Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PPI Minta Pemerintah Evakuasi Mahasiswa dari Wuhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Januari 2020 16:43 4:43 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Januari 2020 16:43
Bagikan
Mahasiswa asal Indonesia di Kota Wuhan, China
Bagikan

Hidayatullah.com– Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Wuhan di China meminta pemerintah segera melakukan evakuasi terhadap para pelajar/mahasiswa yang terisolasi di Ibu Kota Provinsi Hubei itu sejak otoritas setempat mengisolasi akses keluar-masuk karena virus korona yang mewabah.

Menurut Nur Musyafak selaku Ketua PPI Wuhan, sejauh ini tak ada warga negara Indonesia yang terjangkit virus korona, akan tetapi mereka berharap bisa segera dievakuasi dari Wuhan, kota dimana virus korona pertama kali ditemukan. Wuhan merupakan tempat terparah terpapar virus korona.

“Kondisi teman-teman tidak sebaik pada awal kota ini ditutup atau di-lockdown. Awal-awal masih tenang dan tidak panik tetapi karena pemberitaan di Indonesia dan orangtua mereka khawatir, sekarang psikologi mereka agak tertekan dan minta dipulangkan,” ujar Musyafak pada Senin (27/01/2020) dikutip Anadolu Agency.

Baca: Muhammadiyah Desak Pemerintah Lindungi WNI di China

Terdapat sebanyak 97 mahasiswa dan 2 orang pekerja asal Indonesia yang ikut terisolasi di Wuhan, dari total sekitar 200 WNI yang kuliah dan bekerja di kota itu.

Menurut Musyafak, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI dan Kementerian Luar Negeri mengenai nasib puluhan mahasiswa di Wuhan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurutnya, dari KBRI ada rencana mengirim logistik ke Wuhan. “Tapi karena transportasi terbatas, tidak bisa masuk ke Wuhan jadi prosedurnya masih dicari oleh KBRI.”

Sementara itu, menurut penuturan Nugraha, 46 tahun, sudah hampir satu minggu mendekam di dalam asrama demi menghindari potensi terpapar virus korona.

Kata mahasiswa program doktoral Central China Normal University ini, di asrama tempatnya menetap, terdapat 26 mahasiswa Indonesia yang ikut terisolasi dari total sekitar 70 WNI yang berkuliah di universitas itu.

Baca: Hindari Virus Corona, Ombudsman Minta Pemerintah Larang Masuk Pekerja China

Mayoritas mahasiswa asal Indonesia sudah pergi berlibur atau pulang kampung sebelum Wuhan ditutup. Dua hari sebelum penutupan Wuhan, Nugraha mengaku masih menghadiri perayaan imlek yang digelar universitas. Saat itu katanya dia belum terlalu khawatir soal wabah virus korona.

Setelah itu, Wuhan yang biasanya memang sepi karena tradisi mudik saat imlek, kini menjadi lebih sepi akibat wabah virus korona. Transportasi umum tidak beroperasi. Warga setempat bepergian hanya untuk keperluan mendesak.

Beberapa perguruan tinggi, termasuk tempat studi Nugraha, turut mengundur waktu dimulainya semester baru dari yang semestinya tanggal 3 Februari 2020, sampai waktu yang belum ditetapkan.

Melalui sambungan telepon, Nugraha mengatakan, “Dari kampus sudah mewanti-wanti kalau tidak perlu ya tidak usah keluar, juga dianjurkan untuk tidak ke tempat umum seperti pasar dan stasiun, kecuali untuk keperluan logistik,” kutip Anadolu Agency.

Ia mengaku, pergi keluar cuma untuk membeli bahan makanan dengan berjalan kaki ke supermarket terdekat. Sekali berbelanja, Nugraha langsung menyetok untuk kebutuhan lima hari. Katanya, setiap kali keluar asrama, mereka diwajibkan memakai masker dan mencuci tangan menggunakan disinfektan saat kembali.

Baca: Pakar Israel: Virus Corona yang Melanda Wuhan Akibat Senjata Biologi China yang Bocor

Saat ini di Wuhan harga sejumlah bahan makanan jadi lebih mahal dari biasanya, walaupun kenaikannya di sejumlah tempat perbelanjaan di sekitar perguruan tinggi tak signifikan.

“Sayur misalnya, saya beli kubis itu satu plastik biasanya 3 yuan, sekarang 3,5 yuan. Cuma pas setelah lockdown persis, katanya memang ada yang naik tinggi tapi kalau di sekitar kampus tidak masih lebih murah,” sebut Nugraha.

Nugraha mengaku sejauh ini tak kekurangan bahan makanan walaupun terisolasi di dalam Kota Wuhan. Katanya akses komunikasi pun lancar, membuatnya bisa terus mengabari situasi terbaru kepada keluarganya di Tanah Air.

Katanya, setiap hari sebelum pukul 12 siang waktu setempat, mereka harus melaporkan suhu tubuh masing-masing. Pada setiap kamar diberi kan sebuah termometer.

“Kadang kami harus berhati-hati mengabari keluarga bahwa yang terjadi tidak semengerikan itu, kami memang diharapkan terus menjalin komunikasi dengan keluarga agar mereka tidak khawatir,” sebutnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinanCoVPPI Wuhanvirus coronavirus koronaWNI di ChinaWuhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Indonesia Didesak Pulangkan WNI dari Wuhan China
Tulisan selanjutnya Militan Bermotor Tewaskan 20 Prajurit Mali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?