Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Prof Din di New York: Krisis Lingkungan Hidup bersifat Krisis Moral

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 12 Desember 2019 21:57 9:57 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 12 Desember 2019 21:57
Bagikan
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin (dua dari kiri) dalam konferensi di New York, Amerika Serikat, Rabu-Kamis (11-12/12/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com– Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin pada Rabu-Kamis (11-12/12/2019) berada di New York, Amerika Serikat, untuk ikut serta dalam Multi-Religious Partnership for Peace and Development, yang diselenggarakan oleh Religions for Peace (RfP).

Pertemuan itu dihadiri sekitar 250 tokoh berbagai agama dan pegiat perdamaian dunia dari berbagai negara.

Din Syamsuddin hadir sebagai Anggota International Council RfP dan President-Moderator Asian Conference on Religions for Peace (ACRP).

Pertemuan dua hari tersebut yang merupakan kelanjutan World Assembly dari RfP di Lindau, Jerman, Agustus 2019 lalu, membahas isu-isu pencegahan dan transformasi konflik, solusi kerusakan lingkungan hidup, pengembangan kolaborasi lintas agama.

Din tampil pada hari pertama sebagai moderator sesi tentang kerusakan lingkungan hidup dan solusi perubahan iklim.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dalam pengantarnya, Din menegaskan bahwa masalah kerusakan lingkungan hidup telah sampai pada tahap krisis yang serius.

“Hal ini ditandai dengan terjadi perubahan iklim dan pemanasan global yang melanda dunia terakhir ini, serta berbagai bencana alam yang terjadi beruntun di berbagai belahan dunia,” ujarnya sebagaimana keterangan terulisnya diterima hidayatullah.com, Kamis.

Baca: MUI Ingatkan Umat Islam Jaga Ekosistem Lingkungan

Menurut Din, memang krisis lingkungan hidup tersebut berdimensi banyak, namun sejatinya bersifat krisis moral.

Memang banyak faktor pemicu terhadap terjadinya krisis lingkungan hidup, mulai dari wawasan dan gaya hidup manusia modern, hingga kebijakan negara dan kekerasan pemodal (capital violence). Namun, kata Din, yang tidak bisa diingkari adalah pandangan moral manusia terhadap alam yang keliru.

Ketua Pengarah Siaga Bumi (Indonesia Bergerak Selamatkan Bumi) ini melanjutkan, banyak manusia modern memandang alam lebih sebagai obyek dari pada subyek. Akibatnya, terhadap alam manusia lebih tampil sebagai perusak tinimbang pengembang.

Padahal agama, menurut Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini, mengajarkan bahwa alam, yang disebut al-Qur’an sebagai “thabi’ah”, mengandung arti subyek bukan obyek (“mathbu’).

“Maka Islam mengajarkan agar manusia memuliakan alam sebagai ciptaan Tuhan yang juga memiliki jiwa. Sebagian dari alam dapat dijadikan sebagai bahan pendukung kehidupan, namun secara keseluruhan alam ada ranah padanya umat manusia membangun peradaban. Inilah yang disebut sebagai “Khilafah Peradaban” yang merupakan misi penciptaan manusia,” jelas Guru Besar Politik Islam Global UIN Jakarta ini.

Baca: MUI Luncurkan Buku Pelestarian Satwa Langka untuk Keseimbangan Ekosistem

Pada konferensi di New York itu, Din juga berbagi pengalaman dari Indonesia tentang kolaborasi lintas agama untuk pemuliaan lingkungan hidup dan pemeliharaan hutan.

Pada tahun 2014, Din bersama para tokoh lintas agama yang bergabung dalam Inter Religious Council/IRC Indonesia mengambil prakarsa pembentukan Indonesia Bergerak Selamatkan Bumi (Siaga Bumi), yang merupakan kolaborasi umat berbagai agama untuk pemuliaan lingkungan hidup.

Siaga Bumi sejak tiga tahun terakhir, jelasnya, mengupayakan adanya eco-rumah ibadat (baik eco masjid, eco gereja, eco pura, eco vihara, dan eco klenteng).

Begitu pula, pada Oktober 2018, Siaga Bumi bersama para LSM lingkungan hidup lainnya mempelopori suatu kolaborasi baru yaitu Kolaborasi Agama-Agama untuk Pelestarian Hutan Tropis (Multi-Faith Collaboration for Rainforest Protection). Kegiatan ini menarik perhatian dunia untuk mendukungnya, seperti dari Lembaga Lingkungan Hidup PBB (UNEP), Green Faiths, Religions for Peace, dan Noewegian Environmental Foundation.

Mereka katanya memiliki keprihatinan yang sama akan pentingnya penyelamatan paru-paru dunia yakni Indonesia, Brazilia, Peru, dan Kongo.

Gerakan yang dipimpin Siaga Bumi dan AMAN (Asosiasi Masyarakat Adat Nusantara) ini diharapkan segera menjadi kenyataan.

“Pengalaman dari Indonesia mendapat sambutan dan penghargaan positif dari para peserta, dan diharapkan dapat menjadi model dari kolaborasi agama-agama dalam penanggulangan masalah-masalah kemanusiaan,” pungkas Din dalam keterangannya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:alamDin Syamsuddinhutanlingkungan hidupmoralNew Yorkperubahan iklim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Manekin Membantu Mengatur Lalu Lintas di Bangalore
Tulisan selanjutnya Fahri: Mengubah Kebijakan Negara Jangan Kayak Sopir Bajai Putar Arah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?