Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Muhammadiyah diharap Jauh dari Rebutan Kekuasaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Desember 2004 09:26 9:26 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Desember 2004 09:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dalam keputusan sidang Tanwir yang dibacakan pada saat penutupan oleh Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Syafi’i Ma`arif di Mataram, Minggu kemarin, mengharap agar Muktamar ke-45 Muhammadiyah di Malang, Jatim, pada 3-8 Juli 2005, jauh dari perebutan kekuasaan. Syafi’i berharap, Muktamar III Muhammadiyah juga hendaknya dijadikan pembeliaan dalam kepemimpinan mengingat tantangan yang dihadapi Muhammadiyah, umat, dan bangsa Indonesia semakin berat dan kompleks. Muktamar ke-45 Muhammadiyah di Malang selain menyusun program kerja, juga akan memilih ketua dan pengurus pusat Muhammadiyah periode 2005-2010. Sidang Tanwir sendiri telah berlangsung sejak Kamis lalu di Mataram. “Muhammadiyah memerlukan figur-figur pemimpin yang memiliki komitmen dan mobilitas tinggi untuk memajukan persyarikatan. Sudah tidak saatnya struktur kepemimpinan Muhammadiyah diisi hanya berdasarkan pertimbangan memberikan penghargaan kepada figur-figur tertentu atas ketokohannya di masa lalu,” ujar Syafii. SyafiI juga menandaskan, keengganan Muhammadiyah memberikan ruang lebih luas kepada generasi lebih muda akan berdampak buruk dan dapat mengubur masa depan persyarikatan. Muhammadiyah, kata SyafiI, memerlukan figur-figur pemimpin yang memiliki komitmen dan mobilitas yang tinggi untuk memajukan persyarikatan. ”Sudah tidak saatnya sturuktur kepemimpinan Muhammadiyah diisi hanya berdasarkan pertimbangan memberikan penghargaan kepada figur-figur tertentu atas ketokohannya di masa lalu. Keengganan Muhammadiyah untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada generasi yang lebih muda, ungkapnya, akan berdampak buruk dan dapat mengubur masa depan persyarikatan,” paparnya. Karena itu, Muktamar selain untuk menyusun program kerja juga akan memilih ketua dan pengurus Pusat Muhammadiyah Periode 2005-2010 yang benar-benar baik. Menurut SyafiI, muktamar hendaknya dijadikan peremajaan dalam kepempimpinan. ”Mengingat tantangan yang dihadapi Muhammadiyah, umat dan bangsa ini semakin berat dan kompleks. Beberapa figur muda yang kabarnya dijagokan sebagai calon pimpinan pusat Muhammadiyah pada Muktamar 2005, diantaranya; Malik Fadjar, Dien Samsudin, Amien Abdullah, juga Syafii Ma`arif sendiri. Kutuk Amerika Dalam kesempatan penutupan, Prof Dr Syaii Maarif juga mengecam berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah Amerika Serikat (AS). “Berbagai kebijakan AS membuat banyak negara sengsara,” katanya ketika saat menutup Sidang. Dia mengatakan, “Kita tidak boleh membenci rakyat AS, tetapi yang harus dibenci adalah kebijakan pemerintah negara adikuasa tersebut,” tambahnya. AS selama ini mengaku sebagai pelindung negara-negara kecil, tetapi sekarang kenyataannya malah sebagai “predator”. Sidang Tanwir Muhamadiyah, katanya, meski diisi dengan agenda yang menyibukkan, namun tidak akan melupakan kesengsaraan yang dialami oleh negara-negara lain khususnya umat Islam. Ini terbukti dalam keputusan Sidang Tanwir Muhammadiyah di Mataram juga diperhatikan masalah internasional. Dalam menyikapi berbagai masalah internasional, Muhammadiyah menyatakan belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya berbagai tindakan kekesaran, perlakukan yang buruk dan penindasan yang dialami umat Islam di berbagai negara khususnya yang terjadi di Thailand, Filipina, Palestina, Irak, Timor Leste dan Perancis. “Muhammadiyah meminta kepada negara-negara tersebut untuk bersikap adil dan bermartabat,” katanya. Kepada pemerintah negara-negara muslim hendaknya menggalang solidaritas yang semakin baik melalui peningkatan kerjasama diplomatik dan organisasi-organisasi internasional. Syafi’i juga mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk melakukan langkah konkret dan tegas dalam menyelesaikan konflik Palestina dan Israel. Dalam masalah terorisme, dia meminta redefinisi tentang teroris secara lebih fair dan komprehensif. “Hal ini dimaksudkan agar perang terhadap teroris tidak menjadi komoditas dan alat politik negara-negara adikuasa untuk menyampuri urusan-urusan dalam negeri negara-negara tertentu khususnya kaum muslimin,” katanya. (Ant/rep/kcm/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AS Tak Mau Pulangkan Manuputty
Tulisan selanjutnya Ulil Abshar: “1,4 milyar Itu Kecil”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?