Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Minta Dukungan Iran dan Siap Serang Najaf

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 April 2004 08:38 8:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 April 2004 08:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Penguasa AS di Iraq mengumumkan bahwa 4 anggota marinir AS tewas selama dua hari lalu di propinsi Al-Anbar sebelah barat Baghdad. Sementara seorang pejabat tinggi AS mengatakan bahwa telah ditemukan kemarin, Selasa (13/04) 4 jenazah yang tidak diketahui identitasnya.

Bush mengatakan militer Amerika bersiap-siap menggunakan kekuatan yang ampuh di Iraq, tempat pasukannya menghadapi pejuang Islam Iraq di dua front.

Dia mengatakan hal ini saat 2500 pasukan Amerika bersiap-siap beraksi melawan para pendukung ulama Syi’ah Moqtada Sadar di selatan kota suci Najaf.

Pada saat yang sama, pasukan koalisi pimpinan AS menambah kosentrasi militer di sekitar kota Najaf sebagai persiapan kemungkinan melakukan serangan militer untuk kembali menduduki kota tersebut dari para pendukung pemimpin muda Syi’ah Muqtada Al-Sadr. Dengan tambahan lagi, membunuh atau menangkap tokoh muda Syi’ah itu.

Pernyataan penguasa pendudukan di Iraq hari ini, Rabu (14/04) mengatakan:”Empat anggota marinir baru-baru ini tewas dalam sebuah tugas melawan pasukan penentang (gerilyawan pejuang Iraq, red) di propinsi Al-Anbar,” propinsi yang terletak didalamnya kota Fallujah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dukungan Iran

AS meminta Iran membantu meredakan kekerasan di Iraq. Permintaan itu disampaikan setelah pasukan koalisi pimpinan AS tidak mampu meredam aksi perlawanan rakyat Iraq sejak minggu lalu.

“Ada permintaan bantuan dalam situasi yang meningkat itu dan guna memecahkan krisis itu, dan kami sedang berusaha,” kata Menteri Luar Negeri Iran Kamal Kharazi, usai sidang kabinet di Teheran, kemarin.

Kharazi menambahkan bahwa permintaan itu disampaikan secara tertulis oleh Washington. Pertukaran komunikasi tertulis antara Washington dan Teheran itu, kata Kharazi, dilakukan melalui Kedutaan Besar Swiss di Teheran, karena antara kedua negara tidak ada hubungan langsung.

Iran dan AS memutuskan hubungan diplomatik setelah Revolusi Islam 1979, yang diikuti pendudukan Kedutaan Besar AS di Teheran oleh mahasiswa garis keras dan stafnya disandera selama 444 hari.

Sebelumnya, kantor berita resmi Iran IRNA mengatakan seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri dikirim ke Iraq, kemarin, untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat koalisi, politikus, dan tokoh agama Iraq.

“Direktur Kementerian Luar Negeri Urusan Teluk Hossein Sadeghi berangkat ke ibu kota Irak untuk melihat kejadian yang ada dan berupaya menemukan cara untuk memecahkan krisis tersebut,” kata IRNA.

Di Iraq, seorang pembantu dekat pemimpin Syiah Muqtada al-Sadr mengatakan delegasi Iran tersebut telah tiba di Bagdad dengan misi utama menjembatani konflik antara pasukan koalisi dan pendukung Al-Sadr.

“Kami akan bertemu mereka dan delegasi itu mungkin juga akan bertemu Sayyed Sadr,” kata Haidar Aziz, penerjemah Al-Sadr.

Sadar sendiri tetap teguh akan melakukan perlawan pada AS dan bersumpah akan melanjutkan revolusi rakyat menentang pasukan penjajah.

“Saya hanya takut pada Tuhan,” kata Sadar kepada stasiun televisi Libanon hari Selasa kemarin. “Saya siap mengorbankan darah saya pada negara ini”.

Dua marinir AS terbunuh pada Senin (12/04) dan dua lainnya terbunuh kemarin, Selasa. Hingga hari ini, tidak kurang telah 600 lebih jiwa rakyat Iraq melayang akibat keganasan tentara AS di negeri 1001 malam itu. (afp/bbc)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Negara Arab Pejamkan Mata Meski Warga Iraq Dibantai
Tulisan selanjutnya Pegadaian Akan Buka Bank Kredit Syariah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?