Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Merawat Muslim, Dokter Tanpa Batas Diusir dari Myanmar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Maret 2014 10:47 10:47 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Maret 2014 10:47
Bagikan
Warga Buddhis dan para biksu Myanmar berdemonstrasi mengusir MSF.
Bagikan

Hidayatullah.com—Organisasi kemanusiaan Medecins Sans Frontieres (Dokter Tanpa Batas) mengatakan pihaknya telah diusir keluardari Myanmar dan dan puluhan ribu orang terancam nyawanya di negara tersebut.

Pengusiran itu dilakukan setelah organisasi kemanusiaan itu baru-baru ini merawat puluhan Muslim Rohingya korban kekerasan di negara bagian Arakan (Rakhine), yang mana kekerasan itu dibantah oleh pemerintah Myanmar.

Organisasi penerima Nobel Perdamaian itu mengaku “sangat terkejut” oleh keputusan Myanmar yang mengusir mereka setelah 20 tahun beraktivitas di negara itu, lansir Associated Press dikutip Aljazeera (1/3/2014).

“Hari ini untuk pertama kalinya dalam sejarah MSF beroperasi di negara ini, klinik-klinik HIV/AIDS di negara-negara bagian Rakhine, Shan dan Kachin, serta divisi Yangon, ditutup dan pasien tidak dapat menerima perawatan yang mereka butuhkan,” kata MSF dalam pernyataannya.

Organisasi yang juga dikenal dengan nama Doctors Without Borders itu mengatakan telah menutup klinik-kliniknya yang merawat 30.000 pasien HIV/AIDS dan lebih dari 3.000 orang pengidap tuberculosis, sehingga pasien tidak dapat menerima pengobatan vital, lansir Reuters.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bengali

Jurubicara kepresidenan Myanmar, Ye Htut mengkritik MSFdalam koran Freedom karena mempekerjakan orang-orang Bengali, istilah yang dipakai pemerintah Myanmar untuk menyebut Rohingya. Ye Htut menuding MSF tidak transparan dalam melakukan aktivitasnya.

Ye Htut juga menuding MSF menyesatkan dunia internasional tentang peristiwa serangan atas Muslim yang terjadi bulan lalu di daerah pedalaman di utara Rakhine.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan lebih dari 40 Rohingya kemungkinan telah dibunuh. Namun, pemerintah Myanmar mati-matian menyangkal tuduhan yang mengatakan bahwa gerombolan orang-orang penganut Buddha yang menyerbu desa itu, membunuh para wanita dan anak-anak.

Pemerintah Myanmar mengatakan, seorang polisi dibunuh oleh Rohingya dan tidak ada kekerasan yang terjadi atas orang-orang Rohingya.

MSF mengatakan, pihaknya merawat 22 orang Rohingya yang terluka dan mengalami trauma.

Associated Press yang berulang kali berusaha menghubungi Ye Htut untuk meminta komentarnya hari Jumat (28/2/2014) kemarin tidak berhasil.

Myanmar merupakan negara dengan jumlah penduduk sekitar 60 juta jiwa dan mayoritas penganut Buddha. Orang Rohingya yang beragama Islam, sudah mendiami wilayah Arakan (sekarang namanya diganti dengan nama salah satu suku mayoritas Buddhis, Rakhine) jauh sebelum Kerajaan Burma yang menganut agama Buddha menduduki wilayah Arakan yang dulu juga merupakan sebuah kerajaan independen.

Sejak terjadi kekerasan terhadap Rohingya pada Juni 2012, MSF bekerja membantu orang-orang yang terusir dari kampungnya di 15 kamp pengungsian di Arakan.

Untuk pasien yang parah MSF hanya dapat memberikan pengobatan dan perawatan sekedarnya, sebab membawa mereka ke rumah-rumah sakit yang dikelola oleh mayoritas Buddhis merupakan tindakan berbahaya dan membutuhkan biaya besar.

“Tindakan MSF berpedoman pada etika kedokteran dan prinsip-prinsip netralitas dan imparsialitas,” kata MSF dalam pernyataannya, seraya menambahkan bahwa mereka berupaya melakukan dialog dengan pemerintah Myanmar, agar memperbolehkannya meneruskan kerja kemanusiaan di seluruh wilayah Myanmar.

Orang-orang Buddhis dan para biksu sering melakukan demonstrasi mengusir MSF dari Myanmar.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:muslim Rohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Burung Bulbul yang Sedih Atas Wafatnya Imam Ats Tsauri
Tulisan selanjutnya Pemuda Hidayatullah Didorong Belajar Pada PII

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Berita
20 Juli 2026 11:05
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?