Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Fahri: Mengubah Kebijakan Negara Jangan Kayak Sopir Bajai Putar Arah

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 13 Desember 2019 08:52 8:52 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 13 Desember 2019 08:51
Bagikan
Fahri Hamzah.
Bagikan

Hidayatullah.com– Mantan Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengkritisi kebijakan pemerintah terkhusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem A Makarim terkait rencana penghapusan ujian nasional (UN).

Fahri menyindir seringnya terjadi perubahan kebijakan negara setiap terjadi menterinya berganti.

“Metode mengubah kebijakan negara itu tidak bisa seperti metode sopir bajai memutar arah. Lebih mirip seperti metode pindah rel pada kereta api. Yang harus disiapkan adalah aturannya dulu. Rel adalah aturan. Perubahan aturan harus disampaikan kepada publik, gitu!” ujarnya lewat akun resminya di twitter, Jumat (13/12/2019) pantauan hidayatullah.com pagi ini.

Fahri menjelaskan, metode kereta api itu sebetulnya mengikuti logika ruang publik bahwa aturan lebih penting dari pejabat. Pejabatnya boleh berganti tapi aturannya tetap.

“Tapi di sektor pendidikan sering betul terjadi “ganti menteri ganti kebijakan”,” ungkapnya menyindir.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Fahri yang merupakan salah seorang inisiator Partai Gelombang Rakyat (Gelora) ini mengaku, sejak awal Mendikbud Nadiem dilantik Presiden Joko Widodo, Fahri hanya punya 1 nasihat.

“(Yaitu) fokus pada aplikasi jangan ubah konsep. Sebab saya bayangkan sebelumnya menterinya orang dari sektor pendidikan. Konsep sudah ok tapi aplikasi dan implementasi butuh dukungan teknologi. Ini tantangan,” ungkapnya.

Fahri membayangkan saat itu dengan anggaran pendidikan terbesar Rp 508 triliun, mengutip pernyataan Jokowi dimuat media online, maka Mendikbud akan mengembangkan aplikasi dan implementasi pendidikan yang masif.

“Lebih dari itu, dengan dana yang cukup kita akan modernisasi pendidikan sampai kampung-kampung,” imbuhnya.

Fahri mengatakan, pada hari ke-54 pemerintahan ini, sebelum terlambat, Mendikbud Nadiem harus segera kembali pada apa alasan presiden memilihnya.

“Menteri pendidikan yang lama masih ada dalam kabinet bahkan jadi Menko. Konsultasilah. Lalu rancangkan sebuah rencana: MODERNISASI,” pesannya.

Menurutnya, tidak mudah memang, dan Mendikbud Nadiem pun masih muda. Tapi Mendikbud Nadiem juga diberi kesempatan oleh bangsa ini melalui presiden agar berkarya yang terbaik.

“Nah, lakukan yang terbaik. Jangan libatkan diri dalam debat yang berulang-ulang. Kerjakan saja apa yang terbaik bisa dipersembahkan,” ujarnya.

“Saya yakin Pak Menteri dan jajaranya sebagai tim bisa. Karena saya orang kampung, menulis ini di kampung. Di depan sebuah sekolah yang nampak rapuh karena tak datang kabar baik dan hawa segar kepada mereka. “Perdebatan kalian di pusat bikin pesimis”, itu suara hari mereka,” ungkap pria asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ini.

“Bikinlah optimisme. Bikin senyum sekolah dan anak didik di seluruh negeri. Bikin mudah guru yang hidupnya susah. Bikin teknologi yang menjembatani seluruh kesulitan anak bangsa untuk menjadi cerdas sesuai amanah Pembukan UUD 1946. Itu saja. Ada uang, ada ruang, apa lagi?” ungkapnya memberi wejangan.

Sebelumnya diketahui, Mendikbud Nadiem mengklarifikasi sejumlah pemberitaan yang menyebut dirinya mewacanakan menghapus UN mulai tahun 2021 mendatang.

Menurut Nadiem, kata yang lebih tepat bukanlah menghapus UN, melainkan mengganti UN dengan sistem penilaian baru yang disebutnya asesmen kompetensi.

Selain melalui asesmen kompetensi, katanya UN pun akan diganti dengan survei karakter. Kedua penilaian itu tersebut dianggap merupakan penyederhanaan dari UN.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:fahri hamzahkebijakanMendikbudNadiem A MakarimPendidikansekolahUjian Nasional
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prof Din di New York: Krisis Lingkungan Hidup bersifat Krisis Moral
Tulisan selanjutnya Presiden Turki Erdogan Puji Perempuan Inspiratif dari Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?