Politik Internasional ini mengaku memahami adanya rencana peleburan dua nomenklatur kementerian itu untuk menghidupkan kembali agenda diplomasi ekonomi.

“Beberapa periode sebelumnya Kemlu punya Ditjen Hubungan Ekonomi Luar negeri (HELN), sepertinya Presiden Jokowi melihat pentingnya menghidupkan lagi secara struktural agenda diplomasi ekonomi, bahkan dalam nomenklatur Kementerian. Tentu saja yang kita harapkan di negara yang menjadi pasar tradisional kita surplus meningkat signifikan dan di negara yang ekspor sempat melorot kita berbenah,” paparnya.

Di era kepemimpinan Presiden Jokowi Jilid II, dikabarkan akan ada peleburan nomenklatur sejumlah kementerian serta terdapat beberapa kementerian dan lembaga baru. Di antaranya Kemenko Maritim akan menjadi Kemenko Bidang Maritim dan Investasi serta Kemenlu yang akan dilebur dengan Kemendag.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Arya SandhiyudhaekonomiJoko widodokabinet JokowiKemendagKemenluTIDI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bupati Puncak Papua Sesalkan Teroris Bakar Sekolah dan Rumah Warga
Tulisan selanjutnya Ketua MPR Minta DPR Bahas RKUHP Serap Aspirasi Masyarakat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Berita
11 Oktober 2026 23:14
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?